Longsor Cisewu Bersamaan Bertambahnya Korban Jiwa

0
18 views
Ilustrasi. Perbukitan Menjadi Tebing Curam Lantaran Tergerus Longsor.

“Kasus Kematian Bertambah”

Garutnews ( Ahad, 06/12 – 2020 ).

Bersamaan belum tuntasnya penanganan pascalongsor di Kecamatan Talegong selatan Garut, bencana longsor juga menerjang wilayah tetangganya, Kecamatan Cisewu, Jum’at (04/12-2020).

Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD kabupaten setempat Tb Agus Sopyan katakan, warga terdampak longsor tersebar di Kampung Cigentur RW. 04, Kampung Piket RW. 03, Kampung Sawah Lega RW. 02 Desa Cisewu, dan Kampung Heubeul Isuk RW.06 Desa Pamalayan.

Mereka terpaksa diungsikan pada tiga lokasi terdiri di Madrasah Ibtidaiyah An Nur 282 warga Kampung Cigentur RW.04 Desa Cisewu, di GOR Desa Cisewu 283 warga Kampung Piket RW.03 Desa Cisewu, dan di Gedung Bumdes Pamalayan 20 warga Kampung Heubeul Isul RW.06 Desa Pamalayan.

Terjangan Banjir, dan Longsor di Pameungpeuk.

Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cisewu pun mendirikan posko dan dapur umum untuk menangani para pengungsi terdampak.

Agus Sopyan mengemukakan, luas areal terdampak dan terancam longsoran maupun kerugiannya belum bisa dipastikan lantaran masih dalam pemantauan serta penghitungan.

Kemungkinan dapat diketahui, Sabtu (5/11-2020) setelah asesmen tim BPBD bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan Cisewu, relawan dan unsur lainnya mengklasifikasikan terdampak atau terancam, baik warga maupun harta benda. Bantuan bahan pangan, alas tidur dan selimut juga mendesak segera dibutuhkan mereka.

“Jumlah pengungsi bisa berubah dengan kemungkinan bertambah atau berkurang,” katanya.

Diungkapkan pula hasil pemantauan sementara petugas di lokasi, longsor terjadi sekitar pukul 11.00 WIB, ada kerawanan longsor susulan sebab terdapat ribuan kubik material bongkahan longsoran pada bagian atas (titik utama longsor) bisa mendorong material tanah di bawahnya.

Karena terdapat bendungan air tertahan material longsor. Dikhawatirkan bendungan jebol jika volumenya membesar dan tak tertahan.

Di bawah ujung longsoran, keluar lumpur air tanah dapat menggerakkan tanah bagian atas lebih besar lagi. Di bagian atas longsoran tanah juga terbelah ke dua arah berbeda, yakni ke Kampung Cigentur, dan Kampung Ranca Kupa.

“Perlu ada penelitian/kajian guna menentukan kondisi bahaya/kerawanan di kawasan ini,” katanya pula.

Sedangkan kronologisnya, tebing Gunung Pipiti longsor menimbun area persawahan penduduk menyusul hujan deras mengguyur wilayah tersebut siang hingga malam sepanjang Kamis (03/12-2020).

Mesak tak ada korban jiwa, namun peristiwa ini memaksa sekitar 583 penduduk di Desa Cisewu, dan Desa Pamalayan Kecamatan Cisewu mengungsi ke tempat aman lantaran masih ada potensi longsor susulan yang bisa mengancam pemukiman mereka.

“Kasus Kematian Bertambah”

Bencana alam di wilayah Selatan Garut juga diperparah keseluruhan kasus kematian akibat predator corona bertambah menjadi 57 orang, dengan meninggalnya tiga pasien positif, Sabtu (05/12-2020).

Ketiga pasien positif meninggal dunia terdiri laki-laki (KC-2089) 61 tahun dari Kecamatan Cisompet, perempuan (KC-2115) 62 tahun dari Kecamatan Pasirwangi, dan laki-laki (KC- 2166) 54 tahun dari Kecamatan Tarogong Kaler.

“Mereka meninggal dunia saat masih dalam isolasi perawatan rumah sakit.”

Pasien KC-2089, dan KC-2115 meninggal dunia sehari setelah masuk rumah sakit isolasi perawatan sebab terkonfirmasi positif pada 4 Desember 2020.

Kemudian pasien KC-2166 meninggal dunia bersamaan terkonfirmasinya 24 pasien baru kasus positif lainnya.

Sedangkan total pasien dinyatakan sembuh dari Covid-19 di kabupaten ini bertambah menjadi 1.296 orang.

Terdapat pula 824 pasien positif masih diisolasi perawatan, dan dua pasien positif lainnya menjalani isolasi mandiri.

Keseluruhan Covid-19 di Kabupaten Garut meliputi positif, suspek, kontak erat, dan probable meningkat menjadi 20.305 kasus.

Mereka terdiri 2.179 positif dengan 57 kematian, 3.818 suspek dengan 38 kematian, 14.307 kontak erat, dan satu kasus probable meninggal dunia. Sehingga pandemi tersebut merenggut 96 korban jiwa.

*******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here