Layangan Bertali Kawat Dominasi Gangguan Jaringan Listrik

Garut News ( Selasa, 09/09 – 2014 ).

Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. (Foto: John Doddy Hidayat).

Sampai sekarang, permainan layang-layang menggunakan tali kawat sebagai faktor dominan terjadinya gangguan aliran listrik PLN di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Lantaran, penggunaan tali kawat pada layang-layang kerap menyebabkan kerusakan jaringan listrik PLN sehingga berdampak terjadinya pemadaman listrik di beberapa wilayah.

Berdasar catatan PLN Area Garut, sejak Januari hingga Juli 2014 terjadi 529 kasus gangguan PLN akibat layang-layang bertali kawat atawa 70% dari total gangguan.

Kedmudian lantaran pohon tumbang 74 kasus (10%), peralatan JTM 55 kasus (7%), bencana alam 50 kasus (7%), dan komponen JTM 46 kasus (6%).

Kondisi ini tak beda jauh dengan tahun sebelumnya.

Gangguan PLN akibat layang-layang bertali kawat terjadi 794 kasus (69%), bencana alam 120 kasus (11%), pohon tumbang 97 kali (8%), komponen JTM 87 kasus (8%), dan peralatan JTM 49 kasus (4%).

“Pernah akibat layang-layang bertali kawat ini, Gardu Induk Cilawu rusak berat. Travonya terbakar dan terjadi pemadaman nyaris setengah wilayah Garut. Maka sekarang di sekitar Gardu Induk Cilawu dipasang jaring mengantisipasi layangan bertali kawat putus dan jatuh sekitar Gardu Induk,” kata Manajer PLN Area Garut, Nono Mulyono, Selasa (09/09-2014).

Kata Nono, beberapa kali dilakukan sosialisasi pada masyarakat agar tak menggunakan tali kawat apabila bermain layang-layang, bahkan dibentuk tim di setiap rayon melakukan operasi, namun hasilnya belum efektif.

PLN juga kesulitan melakukan penindakan terhadap pelaku kedapatan menggunakan tali kawat saat bermain layang-layang sebab belum ada payung hukum yang jelas.

“Sejauh kita tahu, perbuatan ini sekalipun bisa mengganggu bahkan merusak jaringan PLN, tak termasuk perbuatan kriminal melainkan tindak kenakalan atau vandalisme,” ujar Nono seusai beraudensi dengan DPRD di Gedung DPRD Garut Jalan Patriot.

Karena itu, pihaknya meminta Pemkab Garut turun tangan mengatasi persoalan tersebut.

“Kan ada Perda K-3. Mudah-mudahan apabila direvisi nanti, soal pelarangan menggunakan kawat pada layang-layang ini bisa dimasukkan, berikut sanksi pelanggarannya. Bagaimanapun selain merugikan orang banyak akibat listrik terganggu, penggunaan kawat dapat membahayakan pemain layang-layang itu sendiri jika tersengat listrik,” imbuh Nono, mengingatkan.

******

Noel, Jdh.

Related posts