Mahalnya Gaya Hidup Nikmati Malam Pergantian Tahun

0
15 views

Garut News ( Selasa, 30/12 – 2014 ).

Bungalo. (Foto : John Doddy Hidayat).
Bungalo. (Foto : John Doddy Hidayat).

Gaya hidup menikmati liburan malam pergantian tahun 2014-2015, ternyata tak menyurutkan mereka yang “berduit”, menjalaninya.

Meski prahara dan bencana kerap mendera, termasuk tragedi kemanusiaan belasan hingga puluhan anak bangsa tewas mengenaskan lantaran menenggak “miras” oplosan di negeri Bernama Indonesia ini.

Menyusul selama ini pula, para pengelola hotel di Garut menggelar promo memikat konsumen. Meski harganya melesat tinggi, tetapi okupansi pada sejumlah hotel meningkat hingga full booked.

Marketing Communication Kampung Sampireun Elsa Julianti katakan, okupansinya per 31 Desember 2014 mencapai 100 persen, bahkan dengan pemesanan dilakukan sejak November lalu.

Padahal terdapat kenaikan tarif kamar. Hari biasa, harga per kamar paling rendah Rp2 juta dan Rp6,5 juta untuk bungalo. Kini melesat untuk kamar dipatok Rp6 juta, sedangkan bungalo dipasarkan Rp15 juta untuk dua malam.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

“Kita berpromo berpaket khusus dua malam. Agenda malam tahun baru ada pesta kembang api, galadinner, dan hiburan,” katanya, Senin (29/12-2014).

Dikemukakan, fasilitas tersedia 66 kamar, terdiri 26 bungalo dan 40 kamar.

Ungkapan senada dikemukakan Front Office Tirta Gangga, Herman. Kata dia, okupansi kamar hotel berbintang tiga di kawasan wisata Cipanas itu penuh dipesan sejak November lalu.

Banyak pemesan dari luar Garut, malahan terpaksa ditolak lantaran kamar penuh dipesan.

Tarif kamar terendah Tirta Gangga meningkat dari biasa terendah Rp897 ribu menjadi Rp 1.556.500 per malam, dan tertinggi Rp1.639.000 menjadi Rp2.430.000 per malam.

Di hotel ini terdapat 40 tipe kamar, tiga di antaranya suite room, katanya.

Disusul hotel Danau Dariza, 50 kamar hotel tersebut penuh dipesan bertarif terendah Rp785.000, dan tertinggi Rp1.950.000 per malam

“Waktu libur Natal kemarin, kami tak menaikkan tarif. Tarif baru hanya malam tahun baru. Kami juga menyediakan hiburan live malam tahun baru,” ungkap resepsionisnya, Dariza Rahmat.

Kemudian, hotel-hotel berkelas melati pun menaikkan harga dan penuh dipesan sejak beberapa waktu sebelumnya.

Petugas Front Office Hotel Cipanas Indah, Adis katakan, Seluruh 21 kamar penuh dipesan tamu dari Jakarta, Bekasi, dan kota-kota besar lainnya bertahun baru.

Meski tarif kamar dinaikan hingga sekitar 50 persen dari biasanya.

Melonjaknya pengunjung masa liburan panjang akhir tahun juga mendatangkan rezeki tersendiri bagi penduduk sekitar tempat wisata.

Sebagian menyewakan rumahnya pada para pengunjung bertarif sewa berkisar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per malam.

“Kami biasa. Kalau lebaran atawa tahun baru, rumah kami suka disewakan. Kami sendiri pindah sementara ke rumah orang tua kebetulan masih dekat,” kata seorang penduduk di kawasan wisata pemandian air panas Darajat, Ai Herdiani.

********

Noel, Jdh.