Lima Tahapan ‘Sebar Salam’ Jadikan Santri Agen Perubahan

0
102 views
Komitmen yang Ditandatangani Plt. Camat Cikajang Bersama Ragam Komponen Masyarakat Setempat.

Garut News ( Selasa, 23/04 – 2019 ).

Komitmen Bersama yang Ditandatangani Plt. Camat Cikajang Bersama Ragam Komponen Masyarakat Setempat.

Lima tahapan kegiatan ‘Sebar Salam’ (Sehatkan Barisan Santri Dari Dalam) menuju “Pos Kesehatan Pesantren” (Poskestren) Mandiri, dipastikan bisa menjadikan setiap santri/santriwati sebagai agen perubahan dalam mewujudkan ‘Perilaku Hidup Bersih dan Sehat’ (PHBS).

“Lantaran mereka pun dapat menjadi penyuluh sebaya,” imbuh Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat pada Dinkes Kabupaten Garut, Hj. Eulis Dahniar, M.Kes di Aula UPT Puskesmas Cikajang, Selasa ( 23/04 – 2019 )

Bersama Wujudkan Soliditas Menyukseskan PHBS Berbasis UKBM.

Pada penyelenggaraan pembinaan “Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat” (UKBM) ‘Sebar Salam’ menuju Poskestren Mandiri, dikatakan Eulis kelima tahapan kegiatan tersebut terdiri 1. ‘Pepesan’ (Penyampaian Pesan) Sehat, 2. ‘Bintang Bangkit’ (Bimbingan dan Tantangan Bagi Kita).

Kemudian 3. ‘Gerus’ (Gerakan Perbaikan Terus Menerus), 4. ‘Sampul Biru’ (Santri Pulang Bisa Berubah), dan 5. ‘Berpesta Ria’ (Bersih Pesantrenku, Sehat Santriku).

Eulis Dahniar, Detail Presentasikan Kebijakan “Sebar Salam”, Serta PHBS Berbasis UKBM.

Diingatkan Eulis Dahniar, kontribusi cakupan terwujudnya kesehatan masyarakat itu 35 persen ditunjang oleh perilaku, 40 persen lingkungan, lima persen faktor keturunan (genetika), sedangkan dari institusi teknis kesehatan (Dinkes) cakupannya 20 persen.

Bahkan kemampuan penganggaran dari pemerintah pun berkisar 30 persen, sehingga 70 persen di antaranya bersumber dari potensi masyarakat.

Kepala UPT Puskesmas Cikajang Juga Menandatangani Komitmen Bersma.

Sehingga fenomena Poskestren Mandiri, sama sekali tidak identik dengan wujud gedung maupun sarana bangunan fasilitas kesehatan, melainkan dimulainya PHBS, yang bisa dilanjutkan dengan jalinan kerjasama Poskestren dengan Puskesmas.

Agar UKBM di lingkungan pesantren ini berbasiskan dari, oleh, dan untuk masyarakat dengan senantiasa mengedepankan upaya promotif dan preventif, rehabilitatif, tanpa mengabaikan upaya kuratif, tandasnya.

Cakupan Wilayah Operasional UPT Cikajang.

Sebagaimana diyakini Plt. Camat Cikajang, Parhan. Dia antara lain mengemukakan pesantren bisa menjadi promotor dan inovator bagi kesehatan masyarakat. Ungkapan harapan senada juga mengemuka dari Kepala UPT Puskesmas Cikajang, dr Hj. Vinta Vini Dijah. P.

Jajaran Pengurus MUI kabupaten setempat, detail pula mempresentasikan membangun perilaku hidup sehat yang Islami, dasar PHBS adalah ibadah lantaran kebersihan dan kesehatan sebagai kebutuhan yang azasi.

Penyajian Kebersihan, dan Kesehatan dari Perspektif Islam.

Adapun tiga kesepakatan, terdiri Sosialisasikan Poskestren di Pondok Pesantren masing – masing, Pembentukan Santri Husada, serta Pembinaan dari pihak Puskesmas pada wilayah Kecamatan Cikajang.

Kemudian dituangkan pada komitmen ditandatangani Plt. Camat Cikajang, Parhan bersama beragam elemen dan komponen masyarakat di wilayah kecamatan tersebut, antara lain disaksikan Eulis Dahniar, M.Kes.

Sajikan Model Percontohan Poskestren.

Disajikan ragam model percontohan penyelenggaraan UKBM  ‘Sebar Salam’   Poskestren Mandiri Hidayatul Faizin Bayongbong sejak 2017, dipresentasikan Ust. Abdul Rozzaq, yang antara lain menjelaskan wujud santri peduli kesehatan, tanaman obat keluarga, dari santri, oleh santri, dan untuk santri.

Sedangkan 10 wilayah kecamatan prioritas pembinaan UKBM ‘Sebar Salam’ menuju Poskestren Mandiri, meliputi Kecamatan Pasirwangi, Kersamanah, Leles, Sukaresmi, Cikajang, Bayongbong, Cigedug, Cisurupan, Pakenjeng, dan wilayah Kecamatan Banjarwangi.

***********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here