Mahasiswa Tergabung LMND Baku Hantam Dengan Polisi

“Semestinya Tak Perlu Terjadi Jika Kedua Belah Pihak Bisa Saling Menahan Diri”

Garut News ( Selasa, 11/03 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Baku hantam Mahasiswa dengan Polisi warnai aksi unjukrasa tuntutan transparansi anggaran, dan program pembangunan di Kabupaten Garut digelar sekitar 20 aktivis “Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi” (LMND) di halaman gedung DPRD setempat, Selasa (11/03-2014).

Mahasiswa Dikejar Polisi, Selasa (11/03-2014).  Foto: John Doddy Hidayat.
Mahasiswa Dikejar Polisi, Selasa (11/03-2014). Foto: John Doddy Hidayat.

Sedikitnya dua aktivis pria sempat terkapar akibat hantaman aparat kepolisian, dan seorang aktivis perempuan terjatuh lemas sambil menjerit histeris melihat rekan-rekannya baku hantam dengan “aparat penegak hukum” itu.

Kericuhan berawal ketika di tengah penyampaian orasi, para pengunjuk rasa membakar ban bekas di depan pintu masuk gedung DPRD.

Mereka pun berusaha menghalang-halangi aparat berupaya melakukan pemadaman.

Polisi Uber Mahasiswa, Selasa (11/03-2014). Foto: John Doddy Hidayat.
Polisi Uber Mahasiswa, Selasa (11/03-2014). Foto: John Doddy Hidayat.

Mereka tetap menolak ketika diminta aparat memadamkan api.

Sehingga terjadi tarik menarik antara pengunjuk rasa dengan aparat penegak hukum tersebut.

Tak diketahui siapa memulai, tiba-tiba di tengah kerumunan massa pengunjukrasa terjadi saling dorong, dan baku pukul antara pengunjuk rasa dengan polisi.

Rekan-rekan pengunjuk rasa maupun aparat lain pun terpancing, sehingga terlibat aksi saling pukul dan kejar-kejaran hingga di sekitar Jalan Patriot.

Polisi lalu memerintahkan pengunjuk rasa bubar dan pulang.

Mahasiswa Nilai Inspektorat Tak Becus. (Foto: John Doddy Hidayat).
Mahasiswa Nilai Pengawasan Inspektorat Lemah. (Foto: John Doddy Hidayat).

Kendati massa sempat masuk kembali ke halaman gedung DPRD, mereka urung melanjutkan aksinya.

Padahal pegawai Sekretariat DPRD menyiapkan ruang aspirasi menerima mereka.

Meski di sana tak seorang pun anggota DPRD hadir.

Koordinator Aksi Lapangan, Ahmad Natsir katakan prihatin atas kondisi Garut masih merupakan daerah tertinggal di Jabar akibat pemimpinnya tak bekerja baik.

Bahkan diperparah lemahnya tingkat pengawasan dari Inspektorat, dan DPRD.

Suasana Berunjukrasa. (Foto : John Doddy Hidayat).
Suasana Berunjukrasa. (Foto : John Doddy Hidayat).

Porsi APBD pun memprihatinkan dengan lebih banyak habis keperluan belanja pegawai sebesar 70%.

Sedangkan untuk belanja publik hanya teralokasikan 30%.

“Karena itu kami minta pengawasan Inspektorat dan DPRD dimaksimalkan. Porsi anggaran diperbaiki, dokumen laporan hasil pemeriksaan bukti pengawasan terhadap pembangunan di lapangan pun kudu ditransparankan, dan tindak tegas para koruptor,” tandas Ahmad Natsir.

Foto: John Doddy Hidayat.
Foto: John Doddy Hidayat.

Plt Sekretaris DPRD Garut, Dedy Mulyadi, menyesalkan terjadinya kericuhan aksi tersebut.

Dia menilai hal itu semestinya tak perlu terjadi jika kedua belah pihak bisa menahan diri.

“Saya juga heran. Padahal kami beritahukan hari ini anggota dewan tak bisa menerima mereka lantaran sibuk dengan agenda lain di luar. Kita bahkan menyarankan mereka menjadwal ulang bisa diterima beraudensi dengan anggota dewan,” imbuh Dedy Mulyadi.

*****

Noel, JDH.

Related posts

Leave a Comment