Lukisan Tangan Purba di Maros, Simbol Perjalanan Arwah

0
164 views

GORONTALO, Garut News ( Kamis, 21/01 – 2016 ).

Lukisan tangan purba di dinding tebing yang berbatasan dengan laut berada di Kabupaten Morowali Utara. Temuan ini menambah lukisan tangan di pulau Sulawesi yang sebelumnya ada di Maros Sulawesi Selatan, dan di pulau Muna Sulawesi Tenggara. (Romi Hidayat).
Lukisan tangan purba di dinding tebing yang berbatasan dengan laut berada di Kabupaten Morowali Utara. Temuan ini menambah lukisan tangan di pulau Sulawesi yang sebelumnya ada di Maros Sulawesi Selatan, dan di pulau Muna Sulawesi Tenggara. (Romi Hidayat).

— Temuan tiga lukisan tangan di permukaan batu karst di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, yang menjadi lokasi wilayah kerja Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, menarik untuk diperhatikan.

Semua lukisan batu purba tersebut menunjukkan gambar tangan yang menggapai ke atas dengan jari-jari utuh.

Selain itu, lokasi temuan ini berada di dinding tebing yang tegak lurus di pinggir laut. Kondisi ini tidak mudah dijangkau oleh siapa pun tanpa kemahiran dan peralatan yang memadai.

Foto yang dirilis jurnal Nature, 8 Oktober 2014, menunjukkan gambar tangan ditemukan di dinding gua di Karst Maros karst, Sulawesi Selatan. Lukisan berusia 40.000 tahun, menunjukkan bahwa Eropa tidak lagi dinobatkan sebagai tempat kelahiran seni lama ini. (AFP PHOTO / NATURE / KINEZ RIZA).
Foto yang dirilis jurnal Nature, 8 Oktober 2014, menunjukkan gambar tangan ditemukan di dinding gua di Karst Maros karst, Sulawesi Selatan. Lukisan berusia 40.000 tahun, menunjukkan bahwa Eropa tidak lagi dinobatkan sebagai tempat kelahiran seni lama ini. (AFP PHOTO / NATURE / KINEZ RIZA).

Siapa dan untuk apa lukisan tangan di dinding ini dibuat, hal tersebut hingga kini belum diketahui. Perlu penelitian yang mendalam untuk mengorek informasi keberadaan lukisan ini.

Namun, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Gorontalo, Saiful Mujahid, memberikan penjelasan tentang arti lukisan temuan instansinya ini.

“Lukisan tangan ini merupakan simbol yang diaktualisasikan lewat upacara sakral, pada umumnya terletak di atas ketinggian atau di langit-langit. Ini juga merupakan proses inisasi dan katarsis pembersihan jiwa untuk penolakan bala,” papar Saiful.

Mengutip pendapat Van Heekeren, Saiful Mujahid mengaitkan lukisan tangan dengan religi. Lukisan tangan ini menggambarkan perjalanan arwah orang yang meninggal yang sedang meraba-raba menuju ke alam arwah.

Selain itu, lukisan tangan juga merupakan tanda belasungkawa dari orang-orang yang dekat dengan yang mati.

*******

Penulis : Kontributor Gorontalo, Rosyid A Azhar

Editor : Sabrina Asri/Kompas.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here