Macan Kumbang Lengsar Dikarantina Taman Satwa Cikembulan

0
387 views

Garut News ( Selasa, 18/08 – 2015 ).

Ist.
Ist.

Bertepatan masih pada rangkaian kegiatan peringatan ke-70 Proklamasi Kemerdekaan RI, diselenggarakan  Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Garut, juga berhasil memproses “karantina” Macan Kumbang “Lengsar” pada lembaga konservasi tersebut.

Setibanya satwa itu dari Kabupaten Ciamis, Selasa (18/08-2015) sore, kemudian berlangsung penyerahan dari BKSDA Bidang III Ciamis termasuk penandatanganan berita acara, ungkap Manager Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin, SE.

ist.
ist.

Sebelumnya satwa sangat langka dan dilindungi Undang-Undang RI tersebut,  terperangkap bambu penduduk di lokasi Lengsar Desa Cikupa Kecamatan Kawali, Ciamis.

Setelah turun dari Gunung Sawal, yang kemungkinan akibat kemarau panjang, atawa barangkali habitatnya terusik. Sehingga dikabarkan sempat memangsa ternak milik masyarakat.

Sebelum dievakuasi untuk dikarantinakan, menempati kerangkeng besi dan menjadi tontotan warga. Namun nyaris sejak sepekan terakhir satwa buas sepanjang sekitar dua meter, tinggi 0,5 meter berbobot sekitar 150 kilogram berusia sekitar empat tahun ini, berkondisi memprihatinkan.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Dengan beberapa luka pada bagian kepala serta kakinya. Bahkan dikabarkan sempat mengalami dehidrasi.

Rudy Arifin katakan,  justru kini paling diutamakan, penyelamatan serta pemulihan kesehatannya, berbasiskan kesejahteraan satwa.

Lantaran menyejahterakan satwa, berarti memerdekannya termasuk di lembaga konservasi Taman satwa Cikembulan.

Dengan jaminan pengamanan pada habitat menyerupai aslinya, proses pemulihan kesehatan, serta terpenuhinya hak satwa bisa berkembangbiak dengan baik dan sehat, imbuh dia kepada Garut News.

Diingatkan pula, patut dipahami setiap seluruh satwa langka yang dilindungi Undang-Undang RI. Merupakan aset bersama milik bangsa.

Tetapi juga paling patut disadari, upaya pengamanan, penyelamatan, pemulihan kesehatan, serta pemeliharaan dan pengembangbiakannya, justru kudu diutamakan.

Konsepsi juga aplikasinya selama ini, menjadi prioritas para pengelola Taman Satwa Cikembulan, mewujudkan kesejahteraan satwa sekaligus menjadi sarana penelitian dan pengembangan bernuansakan wisata ilmiah atawa bernilai edukatif khususnya bagi kalangan generasi muda kini, dan mendatang.

“Dirgahayu Indonesiaku, merdeka seluruh penghuni Bumi Indonesia,” tandas Rudy Arifin.

Dikemukakan pula, meningkatnya kualitas kepercayaan juga amanah terhadap Taman Satwa Cikembulan menerima “Macan Kumbang Jantan” diberinya nama “Lengsar”, maka total populasi koleksi taman satwanya menjadi 563 ekor pada 114 spisies.

Keberadaan Lengsar, kini menjadi koleksi hunian baru Taman satwa Cikembulan, yang dibangun sejak 2009, sedangkan macan tutul terdapat di Taman Satwa Cikembulan mencapai enam ekor.

Sehingga Kita Semua Penduduk Kabupaten Garut Patut Berbangga, terdapat koleksi paling langka bahkan sangat terancam punah.

*******

John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here