Mahatir, Imran Khan, Erdogan: Kebangkitan Peradaban Islam?

0
13 views
Mahatir, Erdogan, dan Imran Khan. (Foto: thenews.com.pk).

Jum’at 02 Agu 2019 13:04 WIB
Red: Muhammad Subarkah

Ilustrasi. Al Qur’an Sumber Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Perabadan Manusia Hingga Akhir Jaman. (Foto : John Doddy Hidayat).

“Mungkinkah peradaban Islam bangkit kembali”

Oleh: DR Syahganda Nainggolan, Pendiri Sabang Merauke Circle

Beberapa hari lalu di Turki, dalam kunjungannya, Mahathir meyakini bahwa Turki, Malaysia dan Pakistan akan menjadi tiga negara yang akan membimbing kebangkitan peradaban Islam. Peradaban Islam yang dimaksud Mahathir untuk seluruh ummat Islam di dunia, bukan hanya di tiga negara itu saja.

Keyakinan Mahathir ini perlu dipuji. Dalam usianya yang sedemikian tua, pandangannya tetap ideologis. Pada tahun 1998, ketika Datuk Anwar Ibrahim, deputi dia, ingin membuka sistem keuangan moneter Malaysia menjadi bebas, tanpa ijin dia, langsung Anwar dia penjarakan, karena Mahathir tidak ingin negaranya di kontrol barat. Faktanya Malaysia selamat, Indonesia hancur 1998.

Pada saat China hampir mengambil alih bangsa Malaysia, belakangan ini, Mahathir yang tua renta bangkit mengambil alih kepemimpinan Malaysia, mengisolir pengaruh RRC, sekarang akan dikembalikan dalam kerjasama negara-negara Islam.

Tema kebangkitan peradaban Islam selalu muncul dan tenggelam. Sukarno dulu masuk pada tema kebangkitan Asia-Afrika. Jokowi tanpa tema, dan cenderung masuk pada OBOR RRC. Dalam situasi Indonesia memiliki ummat Islam 85% dan terbesar di dunia, tanpa pemimpin Islam level dunia, maka ummat Islam akan menerima perkembangan peradaban atau kebangkitannya dari lintas negara. Dalam kekinian dari pandangan2 yang dibangun Erdogan, Mahathir dan Imran Khan.

Benarkah?

Begitulah pertarungan peradaban di dunia. Negara hanyalah proxy kepentingan pertarungan peradaban-peradaban yang ada. Saat ini seluruh pengetahuan dan pikiran-pikiran yang diajarkan di berbagai kampus adalah pengetahuan barat sekuler, misalnya ajaran ekonomi di sekolah-sekolah “prinsip ekonomi adalah dengan modal sekecil-kecilnya, untung sebesar-besarnya”. Tidak ada lagi hari Koperasi 12 Juli semarak dengan “Koperasi Sokoguru Perekonomian Bangsa”.

Setelah peradaban barat, China Raya pasti akan menawarkan suatu peradaban atheis lainnya, jika berhasil dalam OBOR (One Belt One Road).

Nah, jika Mahathir umur panjang, kemungkinan ide kebangkitan peradaban Islam ini bisa dia kerjakan. Tentu di sinilah ummat Islam Indonesia perlu mendekatkan diri kepada Datuk Mahathir.

Mari kita cermati perkembangan ini. Mungkinkah Islamic Civilization bangkit kembali?

Allhua’lam

*******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here