Ledakan Kasus ‘Laki Sex Laki’ Gemparkan Garut

0
53 views
"Peningkatannya Menembus 202 Kasus"
Grafik Kenaikan Sangat Signifikan Faktor Resiko Laki Sex Laki.

“Peningkatannya Menembus 202 Kasus”

Garut News ( Kamis, 25/06 – 2020 ).

Ledakan kasus ‘Laki Sex Laki’ (LSL) bisa menggemparkan Garut di tengah pandemi maut coronavirus disease 2019 (Covid-19) juga masih menjadi predator, yang menakutkan. 

Lantaran selama sembilan tahun terakhir perilaku LSL tersebut, peningkatannya menembus 202 kasus dari delapan (2012) menjadi 210 orang terinfeksi HIV/AIDS (Mei 2020) terdiri 78 AIDS dan 132 HIV, sehingga intensitasnya mengungguli tujuh populasi kunci beresiko tinggi lainnya.

Radius Penyebarannya Pada 39 dari 42 Kecamatan di Kabupaten Garut.

Masing-masing pengguna ‘narkoba dan zat adiktif suntik’ (penasun) atau IDUs (injecting drug users) dari 181 kasus (2012) menjadi 188 terinfeksi HIV/AIDS (2020) meningkat tujuh kasus, pada periode sama pasangan Resti perempuan dari 61 kasus menjadi 164 atau bertambah 103 kasus.

HRM pria resti dari 22 menjadi 112 meningkat 90 kasus, pasangan Resti laki-laki semula delapan menjadi 34 meningkat 26 kasus, wanita pekerja sex (WPS) dari satu menjadi dua atau hanya bertambah satu terinfeksi AIDS, prinatal/anak dari 10 menjadi 16 meningkat enam kasus.

Detail Produk Pendataan.

“Sedangkan yang tak terindentifikasi semula 0 (2012) kasus menjadi lima terinfeksi AIDS pada Mei 2020,” ungkap Direktur Eksekutif PKBI Kabupaten Garut Denden Supresiana.

Pada ‘stake holder meeting program NFMc GF ATM AIDS Dukungan Program Indonesia HIV Response : Eliminating the AIDS Epidemic in Indonesia by 2030’ digelar ‘Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia’ (PKBI) kabupaten setempat, Selasa, hingga Mei 2020 detail terungkap 755 warga kabupaten ini terinfeksi HIV/AIDS.

Mereka 324 HIV dan 431  AIDS tersebar pada 39 dari 42 wilayah kecamatan di kabupaten itu, 181 di antaranya tewas berkondisi sangat mengenaskan.

Dengan faktor resiko didominasi ‘Laki Sex Laki’ (LSL) mencapai 210 kasus terdiri 78 terinfeksi AIDS serta 132 HIV, disusul 188 IDU’s/Penasun maupun jarum suntik narkoba meliputi 135 terinfeksi AIDS dan 53 HIV.

Ketua PKBI Cabang kabupaten tersebut, Ir H. Ahmad Sartono, M.Si antara lain mengingatkan, permasalahan HIV/AIDS jika tak diantisipasi bisa menjadi penyakit bersama.

Sebab hasil evaluasi PKBI, kasus ini semakin bertambah sehingga diperlukan dukungan penanggulangan serta pencegahannya dari instansi pemerintah dan pelbagai pihak.

“Garut bisa terbebas penularan HIV/AIDS dengan itikad yang sama, menanggulanginya ,” imbuh Ahmad Sartono, antara lain menegaskan.

Direktur Eksekutif PKBI kabupaten setempat, Ir Denden Supresiana juga mengemukakan faktor resiko pasangan Resti perempuan mencapai 164 kasus (96 AIDS dan 68 HIV).

Faktor resiko pasangan Resti laki-laki 34 kasus (18 AIDS dan 16 HIV), waria 24 kasus (15 AIDS dan 9 HIV), wanita pekerja sex dua kasus terinfeksi AIDS, perinatal/anak 16 kasus (11 AIDS dan 5 HIV), serta tak terindentifikasi lima kasus terinfeksi AIDS.

Berdasar golongan usia kurang dari satu tahun hingga 59 tahun, yang didominasi kelompok usia produktif 25 hingga 39 tahun mencapai 567 kasus (322 AIDS dan 245 HIV). Dari totalitas 755 terinfeksi HIV/AIDS itu, 181 meninggal dunia, 460 sudah terafi ARV, dengan estimasi ODHA Kemenkes 2015 (978 kasus).

Menurut jenis kelamin terdiri 509 laki-laki (285 AIDS dan 224 HIV), serta 246 perempuan (146 AIDS dan 100 HIV). Sedangkan penyebaran terbanyak di wilayah Kecamatan Garut Kota mencapai 223 kasus (147 AIDS dan 76 HIV).

Kemudian Tarogong Kidul 103 kasus (66 AIDS dan 37 HIV), serta 52 kasus di wilayah Kecamatan Tarogong Kaler (31 AIDS dan 21 HIV). Sehingga desain umum tujuan program intervensi PKBI meliputi ‘getting to zero, zero new infections, zero discrimination, dan zero aids related deaths’, ujar Denden Supresiana.

Diungkapkan pula permasalahan alur jaminan sosial kesehatan, penanganan jika terjadi ‘force major’, pemenuhan kebutuhan petugas penjangkauan, pertemuan rutin, belum adanya payung hukum maupun Perda, serta program intervensi yang bisa berakhir.

Dalam pada itu update data, Kamis (25/06-2020) Pukul 21:26:25 WIB, bersumber Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut menunjukan, totalitasn kasus mencapai 4.619 orang. Terdiri terkonfirmasi positif 26, PDP 76, ODP 2.709 kasus, serta OTG 1.808 kasus.

Ilustrasi. Gedung DPRD Garut.

“Garut Disemarakan Penolakan RUU HIP”

Dilaporkan pula Garut disemarakan penolakan RUU HIP, ribuan massa warga Garut dari beragam elemen bergabung Garut Anti Komunis mendatangi gedung DPRD mereka menyuarakan penolakan terhadap Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), Kamis (25/06-2020).

Dicurigai kedalamannya bertujuan mengubah Pancasila menjadi Trisila, Ekasila (Gotong Royong), massa pun tak hanya menolak RUU HP melainkan pula menolak penggantian nama RUU HIP tersebut yang bertujuan sama dengan RUU HP.

Massa mendesak aparat penegak hukum segera memproses hukum fraksi-fraksi pengusung RUU HIP, lantaran diduga kuat melakukan tindak pidana makar terhadap ideologi negara (Pancasila).

Pembersihan simbol dan paham komunisme, marxisme, dan leninisme dari bumi NKRI, serta pemutusan hubungan diplomatik RI dengan RRC juga menjadi tuntutan disuarakan massa.

“DPR RI dan Pemerintah terkesan saling lempar. Kata DPR RI terkait RUU ini ada di tangan Presiden. Kami dengan tegas meminta DPR RI dan Pemerintah untuk mencabut RUU ini atau dihentikan !” tandas Inisiator Presidium Garut Anti Komunis Dedi Kurniawan di sela aksi demonstrasi.

Dia berharap apa yang disuarakan massa di Garut itu disampaikan DPRD Garut ke Pemerintah Pusat dan DPR RI.

“Segera hentikan (pembahasan RUU HIP), dan cabut RUU HIP ini ! Jangan sampai ada istilah menunda !” tegas Ketua DPC Parmusi Garut itu.

Dia menilai mengganti Pancasila dengan Trisila, Eka Sila perbuatan makar, dan melanggar Undang Undang Nomor 27/1999 tentang Kedaulatan Negara.

Menyikapi aspirasi massa, Wakil Ketua DPRD Garut dari Fraksi Gerindra Enan menyatakan kesiapan DPRD Garut menyampaikan aspirasi massa ke DPR RI.

Hadir menyertai Enan, legislator Fraksi Golkar Deden Sopyan; legislator Fraksi Gerindra Luku Gandi Nan Rajati, Ade Rijal dan Dedi Suryadi; serta legislator Fraksi PPP Ayi Suryana; serta legislator Fraksi Demokrat Cucu Suhendar, dan Riki M Sidik.

Tak ada aksi anarkhi selama aksi unjuk rasa berlangsung.

*******

Abisyamil, JDH/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here