Lirik Lagu Politik

– Bandung Mawardi, Esais

Jakarta, Garut News ( Jum’at, 13/06 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto : John Doddy Hidayat).

Laguku ini ingin kupersembahkan pada paduka jang agung serta mulia/’Kan kudoakan ke hadirat Ilahi semoga paduka tetap sejahtera selalu/Betapa bahagia rakjat Indonesia dalam bimbingan paduka jang mulia….

Siapa masih ingat lirik lagu politik tentang pujian untuk Sukarno?

Lilis Surjani melantunkan lagu Untuk PJM Presiden Soekarno dengan suara merdu dan impresif.

Pujian bagi Sukarno adalah resonansi dari perhatian Soekarno untuk pemuliaan seni di Indonesia, berlatar agenda-agenda politik.

Ingatan lirik lagu politik dari masa silam bersambung ke situasi politik mutakhir.

Para seniman turut menggubah lagu.

Lirik sengaja memuat propaganda.

Diksi cenderung lugas dan tebar pujian.

Kehadiran lirik lagu politik membuat politik memiliki irama dan sensasi.

Marzuki Mohamad dan Balance Perdana P. menggarap lagu berjudul Bersatu Padu Coblos Nomor Dua.

Lagu dipersembahkan untuk Joko Widodo-Jusuf Kalla.

Lagu sengaja masuk ke urusan politik.

Agenda seni dalam politik selalu berisiko.

Lagu menjadi pertaruhan “kesenimanan” dalam permainan imaji-imaji politik.

Seni bergerak untuk pemenuhan misi politik.

Lirik pun mesti mengekspresikan keberpihakan dan anutan ideologi.

Lagu Bersatu Padu Coblos Nomor Dua memuat pesan dan pujian: Badannya kurus, wajah kampungan/ Namun hatinya sinar harapan/ Dengan kerja nyata kau jawab keraguan/ Karena janji-janji sudah membosankan/ Citramu sederhana apa adanya/ Cerminan sikap dari nuraninya…. Lirik mengandung sugesti untuk memberi persepsi keunggulan.

Pilihan kata dimaksudkan membentuk konstruksi biografis, merangsang orang memberi persetujuan dan keberpihakan.

Persembahan lagu membuktikan bahwa seniman mengekspresikan hak politik berdalih mempengaruhi publik agar mencapai konsensus untuk memilih capres-cawapres pada 9 Juli 2014.

Seruan memilih Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat pesan kritis di ujung lagu: Setelah pilihan dan kemenangan/ Kami akan mundur menarik dukungan/ Membentuk barisan parlemen jalanan/ Mengawasi amanah kekuasaan. Pujian tak harus berlebihan. Kritik tetap diajukan sebagai selebrasi demokrasi.

Persembahan lagu untuk Joko Widodo juga dilakukan oleh F. Ida Retnowati, seniman asal Sukaharjo, Jawa Tengah.

Lagu berjudul Jokowi Presidenku digarap sebagai pujian dan keberpihakan.

Propaganda dalam lirik lagu: Pilih yang bersih, bersih tidak korupsi/ Pilih yang merakyat tak dibuat-buat/ Pekerja keras yang tak banyak bicara/ Sederhana, tampil apa adanya.

Lirik lagu tampak gamblang dan terang.

Lagu turut menguatkan ekspresi politik, berharap mempengaruhi publik agar menetapkan pilihan ke Joko Widodo- Jusuf Kalla.

Di kubu pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, lirik lagu juga berperan untuk propaganda.

Rhoma Irama menggubah lagu berjudul Kita Adalah Satu.

Lagu mengisahkan Indonesia dan pemihakan untuk capres dan cawapres.

Berikut ini petikannya: Walau kita beda dalam bahasa/ Walau kita beda dalam budaya/ Walau kita beda dalam agama/ Kita adalah satu/ Kita adalah satu/ Kita adalah satu/ Kita adalah satu/ Prabowo-Hatta/ Prabowo-Hatta.

Lagu memicu publik memberi pujian sambil berjoget bersama Raja Dangdut di panggung politik.

Lagu-lagu bermisi propaganda.

Lirik lagu menjadi ejawantah sikap politik.

Kita pun mulai mengerti bahwa lagu selalu ada dalam episode-episode politik di Indonesia.

*******

Artikel/Kolom : Tempo.co

Related posts

Leave a Comment