Masih Rendah Kesadaran Masyarakat Garut Laporkan Kematian

0
6 views
'Rumah Masa Depan' atau Pemakaman.
Ambruknya Dinding Tebing Pemakaman.

“Setiap Tahun Tercatat Ribuan Penduduk Meninggal”

Garut News ( Jum’at, 04/10 – 2019 ).

Kabid Pelayanan Pencatatan Sipil pada Disdukcapil Garut Asep Mulyadin didampingi Kasi Pengolahan dan Penyajian Data Kependudukan M. Refqi Fauzi Al Ahsani, Jum’at (04/10-2019), katakan masih rendahnya kesadaran masyarakatnya melaporkan peritstiwa kematian.

Meski jumlahnya fluktuatif, namun penduduk kabupaten ini yang meninggal dunia setiap tahunnya tercatat mencapai ribuan jiwa.

Sedangkan kepastian penyebabnya sangat langka dilaporkan. Hanya kebanyakan terlaporkan lantaran faktor lanjut usia, atau sakit.

“Data penduduk yang masuk tak rinci, apalagi penyebabnya. Kebanyakan disebutkan lanjut usia, atau sakit. Memang kesadaran melaporkan kematian ini masih rendah. Hanya ketika ada keperluan tertentu dilaporkan. Bukan saat kejadian,” ungkapnya.

Juga dikemukakan M. Refqi akrab disapa Eqi, kebanyakan tak disertakan identitas, dan alamat tinggal. Sehingga pihaknya kerap kesulitan mengendalikan keberlakuan identitas kependudukan bersangkutan.

“Belum lama ini, kita berupaya mengingatkan operator kecamatan agar pelaporan kematian penduduk dilengkapi by name by adrees. Supaya bisa memroses mematikan KTP-nya pada data base, KTP-nya tidak berlaku karena bersangkutan meninggal dunia. Alhamdulilaah ! Sekarang kelihatan progresnya,” ujar Eqi.

Pada 2017, penduduk Garut meninggal tercatat 3.106 terdiri atas 2.312 laki-laki, dan 794 perempuan. Pada 2018, penduduk meninggal 1.648 terdiri 932 laki-laki, dan 716 perempuan.

Dalam rentang Januari-September 2019, penduduk meninggal tercatat naik menjadi 2.999 terdiri 1.751 laki-laki, dan 1.248 perempuan.

Didominasi laki-laki penduduk Garut meninggal dunia setiap tahun itu, apakah menyiratkan penduduk laki-laki di Garut berusia lebih pendek daripada perempuan ?

Jika dikaitkan angka kasus cerai mati di Garut didominasi meninggalnya laki-laki/suami. Seperti ditunjukkan Data agregat kependudukan Disdukcapil Garut pada 2017 ? Angka kasus cerai mati di Garut karena laki-lakinya meninggal dunia 56.085 orang. Sedangkan cerai mati perempuannya meninggal dunia 10.254 orang.

Eqi menyatakan tak begitu yakin. Dia lebih menduga penduduk Garut terlaporkan meninggal dunia lebih didominiasi laki-laki karena kedudukannya sebagai kepala keluarga memiliki posisi vital dalam berbagai urusan.

“Kalau melihat kondisi faktual berkaitan tingkat kesadaran warga melaporkan kematian, data meninggal dunia ini memang masih bias. Bisa jadi kematian banyak dilaporkan itu laki-laki, karena sebagai kepala keluarga. Misalnya karena suami meninggal, untuk mengurus sekolah anak maka isteri sebagai penanggung jawab mesti membuat Kartu Keluarga terpisah,” ujar Eqi.

Berkaitan usia rata-rata mereka meninggal dunia dalam usia lanjut, apakah bersesuaian dengan angka harapan hidup (AHH) penduduk Garut diklaim mencapai 71,03 tahun ? Eqi tak bisa memastikannya. Hanya, hampir dipastikan mereka berusia nonproduktif di atas 64 tahun.

Tak diketahui, berapa banyak meninggal karena sakit di usia kanak-kanak maupun usia produktif, menjadi korban kecelakaan, korban aksi kriminal, dan berapa banyak meninggal karena bencana.

“Meski ribuan, tapi apabila dibandingkan jumlah populasi penduduk mencapai sekitar 2,280 juta ya kecil,” katanya.

*******

(Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here