Legenda Situ Bagendit Masih Tertutup Eceng Gondok

Garut News ( Ahad, 09/02 – 2014 ).

Bagendit Dikepung Eceng Gondok. (Foto: John Doddy Hidayat).
Bagendit Dikepung Eceng Gondok. (Foto: John Doddy Hidayat).
Meski kini di Kabupaten Garut, Jabar, bermunculan potensi wisata baru dengan beragam daya tariknya.

Namun Situ Bagendit masih bertahan sebagai kawasan obyek daerah tujuan wisata (ODTW) terfavorit.

Bahkan ini berlangsung sejak zaman pemerintahan kolonial Belanda berabad-abad lalu.

Situ Bagendit biasa diserbu pengunjung pada Sabtu dan Ahad, atawa hari-hari libur lain.

Mereka tak hanya warga Kabupaten Garut, melainkan dari pelbagai daerah.

Mengunjungi Situ Bagendit di Desa Bagendit, Banyuresmi tersebut, wisatawan tak hanya disuguhi bentangan pemandangan alam termasuk perairan luas, melainkan juga panorama pegunungan.

Cenderamata Bagendit. (Foto: John Doddy Hidayat).
Cenderamata Bagendit. (Foto: John Doddy Hidayat).
Nampak menyerupai benteng kokoh mengelilingi kawasan Garut kota, seperti Gunungapi Guntur, Puteri, Gunungapi Papandayan, Cikurai, Karacak, Talagabodas, dan Gunung Sadakeling.

Paling kontras, dipastikan Gunung Guntur seakan menjelma menjaga Situ Bagendit siang malam.

Semburat bernas cahaya matahari bersama lembayungnya di balik Gunung Guntur, juga indah berkilau pada permukaan Situ Bagendit sore hari.

Seiring para pengusaha rakit dan pedagang di kawasan berbenah pulang.

Pengunjung bisa menikmati keelokan Bagendit dari taman ditumbuhi peneduh sambil menikmati aneka jajanan pada sejumlah kios.

Atawa dari pinggiran kawasan hutan kota sebelah utara sambil bercengkerama bersama keluarga di bangku taman, gazebo, maupun selter.

Menikmati pemandangan Situ Bagendit tentu lebih mengasyikkan jika dilihat dari permukaan danau sambil berkeliling naik rakit, dan sosoangan disewakan penduduk setempat.

Ironis, pengunjung sulit menikmati keindahan permukaan air di malam hari berkerlap kerlip memantulkan cahaya bintang dan bulan di langit kelam.

Lantaran, sekitar kawasan obyek wisata Situ Bagendit tak tersedia hotel atau penginapan.

Selain tak tersedia akomodasi, pengunjung juga sukar berlama-lama di sana.

Sebab, dari total luas sekitar 125 hektare, terairi hanya sekitar 80 hektare.

Itu pun sebagian besar dipenuhi enceng gondok dan teratai.

Selebihnya pendangkalan parah, dan berubah menjadi areal sawah.

Padahal pengelola Situ Bagendit berupaya melengkapi beragam fasilitas menjaring kedatangan pengunjung.

Termasuk pembangunan kantor, kamar kecil, dan benteng sebelah timur.

Di tengah taman juga disediakan pentas live music.

Bisa dikunjungi wisatawan sebagai salah satu rangkaian ODTW di Kabupaten Garut bersama kawasan wisata Taman Satwa Cikembulan Kadungora, Situ dan Candi Cangkuang Leles, kawasan industry kulit Sukaregang, serta kawasan Pemandian Air Panas Cipanas Tarogong Kaler.

“Ya meski terasa banyak kekurangan. Saya cukup sering datang ke sini lantaran suasana cukup nyaman. Biarpun pemandangan airnya kurang sebab tertutupi eceng gondok dan teratai. Tapi di satu sisi, bisa saja kita nikmati sebagai keindahan tersendiri. Apalagi melihat bunga-bunga teratai mekar,” kata Indri(32), pengunjung asal Tarogong Kidul, Sabtu (08/02-2014).

******

Zainul, JDH.

Related posts

Leave a Comment