Mahasiswa Indonesia di Australia Terpilih Jadi Peneliti Ekspedisi Mars

Garut News ( Ahad, 13/07 – 2014 ).

Bagus Nugroho menjadi satu dari tiga peneliti terpilih untuk ekspedisi Jepang ke MaABCrs. ( ABC ).
Bagus Nugroho menjadi satu dari tiga peneliti terpilih untuk ekspedisi Jepang ke Mars. ( ABC ).

— Bagus Nugroho, mahasiswa S-3 asal Indonesia di University of Melbourne, terpilih menjadi satu di antara tiga peneliti seluruh dunia mendapat kesempatan melakukan riset program ekspedisi Jepang ke Planet Mars.

Bagus Nugroho(30) akan meneliti parasut khusus digunakan pada proses pendaratan robot ekspedisi (probe) “Badan Eskplorasi Ruang Angkasa Jepang” (JAXA).

Bagus, berasal Yogyakarta, 12 tahun mengenyam pendidikan di Australia.

Pada 2008, ia menyelesaikan program sarjananya bidang Teknik Mekanik dan Fisika di University of Melbourne.

Ia kemudian melanjutkan studi doktoral di universitas sama.

Saat ini Bagus melakukan riset bidang aerodinamika berfokus pada peningkatan efisiensi pada fenomena gesekan sering terjadi di permukaan padat.

Selama studi doktoralnya, ia juga menyempatkan diri mengambil program pascasarjana bidang Bisnis di University of Melbourne dan Nanoteknologi di University of Oxford.

Berkat studi dan pengalamannya itu, Bagus terpilih menjadi salah satu peneliti program ekspedisi Jepang ke Mars.

Bagus bakal bekerja bersama dua mahasiswa terpilih lain menggunakan terowongan angin supersonik guna meneliti kinerja parasut supersonik berperan penting pada proses pendaratan probe milik Jepang di Mars.

Menurut Bagus, parasut ini berperan sangat penting memastikan robot ekspedisi ini mendarat dengan selamat.

“Karena proses pendaratan sangat cepat, kita tak bisa menggunakan parasut biasa. Kita harus menggunakan parasut supersonik dapat bertahan pada proses pendaratan tersebut,” urai Bagus pada ABC.

Selama studinya, Bagus memang kerap bekerja dengan fasilitas terowongan angin tersedia di universitas.

Namun, menurut dia, riset bakal dilakukan di Jepang ini sekaligus menjadi kesempatan pertamanya bekerja menggunakan terowongan angin supersonik.

Ekspedisi dan perjalanan ke ruang angkasa memang menjadi perhatian Bagus selama ini.

“Saya memang selalu suka dan tertarik dengan pesawat dan ekspedisi ke luar angkasa. Waktu itu saya sedang iseng melihat situs milik JAXA dan ternyata mereka sedang mencari staf riset memiliki keahlian bidang teknik,” katanya.

Dengan terbatasnya fasilitas riset ruang angkasa di dunia, tingkat persaingan menjadi bagian di riset ini tentunya amatlah tinggi.

Bagus mengaku kaget, dan bahagia ketika terpilih menjadi salah satu peneliti di program ini.

“Saat itu hari terakhir mengirimkan aplikasi, dan ternyata saya terpilih,” katanya.

Misi bakal dijalankan JAXA ini tidaklah jauh dengan apa dilakukan NASA di Mars melalui ekspedisi Mars Curiosity.

Selama 50 tahun belakangan, ekspedisi ke Mars memang menarik perhatian banyak negara, dan Jepang salah satu negara memiliki fasilitas memadai melakukan ekspedisi ke Mars.

Apabila berjalan lancar, probe dikirim menyelidiki berbagai mineral, dan bebatuan terdapat di Mars.

Bagus berangkat ke Jepang pada 12 Juli 2014 dan akan menjalankan penelitian selama satu bulan.

Penelitian diadakan di pusat riset teknologi inovatif milik JAXA di Kota Chofu.

(Rama Adityadarma).

Editor : Tri Wahono
Sumber : ABC Australia/ Kompas.com

 

Related posts

Leave a Comment