Lima Wasiat Rasulullah SAW yang Utama Menjelang Wafat

0
3 views
Rasulullah SAW berwasiat kepada umat Islam menjelang wafat Rasulullah SAW (ilustrasi) Foto: republika

Rabu 13 Jan 2021 05:55 WIB

Ilustrasi. Foto: Abah John.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

“Rasulullah SAW berwasiat kepada umat Islam menjelang wafat”

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rasulullah SAW meninggalkan wasiat menjelang wafat kepada umatnya. Ada beberapa wasiat yang disampaikan. Berikut ini lima wasiat Rasulullah SAW untuk umat Muslim sebagaimana dilansir dari laman Mawdoo: 

  1. Wasiat sholat

Rasulullah SAW menyampaikan wasiat tentang sholat menjelang wafatnya.  Wasiat ini disampaikan melalui Ali bin Abi Thalib sebagaimana hadits riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah berikut ini:

كان آخر ُكلامِ رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ: الصلاةَ الصلاةَ، اتقوا اللهَ فيما ملكت أيمانُكم “Kata-kata terakhir Rasulullah SAW, ‘sholatlah, sholatlah. Dan takutlah kalian kepada Allah atas hak-hak hamba sahaya kalian'”. 

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ketaatan dengan menunaikan sholat. Sebab menjelang wafat, Nabi SAW tetap memerintahkan untuk menunaikan sholat.

  1. Menutup jendela Masjid Nabawi

Tutup semua jendela di Masjid Nabawi, kecuali jendela Abu Bakar RA setelah dia naik ke mimbar. Wasiat ini disampaikan Rasulullah setelah penyakit yang menyebabkan dirinya wafat. Ini sebagaimana sabdanya:

سُدُّوا عَنِّي كُلَّ خَوْخَةٍ في هذا المَسْجِدِ، غيرَ خَوْخَةِ أبِي بَكْرٍ

  1. Larangan baca Alquran saat rukuk dan sujud

Dilarang membaca Alquran saat rukuk dan sujud. Rasulullah SAW bersabda:

ألَا وإنِّي نُهِيتُ أنْ أقْرَأَ القُرْآنَ رَاكِعًا، أوْ سَاجِدًا، فأمَّا الرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فيه الرَّبَّ عزَّ وجلَّ، وأَمَّا السُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا في الدُّعَاءِ، فَقَمِنٌ أنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ

“Ketahuilah, aku dilarang membaca Alquran dalam keadaan ruku atau sujud. Adapun ruku maka agungkanlah Rabb Azza wa Jalla, sedangkan sujud, maka berusahalah bersungguh-sungguh dalam doa, sehingga layak dikabulkan untukmu.” (HR Muslim dari jalur Abdullah bin Abbas).

  1. Prasangka baik 

Berprasangka baik pada Allah SWT menjelang wafat. Jabir bin Abdullah RA berkata:

سَمِعْتُ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ قَبْلَ مَوْتِهِ بثَلَاثَةِ أَيَّامٍ يقولُ: لا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إلَّا وَهو يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Saya mendengar Rasulullah SAW, tiga hari sebelum wafatnya, beliau bersabda, ‘Janganlah seseorang di antara kalian meninggal dunia, kecuali dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah’.” (HR Muslim).

  1. Berbuat baik kepada perempuan.

Bangun suasana persahabatan yang baik dengan mereka, dan hidup bersama perempuan dengan baik. Hal ini merujuk pada hadits riwayat Muslim dalam Shahih Muslim, dari jalur Jabir bin Abdullah. Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Siapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, jangan ganggu tetangganya, dan berbuat baiklah kepada perempuan. Karena perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk. Tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika diluruskan, akan patah. Jika dibiarkan, tetap bengkok. Maka berbuat baiklah kepada perempuan”. (HR Bukhari dari jalur Abu Hurairah).

******

Republika.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here