Masjid Utama Ponpes Yadul ‘Ulya Segera Difungsikan

0
107 views
Masjid Utama Ponpes/Kuttab Yadul 'Ulya Garut.
Tuntaskan Upaya Penyelesaian.

“Penuhi Kebutuhan Mendesak Ibadah Para Santri”

Garut News ( Selasa, 18/02 – 2020 ).

Masjid utama pada Ponpes/Kuttab Modern Digital Yadul ‘Ulya di Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, segera difungsikan bahkan ditargetkan 1 Maret 2020 bisa dimanfaatkan penggunaannya.

“Meski sementara hanya memanfaatkan seluruh ruangan lantai dasar, guna memenuhi kebutuhan mendesak kegiatan ibadah para santri,” ungkap Pimpinan Tahfidz Qur’an Garut, M. Angga Tirta.

Bangun Ragam Sarana Penunjang Masjid.

Sedangkan pada lantai dua, dan lantai tiga. Tetap dikerjakan penuntasan pembangunannya.

“Sehingga sambil terus membangun, dimanfaatkan penggunaannya,” imbuh M. Angga Tirta.

“Bangun Peradaban Berkualitas”

Membangunan peradaban yang berkualitas, Ayo, Ikut Bangun Masjid! Rekening BCA 5500.50.1199 An. Yayasan Aris Nugraha Peduli.

Bentangan spanduk bertuliskan ajakan tersebut, masih melekat kuat pada dinding Masjid Utama Ponpes/Kuttab Yadul ‘Ulya yang hingga kini masih gencar dilaksanakan pembangunannya.

Berlokasi di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, bertotal kebutuhan dana sekitar Rp4 miliar.

Masjid yang dibangun berlantai tiga itu, terdiri lantai dasar sebagai wahana pertemuan silaturahim, lantai dua merupakan ruang utama masjid, serta lantai tiga sebagai wahana shalat kaum perempuan, ujar M. Angga Tirta.

Ponpes ini, sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang merupakan Pondok Tahfiz dan Digital, bisa mewujudkan para santri/santriwati mandiri yang senantiasa mendapatkan binaan serta advokasi dari komunitas wirausaha ‘Tangan Di Atas’ (TDA).

“Bisa Berwisata Religi”

Ponpes Modern Digital, Yadul ‘Ulya juga kini menyiapkan kemasan pembangunan Cottage yang bisa dimanfaatkan untuk berwisata religi.

“Bangunan berupa pondok atau rumah kecil secara terpisah-pisah, namun masih dalam areal Ponpes ini, mengutamakan privasi pengunjung Ponpes yang kemalaman maupun memang berminat bersama keluarga menikmati suasana malam hari,” imbuh M. Angga Tirta pula.

Dikatakan, lokasinya pun dikelilingi panorama alami perbukitan berudara sejuk yang masih sarat hamparan persawahan.

Sehingga pada musim penghujan dapat menikmati langsung sensasi parade suara kodok di sawah.

“Bahkan ketentraman lingkungannya terutama di malam hari, lebih khusyu beribadah termasuk membaca juga mendengarkan lantunan ayat- ayat suci Al Qur’an,” ujarnya.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here