LULUSAN SMK MANDIRI KADUNGORA Garut TERBUKTI BERKOMPETENSI BEKERJA DI LUAR NEGERI

by
Asep Taryudin, S.Pd, M.Pd

“Maknai Penyambutan Tahun Baru Islam 1439 H”

Asep Taryudin, S.Pd, M.Pd

Kepala SMK Mandiri Kadungora Garut, Jawa Barat, Asep Taryudin, S.Pd, M.Pd Beserta Keluarga Juga Seluruh Jajaran Tenaga Pendidikan dan Kependidikan Lembaga Pendidikan Kejuruan Menengah tersebut.

Mengucapkan : Selamat Tahun Baru Islam 1439 H/2017 dengan memaknai Keindahan adalah menysukuri nikmat hari ini, Nikmat yang paling besar adalah Nikmat Usia.

Ketika kita sampai tahun baru, Artinya masih diberikan nikmat, Teruslah senantiasa bersyukur, Selamat Tahun Baru Islam.

Loker Garut

Proses Praktek Mengemudi Diawali Pemeriksaan Kondisi Kendaraan.

Mari Sambut bulan Hijriyah, Bulan baru penuh berkah, Semoga kita selalu menjadi hamba yang bertakwa,  Menyambut gembira tahun baru Hijriyah.

“Kini memiliki sedikitnya tiga lulusan sekolah ini, yang terbukti berkompetensi bisa bekerja di luar negeri. Mereka terdiri dua alumni di antaranya bekerja sebagai teknis industri di Korea Selatan. Sedangkan satu lulusan lainnya menjadi teknisi andal pada Kapal Pesiar Belanda”

Mengemas Detail Perencanaan Proses Pembelajaran dan Praktek Murid.

Sebelumnya upaya nyata bisa mewujudkan lulusan berkompetensi berketerampilan umum, serta dimilikinya keakhlian dan “soft skill” tersebut, dicapai melalui proses panjang bahkan melelahkan.

Sehingga soliditas setiap seluruh pengelola pendidikan ini dalam bekerja mengabdikan dirinya masing-masing, yang ditunjang kondusivitas suasana lingkungan bekerja, senantiasa mendapatkan apresiasi positip bahkan sangat dibanggakan.

Lantaran bisa menciptakan keberhasilan lulusan berkualitas, mereka dapat membidik peluang kerja sebagai teknisi di sejumlah perusahaan berkelas, antara lain pada perusahaan Toyota, Chevrolet, serta Mercedes Benz, ungkap Asep Taryudin.

Karena itu, keakhlian dan “soft skill” seluruh peserta didik sekolah ini pun diwujudkan melalui pembinaan karakter oleh seluruh 21 tenaga pendidik termasuk kepala sekolah, serta tenaga kependidikan lainnya.

Berdisiplin.

Sedangkan dominan penyelenggaraan praktek berbasiskan belajar terjadwal pada proses “Kegiatan Belajar Mengajar” (KBM).

Selain itu pelaksanaan ektra kurikuler, di antaranya belajar dan praktek mengemudi termasuk meningkatkan kompetensi perbengkelan.

Dilaksanakan pula pembinaan dan praktek bidang olahraga antara lain Futsal minimal dua kali dalam sepekan pada Selasa, dan Rabu.

Kemudian pada teori dan praktek mengemudi, detail disajikan proses pelatihan tata cara mengemudi yang baik, serta benar, disiplin berlalu lintas, kepatuhan pada peraturan yang berlaku, sebagai upaya nyata pembentukan karakter yang terpuji.

Belajar Secara Bergantian.

Pada tahun pelajaran ini pun terdapat 165 murid, 30 peserta didik di antaranya perempuan. Mereka masing-masing pada jurusan teknik kendaraan ringan, serta jurusan multi media, pada Kampus SMK Mandiri Kadungora, Seluas Sekitar 2,5 Hektare.

Asep Taryudin, S.Pd, M.Pd katakan, selain diselenggarakan shalat dhuha, pengajian, shalat dhuhur berjamaah setiap harinya, juga sebelum setiap memulai kegiatan belajar mengajar diawali mengaji, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta saling bersalaman.

Sehingga penyelenggaraan sekolah menengah kejuruan naungan Yayasan Pendidikan Ar Rahman ini, sejak didirikannya 1986 hingga kini telah lebih sembilan kali kelulusan masing-masing berkisar 34 hingga 40 lulusan setiap tahunnya.

Banyak di antaranya membidik peluang kerja pada perusahaan perusahaan, serta rata-rata 40 persen lulusan bekerja mandiri pada perbengkelan milik sendiri.

Ruang Praktekum Murid Jurusan Multi Media.

Sedangkan lulusan yang kini bekerja di luar negeri, antara lain pula di Brunai Darusalam dengan bidang pekerjaan teknisi otomotif, serta pengelasan mobil.

Maksimal memberdayakan sumber daya sarana-prasarana dimiliki lembaga pendidikan. Termasuk enam ruang kelas, laboratorium komputer, ruang praktek otomotif, serta sarana olahraga, termasuk Mushala.

Diselenggarakan pula kegiatan ektra kurikuler lainnya, Kepramukaan, Paskibra, Ikatan Remaja Masjid, Basket, serta keterampilan programer komputer.

Ragam penyelenggaraan ektra kurikuler, sebagai upaya penempaan mental, kedisiplinan, sekaligus kualitas nilai-nilai kejururan yang harus dimiliki setiap seluruh siswa.

Para siswa dididik pula memiliki percaya diri, terampil berkomunikasi, bisa beradaptasi, kesiapan menghadapi kondisi darurat.

Senantiasa Mewujudkan Lingkungan yang Ramah Terhadap Anak-anak.

Serta menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan, yang ditunjang aktif dalam berorganisasi, dan senantiasa bisa membangun jaringan maupun relasi tanpa batas.

Pada bagian lain keterangannya, Asep Taryudin mengemukakan, bersamaan gencarnya penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Masih pula terkendala kondisi sarana prasarana. Sehingga masih pada tataran standar pelayanan minimal.

.

Padahal “asa” maupun harapan mewujudkan standar pelayanan pendidikan yang maksimal, masih mendesak bisa segera dipenuhinya tambahan 25 unit komputer, satu unit mesin Diesel, serta pengadaan mesin mobil bertransmisi otomatis/matic.

Karena itu, sangatlah diharapkan pemerintah maupun terdapatnya pihak swasta bisa membantu lembaga pendidikan kejuruan tersebut. Lantaran selama ini pun berupaya maksimal memerankan diri sebagai pemangku kewajiban. Mewujudkan para lulusan berdaya saing dengan kompetensi, dan kesalehan sosialnya.

********