You are here
Mandela dan Empat Pemimpin Mengubah Dunia POLKAM 

Mandela dan Empat Pemimpin Mengubah Dunia

Jakarta, Garut News ( Senin, 09/12 ).

Saat menghadapi hukuman mati, Nelson Mandela berbicara dari beranda atas Pengadilan Rivonia, April 1964: "Selama hidup saya, saya mendedikasikan diri perjuangan bersama orang-orang Afrika. Saya berjuang melawan dominasi putih, juga berjuang melawan dominasi hitam. Saya menghargai kondisi ideal sebuah masyarakat demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dengan kesempatan sama. Ini adalah hal saya harapkan terwujud dan untuk direalisasikan. Bila perlu, saya siap mati untuk itu." AP/The Star Tribune, Jerry Holt
Saat menghadapi hukuman mati, Nelson Mandela berbicara dari beranda atas Pengadilan Rivonia, April 1964: “Selama hidup saya, saya mendedikasikan diri perjuangan bersama orang-orang Afrika. Saya berjuang melawan dominasi putih, juga berjuang melawan dominasi hitam. Saya menghargai kondisi ideal sebuah masyarakat demokratis dan bebas di mana semua orang hidup bersama dalam harmoni dengan kesempatan sama. Ini adalah hal saya harapkan terwujud dan untuk direalisasikan. Bila perlu, saya siap mati untuk itu.” AP/The Star Tribune, Jerry Holt

Nelson Mandela mangkat.

Hidupnya panjang melukiskan perjuangan, kesabaran, dan kekuatan memaafkan.

Banyak terkesan kekuatannya memaafkan musuh, dan lawan-lawannya.

Seperti pemimpin besar lainnya, dia besar bukan dari rahim ketenangan, namun dari rahim gejolak penuh tiupan badai.

Ibarat layang-layang, makin dihantam angin, makin tinggi mereka.

Berikut ini lima pemimpin dianggap mengubah dunia menurut situs LiveScience:

5. Nelson Mandela (1918-2013)

Mandela seorang revolusioner antiapartheid, kemudian menjadi presiden kulit hitam pertama Afrika Selatan 1994-1999.

Mandela memimpin perjuangan Afrika Selatan melawan segregasi, dan apartheid.

Pada 1961, Mandela mendirikan Umkhonto we Sizwe, sayap militan dari Kongres Nasional Afrika, menentang sistem pemerintah Afrika Selatan segregasi rasial.

Ia dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Namun, pada 1990, ia dibebaskan setelah kampanye internasional berhasil melobi untuk kebebasannya.

Selama hidupnya, Mandela menerima lebih dari 250 penghargaan, termasuk Nobel Perdamaian pada 1993.

Mandela meninggal pada usia 95, Kamis, 5 Desember 2013.

4. Mahatma Gandhi (1869-1948)

Mohandas Karamchand Gandhi memimpin perjuangan nasionalisme India melawan penjajahan Inggris pada 1920.

Perjuangan tanpa kekerasan mengilhami gerakan serupa mendukung hak, dan kebebasan di seluruh dunia.

Dia dijuluki Mahatma, berarti terhormat atawa jiwa yang agung dalam bahasa Sansekerta.

Gandhi dibunuh 30 Januari 1948 pada usia 78.

Ulang tahunnya, 2 Oktober, diperingati sebagai hari libur nasional di India, dan dirayakan di seluruh dunia sebagai Hari Internasional Tanpa Kekerasan .

3. Martin Luther King Jr (1929-1968)

Martin Luther King Jr, seorang aktivis Amerika dan kemanusiaan menjadi pemimpin Gerakan Hak Sipil Afro-Amerika.

Mirip Gandhi, King dikenal berjuang memajukan hak-hak sipil kulit hitam melalui pembangkangan sipil tanpa kekerasan.

King ambil bagian gerakan protes Montgomery Bus 1955.

Aksi kampanye politik, dan sosial ini menentang sistem angkutan umum mendiskriminasi ras di Montgomery, Alabama.

King juga mengatur march di Washington 1963.

Pidatonya berjudul I Have a Dream dikenang hingga kini.

King tewas dibunuh 4 April 1968 di Memphis, Tennese.

Sebelum kematiannya, King menerima Hadiah Nobel Perdamaian 1964.

Dia juga menerima penghargaan Presidential Medal of Freedom, dan Medali Emas Kongres Anumerta.

Pada 1986, hari lahirnya dijadikan hari libur federal di Amerika Serikat .

2. Bunda Teresa (1910-1997)

Bunda, biarawati Katolik Roma kelahiran Albania.

Pada 1950, ia mendirikan Misionaris Cinta Kasih di Calcutta, India, kongregasi religius saat ini aktif lebih dari 130 negara.

Dalam karyanya dengan Misionaris Cinta Kasih, Bunda Teresa merawat orang miskin, sakit, yatim-piatu, dan mereka yang sekarat .

Misionaris Cinta Kasih bertahap berkembang di luar India.

Pada 2012, lebih 4.500 suster beroperasi di 133 negara.

Mereka menjalankan rumah sakit, dan rumah bagi orang-orang HIV, kusta dan TBC, dapur umum, anak-anak dan program konseling keluarga, panti asuhan, serta sekolah.

Bunda Teresa dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian 1979.

Dia meninggal 5 September 1997 pada usia 87.

Pada 2003, ia dibeatifikasi (ditetapkan sebagai orang suci) oleh Paus Yohanes Paulus II, dan diberi gelar Beata Teresa dari Calcutta

1. Abraham Lincoln (1809-1865)

Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat.

Di bawah kepemimpinannya, Amerika berhasil melalui Perang Sipil lantaran isu perbudakan selama 1861-1865.

Pidatonya berjudul Lincoln Gettysburg Address, disampaikan 19 November 1863, salah satu pidato paling terkenal dalam sejarah Amerika.

Di dalamnya, Lincoln menggemakan prinsip-prinsip kesetaraan manusia dari Deklarasi Kemerdekaan.

Upaya Lincoln menghapuskan perbudakan memuncak pada Proklamasi Emansipasi, diterbitkan 1 Januari 1863.

Mengukur, dan mendorong Senat meloloskan Amandemen Ketigabelas Konstitusi Amerika Serikat, secara permanen melarang perbudakan.

Lincoln tewas dibunuh di Teater Ford di Washington DC, 14 April 1865.

Ia meninggal pada usia 56.

NUR ROCHMI/Tempo.co

Related posts

Leave a Comment