Lintasan Jalan Leles Diterjang Banjir Berarus Deras

0
17 views
Diduga Sangat Minim Penyerapan Air.
Kian Merebak Penambangan Pasir Leles.

“Menjadikan Penduduk Panik”

Garut News ( Kamis, 16/01 – 2020 ).

Lintasan badan jalan penghubung Bandung-Garut di depan pabrik sepatu Changsin hingga depan Alun alun Leles, juga pertigaan jalan menuju obyek wisata Situ/Candi Cangkuang, diterjang banjir Kamis (16/01-2020) sore WIB.

Intensitas banjir berarus deras berketinggian air di lokasi tertentu mencapai ukuran lutut orang dewasa itu, menjadikan arus lalu lintas terganggu. Bahkan banyak penduduk sempat panik berupaya menyelamatkan barang-barang berharga miliknya lantaran luapan air pun menerjang permukiman. Beberapa toko kebanjiran pula.

Beberapa pengendara sepeda motor memaksa menerjang arus air berupaya menahan kendaraannya agar tak terjatuh sehingga warga lainnya turun membantu mendorong kendaraan agar bisa melaju.

“Nyaris setiap turun hujan deras, kondisinya seperti ini. Arusnya juga kencang sebab air datang dari arah atas. Sedangkan kondisi jalan menurun,” ungkap penduduk termasuk Aboy.

Meski tak berlangsung lama, air kembali surut, peristiwa itu mengakibatkan arus lalu lintas mandeg. Antrean kendaraan dari Garut menuju Bandung maupun sebaliknya pada jalur jalan provinsi ini pun memanjang.

Pada waktu bersamaan, banyak ruas jalan sejumlah titik lokasi di kawasan kota Garut, dan sekitarnya dipenuhi banjir cileuncang maupun air comberan akibat hujan deras. Antara lain sekitar kawasan Simpang Lima, Jalan Proklamasi, bahkan Jalan Pembangunan, dan Jalan Patriot depan perkantoran Pemkab setempat.

Belum ada laporan korban maupun kerusakan akibat peristiwa tersebut.

Camat Leles Asep Suhendar mengakui banjir terjadi di sejumlah lokasi karena intensitas hujan sangat tinggi, sedangkan saluran air tak memadai sehingga mesti segera dinormalisasi.

“Kita sudah sampaikan dan rekomendasikan untuk dilakukan normalisasi saluran air. Seperti mulai dari Changsin sampai POM bensin, baik yang ada di kiri dan kanan jalan provinsi,” imbuhnya.

Dikemukakan, ada sejumlah lokasi biasa banjir. Antara lain Kampung Pasar Wetan, dan Cicapar Desa Leles, berketinggian air setinggi 10-15 sentimeter.

“Ada sumber air dari Ciburial, dan Salam Nunggal. Semuanya bermuara pada saluran air tepat di bahu jalan provinsi berkondisi dangkal, dan sempit. Maka tak kuat menampung air. Itu harus segera dilakukan normalisasi saluran air,” katanya.

“Sempat Terputus”

Ilustrasi Longsor Cisewu.

Sedangkan ruas jalan kabupaten di jalur Cisewu menghubungkan Pamalayan, Cicariu, dan Cikarang sempat terputus akibat tertimpa tebing longsor digerus hujan deras, Rabu (15/01-2020) malam..

Kendaraan roda dua maupun roda empat melintas di jalur itu sempat terhambat. Meski kini ruas jalan ini dapat kembali dilewati kendaraan setelah petugas bersama masyarakat melakukan penanganan membersihkan material longsoran dari badan jalan secara manual.

Panjang longsoran pada ruas jalan mencapai sekitar 20 meter, selebar lima meter berketinggian sekitar 0,5 meter.

‘”Alhamdulilah ! Sekarang kendaraan roda empat sudah bisa melewatinya,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang setempat Dedi, Kamis (16/1/2020).

Dikatakan, kejadian longsor dipicu hujan deras itu diduga akibat kolam terdapat di atas jalan tak mampu menampung debit air hujan.

Hujan turun di wilayah Cisewu berlangsung selama nyaris lima jam, sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga 09.00 WIB.

Sebelum terjadi pula longsor nyaris menimpa sebuah bangunan rumah warga di Cisewu kemarin, BPBD Garut mencatat per 1 Januari 2020 hingga kini, di wilayah Kabupaten Garut terjadi sepuluh kali peristiwa bencana tersebar di Kecamatan Kersamanah, Karangpawitan, Kadungora, Banjarwangi, Singajaya, Pakenjeng, dan Bungbulang.

Tak dilaporkan ada korban maupun kerusakan bangunan rumah.

Dari sepuluh kali kejadian bencana, terdiri enam longsor, tiga gempa bumi, dan satu pohon tumbang.

*********

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here