Lintasan Pusat Kota Garut Sarat Kendaraan Bermotor

0
47 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 19/06 – 2016 ).

Sarat Disesaki Ragam Jenis Kendaraan.
Sarat Disesaki Ragam Jenis Kendaraan.

Lintasan pusat Kota Garut, Jawa Barat, setiap sore menjelang berbuka Puasa Ramadlan 1437 H/2016 ini.

Sarat disesaki mobilitas ragam jenis kendaraan bermotor, yang hilir mudik memenuhi pusat-pusat perbelanjaan maupun pertokoan.

Terutama pada Jalan A. Yani, Jalan Ciledug, juga padsa titik lokasi Jayaraga, serta Leuwidaun.

Selain itu, pada Bundaran Tarogong Kaler, hingga Bundaran Simpang Lima, dan Bundaran Suci.

Diperparah Banyaknya PKL, serta Parkir Motor.
Diperparah Banyaknya PKL, serta Parkir Motor.

Kondisi tersebut, antara lain diperparah masih banyaknya kalangan para “pedagang kaki lima” (PKL) yang memenuhi nyaris sepanjang trotoar jantung kota itu.

Dalam pada itu, sejumlah anak-anak maupun bocah.

Ternyata nyaris saban harinya masih bisa leluasa bermain sepakbola pada lengangnya seputar pelataran halaman depan gedung “Pedagang Kaki Lima” (PKL) I di Guntur, Garut.

Mereka terdiri anak-anak penduduk sekitar gedung PKL ini, masih nyaman bisa menikmati sarana bermain sepakbola.

Gedung PK I. Masih Sunyi dan Sepi.
Gedung PK 1. Masih Sunyi dan Sepi.

Sebab jangankan pelatarannya, seluruh bangunan gedung bersekat PKL nya pun meski berkapasitas 228 pedagang.

Tetapi juga masih sangat lengang tak dihuni para pedagang.

Kondisi lengang serta “sunyi sepinya” suasana juga berlangsung pada gedung PKL-2.

Padahal berdaya tampung 321 pedagang.

Kedua gedung itupun Masing-masing diperuntukan untuk berjualan komoditi “bodasan”, dan mata dagangan “aksesories”.

Dijadikan Sarana Bermain Anak-anak.
Dijadikan Sarana Bermain Anak-anak.

Sedangkan pada saat bersamaan, di antaranya pada sepanjang lintasan jalan A. Yani atawa pusat Kota Garut yang selama ini dikenal dengan sebutan “Pengkolan” serta Jalan Ciledug, kian cenderung kembali sarat dijejali para PKL.

Mereka tenang bertransaksi berjual beli ragam komoditi pemenuhan kebutuhan konsumen.

Sehingga sanksi yang sempat digembar-gemborkan bakal diterapkan kepada para PKL maupun konsumennya.

“Sekarang semakin mengesankan macan diatas kertas, maupun macan ompong”

Kondisi Sepinya Gedung PKL 2.
Kondisi Sepinya Gedung PKL 2.

Bahkan juga mengesankan, selama ini masih belum ada Bupati Garut yang benar-benar secara menyeluruh dan tuntas bisa menertibkan para PKL terutama setiap menghadapi Puasa Ramadlan dan Lebaran Idul Fitri, saban tahunnya.

Kendati lintasan ruas badan jalan pada pusat kota itu, hanya sejauh sekitar 500 meter.

Namun kenyataannya kondisi tersebut, juga diperparah dengan ragam kendaraan yang seenaknya diparkir di pinggiran lintasan jalan, juga banyaknya gerobak pedagang yang berjualan.

Maka pada perempatan persimpangan jalan kerap terjadi kemacetan.

 

******