Mahasiswa Uniga Nilai BNNK Cenderung Diskriminatif

0
68 views

“Desak Agar Masif Sosialisasikan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba”

Garut News ( Kamis, 16/10 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Sedikitnya 20 mahasiswa “Fakultas Ekonomi Universitas Garut (FE-Uniga) merebak-marak mendatangi “Badan Narkotika Nasional Kabupaten” (BNNK) setempat di Jalan Patriot, Kamis (16/10-2014).

Mereka mendesak segera bisa bertemu langsung Kepala BNNK, guna memertanyakan rencana tes urine digelar BNNK terhadap sekitar 100 mahasiswa di lingkungan Uniga, lantaran dinilai sangat subjektif, bahkan cenderung sangat mengesankan diskriminatif.

Sebab, meski surat pemberitahuan dari BNNK ditujukan pada Rektor Uniga, namun praktiknya mahasiswa bakal menjalani tes urine terbatas di lingkungan FE Uniga.

Padahal pada lingkungan kampus tersebut masih terdapat sejumlah fakultas lain, juga memiliki jumlah mahasiswa banyak.

Namun desakan keinginan mahasiswa bertemu Kepala BNNK Garut itu, gagal terealisasi sebab yang bersangkutan bertugas di luar daerah.

Kalangan mahasiswa yang mengenakan jaket almamaternya ini pun hanya bisa berorasi menumpahkan unek-uneknya di depan pintu gerbang BNNK Garut , meski ditutup rapat dengan mendapatkan pengawalan ketat aparat.

Dalam pada itu, pihak BNNK menyanggupi audensi dengan Kepala BNNK jika yang bersangkutan berada di kantor kembali.

“Surat BNN ditujukan ke Rektorat, tetapi mengapa tes urine dilakukan hanya di Fakultas Ekonomi? Padahal Rektorat itu menaungi banyak fakultas, dan ada dekan-dekan. Untuk seratus mahasiswa yang dites urine, mengapa tak mengambil dari setiap fakultas? Kok hanya dari Fakultas Ekonomi? Ini kan sangat subjektif,” tandas seorang mahasiswa FE Uniga, Andre.

Dia pun memertanyakan proses pengadministrasian persuratan dari BNNK Garut ditujukan pada Uniga tersebut.

“Kami sebenarnya setuju, dan sangat mendukung seratus persen tes urine nakal dilakukan BNNK untuk memerkecil ruang gerak pengedar gelap dan penyalahguna narkoba sebab kami juga sepakat penyalahgunaan narkoba ini musuh bersama. Tetapi jangan subjektif seperti ini. Apabila suratnya ditujukan ke Dekan, bisa kami terima,” tegas Andre pula, lantang.

Mahasiswa peserta aksi juga berharap tes urine bukan hanya dilakukan terhadap kalangan mahasiswa, melainkan juga jajaran dosen, serta pegawai lain di lingkungan civitas akademika perguruan tinggi itu.

“Sebaiknya, sebelum tes urine, BNNK melakukan langkah preventif dulu. Sosialisasi di kalangan mahasiswa tentang bahaya penyalahgunaan narkoba. Baru setelah itu dilakukan tes urine,” ujar mahasiswa lainnya, dengan nada kesal dan kecewa berat.

Mahasiswa tak lama di depan gerbang kantor BNNK, kemudian akhirnya membubarkan diri kembali ke kampus.

*******

Noel, Jdh.