Luka Mendalam Warnai Penduduk Punguti Sisa Barang

0
9 views

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Kamis, 19/05 – 2016 ).

Juga Menyisakan Kepedihan Berkepanjangan.
Juga Menyisakan Kepedihan Berkepanjangan.

Hingga Kamis (19/05-2016), masih dengan luka sangat mendalam terdapat penduduk sibuk memunguti beragam barang dinilai bisa dimanfaatkan di antara puing bangunan ludes berserakan terbakar pada area “tempat penampungan sementara” (TPS) Pasar Limbangan di Lapang Pasopati Desa Limbangan Tengah.

Sedangkan garis polisi dipasang sekeliling area tak menghalangi mereka menerabas masuk. Apalagi nyaris sama sekali tak terlihat aparat melakukan penjagaan. Lantaran hampir seluruh aparat terkonsentrasi seputar gedung baru Pasar Limbangan.

Demikian pula kantor Pemerintahan Desa Limbangan Tengah sekitar 20 meter dari area TPS Pasar juga masih berkondisi sunyi-sepi, menyusul kebakaran meluluh-lantakan nyaris seribu unit kios dan los pedagang kaki lima tersebut.

Suasana Hingga Rabu Sore (18/05-2016).
Suasana Hingga Rabu Sore (18/05-2016).

Penduduk terlihat asyik mencari ragam benda berharga, Meski di sana-sini kepulan asap masih cukup menyesakkan dada. Seakan tak khawatir bahaya bisa mengancam.

Selain potongan besi, yang paling banyak disasar barang dagangan kondisinya dinilai masih cukup bagus dan dapat dimanfaatkan. Baik untuk dipakai sendiri maupun dijual. Mulai potongan besi, hingga minuman kemasan dan makanan kaleng.

Para pedagang korban kebakaran merasa kecewa atas sikap Bupati Garut Rudy Gunawan yang dinilai tak menampakkan rasa empati atas nasib dialami mereka. Rudy malahan terkesan menantang pedagang supaya melakukan upaya hukum untuk dihadapinya.

Rudy juga bahkan hanya datang ke Limbangan menemui warga berunjuk rasa di depan gedung baru Pasar Limbangan, tetapi tak menyempatkan diri meninjau lokasi kebakaran.

“Sekalipun menyatakan prihatin atas kebakaran ini, namun raut wajahnya tak sedikit pun memerlihatkan rasa duka atas peristiwa menimpa para pedagang. Dia malah menantang para pedagang melakukan upaya hukum. Jadi tak ada sama sekali harapan jelas diberikan dia bagi para pedagang,” ungkap Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Limbangan (P3L) Basar Suryana.

Dia sangat menyesalkan sikap arogansi Rudy. Sebab, pelbagai putusan hukum terkait kasus pembangunan Pasar Limbangan dikeluarkan pengadilan selama ini juga tak pernah dipatuhinya.

Sehingga kekisruhan pembangunan Pasar Limbangan menjadi berlarut-larut panjang nyaris tak pernah bertepi.

**********

( nz, jdh ).