Madrasah Diniyah Alhikmah Panawuan Terkendala Kekurangan Sarpras

0
23 views
Wahyu Mulyana Bersama Santri, dan Perawakilan Ponpes Yadul 'Ulya.
Menjalin Silaturahim.

“Mendesak Segera Perlukan Mushola”

Garut News ( Jum’at, 10/07 – 2020 ).

Madrasah Diniyah Alhikmah pada lingkungan masyarakat RT. 02/10 di Kampung Panawuan Kelurahan Sukajaya Tarogong Kidul Garut, hingga kini terkendala ‘sarana/prasarana’ (sarpras), yang masih kurang memadai.

“Bahkan perhatian orangtua pun terhadap Diniyah juga masih belum seperti yang diharapkan, sehingga kerap banyak santri yang jarang sekolah,” sebagaimana antara lain dikemukakan empat gurunya termasuk Eti Rohayati, S.Pd.

Padahal satuan pendidikan keagamaan jalur luar sekolah yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam tingkat dasar tersebut, didirikan sejak 1974, dan kini dipimpin Mabrur Muqodar, S.IP.

Berswadaya Rehabilitasi Mushola.

Bervisikan, menciptakan generasi beriman, bertaqwa, dan berahlakul karimah, dengan bermisikan membangun santriwan/santriwati yang cerdas, terampil, dan berbudi luhur. Serta memberantas buta huruf Alqur’an.

Memiliki 65 peserta didik pada enam rombongan belajar, dengan empat guru terdiri Eti Rohayati, S.Pd, Siti Nurul Latifah, S.Pd, Gagan Khodijah, serta Ai.

Masih Banyak Kekurangan Biaya.

Lembaga pendidikan keagamaan ini, Jum’at (10/07-2020) sore, dikunjungi perwakilan Ponpes Tahfidz Qur’an Yadul ‘Ulya Garut guna kian merekatkan silaturahim, sekaligus menyampaikan bingkisan sembako alakadarnya.

“Namun meski alakadarnya. Tetapi diharapkan bermanfaat, dan bernilai empati saling menunjang perkembangan pendidikan Islami di tengah lingkungan masyarakat,” imbuh perwakilan Ponpes Yadul ‘Ulya, Sofi yang juga antara lain dihadiri Ketua RW.10, Wahyu Mulyana.

“Mendesak Segera Perlukan Mushola”

Terancam Ambruk.

Wahyu Mulyana juga antara lain mengemukakan, di lingkungannya kini kian mendesak segera dituntaskannya rehabilitasi Mushola guna memenuhi kebutuhan peribadatan warganya.

Lantaran bangunan Mushola seluas 48 m2 di lingkungan RT. 1 itu, semakin terancam ambruk atapnya. Sehingga kini direhabilitasi dengan swadaya masyarakat bernilai Rp5 juta.

Maka masih banyak memerlukan penambahan biaya, yang nyaris tak mungkin bisa dipenuhi oleh kemampuan warga yang sangat terbatas. Padahal selama ini dimanfaatkan sebagian besar penduduk dari 150 kepala keluarga dengan 325 warga.

“Sehingga sangatlah diharapkan adanya uluran tangan para dermawan,” imbuh Wahyu Mulyana pula, antara lain menyerukan.

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here