Lima Warga Terkunci Papua Terjadi Lonjakan Kasus Garut

0
10 views
Wakil Bupati Garut.

“Positif Corona Menjadi 17 Kasus”

Garut News ( Ahad, 31/05 – 2020 ).

Penerapan karantina wilayah Covid-19, berdampak sejak dua bulan terakhir lima warga Desa Cibunar Cibatu Garut masih terkunci di wilayah Koya Timur Jayapura Papua.

Padahal semula mereka berniat pulang setelah purna masa kontrak kerjanya, namun terganjal karantina wilayah lantaran penutupan bandara, dan pelabuhan.

Sehingga bekal pulang habis digunakan keperluan hidup sehari-hari, maka kini berharap Pemkab Garut bisa memulangkannya ke kampung halaman.

Masih terdamparnya penduduk Garut, Humas Gugus Tugas Covid-19 H. Muksin, M.Si katakan, pihaknya berkoordinasi dan mendapatkan intruksi Bupati, Wakil Bupati bahkan Sekretaris Daerah agar segera mengambil Langkah bisa mendapatkan pertolongan.

“Awalnya agak kesulitan mencari kontak berkoordinasi dengan pihak disana, tetapi sekarang bisa tersambung. Saya mewakili Pemkab segera berupaya supaya warga terdampar bisa secepatnya dievakuasi,“ katanya, Sabtu.

Muksin, juga Kepala Diskominfo kabupaten setempat juga mengemukakan kondisi sekarang, penerbangan Jayapura tujuan Surabaya atau Jakarta masih ditutup.

Sementara tak bisa mengevakuasi langsung saat ini. Namun Pemkab Garut terus berkomunikasi dengan warga terdampar agar kebutuhan-kebutuhan apa saja bisa terpenuhi dulu.

“Berdasar informasi, penerbangan dari Jayapura Papua mulai dibuka 04 Juni 2020. Maka ketika penerbangan dibuka Pemkab Garut memfasilitasi, agar yang terdampar bisa pulang ke Garut. Namun sementara berkomunikasi terus dengan Pemerintah Jayapura juga mereka terdampar, untuk medapat bantuan apa saja dibutuhkan saat ini,“ imbuh Muksin.

Sedangkan upaya persiapan era New Normal diberlakukan pemerintah awal Juni mendatang, Pemkab Garut menggelar rapat kerja melakukan langkah pesiapan bersama para Kepala SKPD di lingkungan Pemkab setempat.

Wakil Bupati dr H. Helmi Budiman juga Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 katakan, implementasi New Normal atau adaptasi kebiasaan baru terkait dengan institusi ini diperlukan persiapan matang.

“Harus ada persiapan kantor-kantor pemerintah juga konsolidasi dengan swasta agar semua pengelola usaha ataupun apapun namanya dikelola masyarakat atau swasta itu menerapkan adaptasi Kebiasaan Baru, paling tidak Standar Operasional Prosedur (SOP)-nya,” ungkap Helmi, Sabtu.

Dikemukakan, sesuai intruksi pemerintah bagi para kepala daerah berstatus hijau dan biru di daerahnya melakukan new normal atau adaptasi kebiasaan baru, sedangkan kuning dan merah, menunggu hingga berubah biru atau hijau.

“Di Kabupaten Garut yang merah hanya Kecamatan Selaawi, lainnya kuning, biru, hijau. Namun kebanyakan kita ini hijau,” katanya pula.

“Positif Corona Menjadi 17 Kasus”

Kasus OTG di Kecamatan Selaawi kembali melonjak dari semula 243 menjadi 267 kasus.

Lantaran terjadi penambahan laporan temuan kasus OTG atas kontak erat tiga kasus positif (KC-14, KC-15, dan KC-16) di kecamatan tersebut hasil tracking dan tracing Tim Sub Divisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten setempat, Ahad (31/05-2020).

“Ada penambahan kasus OTG merupakan kontak erat KC-14, KC-15, dan KC-16 mencapai 24 orang dari Kecamatan Selaawi. Sehingga total kasus OTG merupakan kontak erat KC-14, KC-15, dan KC-16 terdapat 139 orang,” ungkap  Muksin.

Sebelum temuan terkonfirmasinya tiga kasus positif (KC-14, KC-15, dan KC-16) tersebut, jumlah kasus OTG di kecamatan terkenal aneka kerajinan bambunya itu mencapai 128 kasus. Kini jumlah OTG-nya melonjak menjadi 267 kasus.

Kecamatan Selaawi pun menjadi kecamatan terbanyak jumlah OTG-nya dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Garut. Kecamatan juga cukup banyak jumlah kasus OTG-nya yakni Kecamatan Cisurupan 139 kasus dengan satu kasus positif, dan Kecamatan Garut Kota 132 kasus dengan dua kasus positif.

Secara keseluruhan, total jumlah kasus OTG di Kabupaten Garut pun bertambah menjadi 956 kasus tersebar di 15 dari 42 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 216 kasus OTG di antaranya masih dalam tahap observasi dan 740 kasus OTG lainnya dinyatakan selesai masa observasi tanpa ada kasus kematian.

Kondisi tersebut juga diperparah positif Covid-19 di kabupaten ini kembali bertambah menjadi 17 kasus lantaran ada seorang warga asal Kecamatan Leuwigoong terkonfirmasi positif terjangkit Covid-19.

“Ada penambahan satu kasus konfirmasi positif Covid-19, laki-laki 31 tahun asal Kecamatan Leuwigoong. Pasien dilakukan rujukan ke RSU dr Slamet,” kata Muksin.

Selain satu positif, di Kecamatan Leuwigoong tercatat ada 49 kasus ODP. Namun tak ada kasus PDP maupun OTG.

Ditemukannya satu kasus positif Covid-19 di Kecamatan Leuwigoong tersebut, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Garut menjadi 17 kasus. Sembilan kasus di antaranya dinyatakan sembuh, enam kasus dalam perawatan, dan dua kasus meninggal dunia.

Sehingga sebaran kasus positif pun bertambah menjadi pada 10 dari 42 kecamatan. Kesepuluh kecamatan tersebut Kecamatan Selaawi, Tarogong Kaler, Garut Kota, Cibatu, Cigedug, Cisurupan, Wanaraja, Banyuresmi, Cikajang, dan Kecamata Leuwigoong.

“Pada hari sama juga terdapat penambahan ODP dua kasus, dan 24 OTG” 

Secara keseluruhan, terkait Covid-19 di Kabupaten Garut hingga per 31 Mei 2020 mencapai 3.653 kasus, terdiri 17 positif, 67 PDP, 956 OTG, dan 2.613 ODP.

*******

Abisyamil,JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here