Manfaat Penghargaan Garut Kabupaten Terbaik Harus Dirasakan Masyarakat

0
15 views
Rumah Sangat Tak Layak Huni di Tarogong Kidul Garut.
Kondisi Lintasan Jalan Selatan Garut.

“Diperlukan Bukti Realisasi Pelaksanaan di Lapangan”

Garut News ( Jum’at, 14/02 – 2020 ).

Apresiasi untuk Pemkab Garut meraih penghargaan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Men-PAN-RB) sebagai kabupaten terbaik Jawa Barat dalam pengelolaan APBD  2019. Disampaikan DPD Laskar Indonesia Kabupaten Garut.

Laskar Indonesia bahkan mendorong Pemkab setempat bisa memertahankan, dan meningkatkan prestasi tersebut agar lebih baik lagi.

Namun, Laskar Indonesia pun menyangsikan penghargaan sebagai kabupaten terbaik dalam tata kelola APBD itu. Lantaran, dinilai tak berjalan lurus dengan realisasi pelaksanaan di lapangan maupun outcome dihasilkan.

Proyek Mangkrak Garut.

Kesesuaian atau tidaknya pelaksanaan, serta pertanggungjawaban hasil dicapai dari perencanaan pembangunan 2019 itu masih akan diperiksa BPK RI.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, belum jelas, apakah ada temuan terhadap kepatuhan terhadap perundang-undangan yang menyebabkan kerugian keuangan daerah akibat kurang volume, atau indikasi mangkrak, dan lainnya, atau tidak ?

“Kita tunggu saja hasil pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan daerahnya nanti,” ungkap Ketua Laskar Indonesia Kabupaten Garut Dudi Supriyadi, Kamis (13/02-2020).

Dikemukakan, sepengetahuannya, 2019 itu, APBD Garut tak terserap cukup besar. Banyak proyek kegiatan terutama kegiatan fisik gagal direalisasi, bahkan di antaranya mangkrak.  Nilainya pun mencapai ratusan miliar rupiah. Kendati beberapa di antaranya juga terindikasi diam-diam terus dilanjutkan di awal 2020 ini.

“Apa perencanaan yang baik seperti itu ? Kalau pelaporan secara administratif mungkin bagus, tapi yang dibutuhkan masyarakat kan bukan catatan di atas kertas ? ” katanya.

Karena itu, Dudi mengingatkan,  masyarakat Garut mesti memahami secara benar, dan cermat menyikapi pengelolaan APBD berlangsung selama ini. Mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga outcome, atau hasil hendak dicapai dari perencanaan bersangkutan.

Apakah sesuai, atau tidak dengan harapan, dan kebutuhan masyarakat. Seberapa besar kemanfaatannya benar-benar dirasakan masyarakat.

Apalagi, lanjut Dudi,  salah satu fungsi APBD dialokasikan untuk penciptaan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan pemborosan sumberdaya, serta meningkatkan efisiensi, dan efektivitas perekonomian daerah; serta didistribusikan kepada rakyat dengan memerhatikan rasa keadilan, dan kepatutan.

Sedangkan faktanya, hingga kini, angka IPM (indeks pembangunan manusia) penduduk Garut masih paling bawah di antara kabupaten/kota di Jawa Barat. Pengurangan angka kemiskinan, dan pengangguran di Garut nyaris tak beranjak. Angka kematian ibu melahirkan, dan bayi lahir masih tinggi.

Maka, lanjutnya, DPRD juga mestinya serius melakukan pengawasan terhadap pengelolaan APBD itu. Bagaimanapun DPRD harus turut bertanggung jawab karena perencanaan APBD itu dibahas, dan dirumuskan eksekutif bersama DPRD.

“Jadi, para pemegang kebijakan, sebaiknya berhentilah menjadikan prestasi di atas kertas, seperti opini WTP, dan nilai BB atas evaluasi SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) sebagai alat sihir untuk meninabobokan rakyat ! Percuma semua itu dikejar kalau kenyataan rakyat yang mesti dilayaninya tak juga meningkat kesejahteraannnya,” kata Dudi.

Penghargaan Men-PAN-RB Tjahjo Kumo terhadap Pemkab Garut sebagai peraih predikat BB dalam hal pengelolaan APBD 2019 yang efektif, dan efisien se-Jawa Barat itu diterima Bupati Garut Rudy Gunawan di Batam, Senin (10/02-2020).

Selain menyatakan kegembiraannya, usai menerima penghargaan tersebut, Rudy sempat menyebutkan, membaiknya perencanaan, dan penganggaran itu memerlukan adanya dukungan berupa pengawasan dari semua pihak, agar pelaksanaanya benar-benar tepat sasaran.

“Secara perencanaan, dan penganggaran sudah baik. Tinggal implementasi masih harus diawasi semua pihak. Untuk itu, saya ajak masyarakat turut andil dalam pengawasan implementasi pembangunannya. Jangan ada lagi proyek pembangunannya asal – asalan !” katanya.

********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here