Litbang Bappeda Garut Prioritaskan Riset Unggulan Daerah

0
57 views
Agus Kurniawan.

Garut News ( Selasa, 13/03 – 2018 ).

Agus Kurniawan.

Kepala Bidang ‘Penelitian dan Pengembangan’ (Litbang) pada ‘Badan Perencanaan Pembanggunan’ (Bappeda) Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, S.Si., ME  katakan pada 2018 ini antara lain memprioritaskan garapan Riset Unggulan Daerah.

Diagendakan berlangsung pada Mei 2018 mendatang, yang mengangkat isue paling stategis berdasar versi lembaga perguruan tinggi setempat, yang dilibatkan pada rangkaian proses penelitian tersebut.

Pada garapan riset unggulan daerah itu, ditargetkan memiliki dua judul proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis ini, ungkap Agus Kurniawan kepada Garut News di ruang kerjanya, Selasa (13/03-2018).

Sehingga bisa menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi fakta-fakta. Kemudian penyelidikan intelektual tersebut menghasilkan suatu pengetahuan yang lebih mendalam mengenai suatu peristiwa yang dinilai sebagai isue paling strategis di Kabupaten Garut.

Seperti halnya mengenai kemiskinan, dan masih tingginya intensitas angka pengangguran, guna diperoleh latar belakang akar permasalahan penyebabnya. Sekaligus solusi penanggulangannya yang paling efektif dan efisien, imbuh Agus Kurniawan.

Di antaranya bisa melalui pengembangan sektor riel ekonomi lokal, yang diimplementasikan melalui penyusunan kerangka perumusan ragam kebijakan. Sebagai kontribusi bagi institusi teknis terkait di lingkungan Pemkab/Setda Garut.

Dikatakan, kabupatennya pun kini menjadi lokus uji coba pengembangan kentang dataran rendah dan medium, antara lain bervarietas Sangkuriang, serta Dayang Sumbi yang tahan terhadap serangan penyakit maupun hama pada daun.

Sedangkan pada 2019 mendatang, Bidang Litbang menyelenggarakan rencana induk kelitbangan yang menjadi latar belakang penyusunan RPJMD lima tahun berikutnya.

Kepala Bidang Litbang Agus Kurniawan juga menyatakan, seluruh jajarannya pun antara lain berupaya maksimal semakin mendorong penguatan sektor-sektor dominan struktur ekonomi.

D antaranya pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta jasa, yang diselenggarakan selama 2017 lalu.

Sedangkan sektor jasa, antara lain pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. Keseluruhannya bisa segera terwujud dengan penyelenggaraan pembangunan inprastruktur wilayah.

Sehingga aksebilitas dari sumber-sumber produksi ke pemasaran dapat lebih cepat, kemudian pada sektoral diupayakan maksimal bisa memerpanjang rantai produksi sejak dari hulu hingga hilir.

Agar ragam produk komoditi tak hanya dipasarkan berbentuk bahan baku, melainkan berupa barang jadi maupun mata dagangan yang siap saji, imbuhnya.

Saat ini pun, ungkap Agus Kurniawan pula, semakin dikembangkannya komoditi kopi. Lantaran kopi Garut dinilai berkualitas terbaik, yang bisa membidik pangsa pasar luar negeri, maupun berpotensi menjadi mata dagangan ekspor.

Litbang Bappeda mengembangkan pula “Sistem Inovasi Daerah” (Sida), merupakan upaya pengembangan teknologi informasi, yang bisa dijadikan sarana informasi pembangunan.

Sehingga terus dilakukan pelbagai kajian termasuk inventarisasi organisasi kelitbangan secara internal, dan eksternal, ungkap dia.

Mengenai penanganan korban terdampak pascabencana puncak amuk Sungai Cimanuk, 20 September 2016 silam, antara lain dikatakan Agus Kurniawan mengacu pada rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang.

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.