Jalan Wisata Cikembulan Diterlantarkan, Helmi Segera Inventarisir

0
49 views
Ilustrasi. Orangutan.

Garut News ( Rabu, 28/03 – 2018 ).

Ilustrasi. Orangutan.

Wakil Bupati Garut, dr H. Helmi Budiman yang kini menjalani cuti kampanye Pilkada serentak 2018 kepada Garut News, Rabu (28/03-2018), katakan jalan wisata melintasi Taman Satwa Cikembulan dipastikan bakal mendapatkan perbaikan dan peningkatan kualitasnya.

Sehingga bakal segera diinventarisir, apakah juga diprogramkan pelaksanaannya pada 2019 mendatang, ungkapnya antara lain.

Menyusul, kondisi jalan sempit, dan rusak selama ini kerap mewarnai kunjungan wisatawan ke Taman Satwa Cikembulan Kadungora Garut, Jawa Barat. Padahal, jumlah pengunjung tempat wisata itu terus mengalami peningkatan setiap tahunnya.

Kurang bahkan tak adanya perhatian Pemkab Garut terhadap kondisi jalan acap menjadi jalur alternatif dari padat – merayapnya kendaraan keluar masuk Garut di musim liburan panjang itu, menjadikan upaya peningkatan jumlah pengunjung tak bisa optimal dibandingkan potensi tersedia.

Padahal kondisi jalan rusak parah tersebut, tak hanya menjadi keluhan pengelola Taman Satwa Cikembulan, dan pengunjung. Melainkan warga maupun pengguna jalan lainnya yang melintas banyak yang mengeluh berat.

Lantaran selain berakibat tak nyaman, juga rawan terjadi kecelakaan. Terlebih pada musim hujan. Sehingga jangan heran di banyak titik lokasi, badan jalan seakan berubah menjadi kubangan kerbau. Jika kondisinya kering, batu-batuan besar, dan tajam pun tampak menonjol siap mengancam pengendara.

Akses menuju Taman Satwa Cikembulan selain sering menjadi jalur alternative pada musim liburan panjang dari arah Bandung menuju Garut maupun sebaliknya, juga merupakan jalur lintasan menuju obyek wisata Candi Cangkuang Leles.

Sehingga kendaraan yang melintasi jalur jalan tersebut kerap terjebak kemacetan. Diperparah pula, terdapat lintasan kereta api tak berpalang pintu antara Cikembulan dengan Leles sering membuat arus lalu lintas kendaraan terhambat.

Selama rentang Januari hingga akhir Desember 2017, jumlah pengunjung Taman Satwa Cikembulan Garut mencapai 140.000 wisatawan. Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 5-10 persen dari tahun sebelumnya.

Manager Taman Satwa Cikembulan Rudy Arifin, SE pun keheranan atas sikap Pemkab Garut terkesan tidak ada perhatian atas kondisi akses jalan menuju Taman Satwa Cikembulan itu.

Padahal keberadaan lembaga konservasi tersebut diakui atau tidak, menjadi ikon edu-wanawisata primadona di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut. Tak sekadar tempat berekreasi keluarga melainkan lembaga yang bisa mengedukasi anak seputar konservasi satwa. Mengenalkan anak akan beragam jenis satwa dilindungi, dan terancam punah.

Pengunjung pun bukan hanya wisatawan lokal Garut melainkan dari berbagai daerah dan pulau di Indonesia, bahkan mancanegara.

Keberadaan Taman Satwa Cikembulan juga mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi warga sekitar dengan pelbagai jenis usahanya. Baik terlibat langsung dalam pengelolaan taman satwa maupun aspek pendukung bagi pemenuhan berbagai kebutuhan, dan kenyamanan para pengunjung.

Namun demikian, kata Rudy, pihaknya terus melakukan penataan, perbaikan, dan penyempurnaan berbagai sarana prasarana di lingkungan Taman Satwa Cikembulan.

Bukan hanya bagi kenyamanan dan keamanan pengunjung, serta pengelola, melainkan juga kenyamanan kelangsungan hidup satwa-satwa yang ada di sana. Seperti gazebo, tempat penginapan, mushola, wahana permainan anak, tempat rehat lain bagi keluarga, perpustakaan, dan tempat parkir.

Di sana juga disediakan fasilitas penunjang klinik satwa, serta diupayakan pada setiap musim liburan panjang terdapat posko kesehatan bagi para pengunjung dengan dikoordinasikan Puskesmas setempat.

Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) para pengelola pun terus ditingkatkan antara lain melalui program “in house training” dengan menghadirkan pakar satwa terkemuka, dan pelatihan Karang Taruna berkaitan kepariwisataan dipandu langsung Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Garut.

*******

NZ/Fotografer : John Doddy Hidayat.