LAPAN Tumbuhkembangkan Generasi Muda Terhadap Penerbangan Antariksa

0
20 views
Ilustrasi. 'Stasiun Peluncuran Roket' (Staspro) LAPAN.
Ilustrasi. Balon Udara Produk Warga Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul Garut.

“Kompetisi Edukasi Keantariksaan Mahasiswa Indonesia”

Garut News ( Ahad, 25/08 – 2019 ).

Guna menumbuhkembangkan kecintaan serta minat generasi muda terhadap teknologi penerbangan dan antariksa, ‘Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional’ (LAPAN) kembali menggelar kompetisi edukasi keantariksaan bagi mahasiswa di seluruh Indonesia pada Sabtu-Minggu (24-25/08-2019). 

Ajang ‘Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia’ (Komurindo) ke-11, dan ‘Kompetisi Muatan Balon Atmosfer’ (Kombat) ke-5 tersebut, berlangsung di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut, Cilauteureun Pameungpeuk.

Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin katakan, digelarnya kompetisi edukasi keantariksaan ini, LAPAN bekerja sama dengan ‘Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi’ (Kemenristekdikti) serta Pemkab setempat sebagai rangkaian peringatan Hari Keantariksaan pada 6 Agustus, Hari Ulang Tahun ke-56 LAPAN, dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24.

“Sasarannya kalangan mahasiswa sebagai generasi muda menjadi dasar untuk peningkatan kapastias sumber daya manusia menuju kemandirian bangsa. Sehingga lewat kegiatan ini diharapkan mampu memupuk rasa persatuan, kesatuan, dan nasionalisme, untuk menjaga martabat dan kedaulatan NKRI melalui penguasaan teknologi penerbangan dan antariksa,” imbuh Thomas kepada wartawan, Ahad.

Dikemukakan, kompetisi terbagi tiga kategori, terdiri Muatan Roket bertema “Pemantauan Grafis Sikap Luncur Roket Uji Muatan dalam Visualisasi Odometri Tiga Dimensi (3D odometry graphics visualization)”; Wahana Sistem Kendali dengan tema “Perancangan wahana dengan propulsi EDF (Electric Ducted Fan), dan sistem kendali untuk mencapai sasaran secara horizontal”; serta Muatan Balon Atmosfer bertema “KOMBAT Rawinsonda for Tropopause Observation”.

Beda dengan tahun-tahun sebelumnya diselenggarakan setiap tahun, kali ini LAPAN melaksanakannya setiap dua tahun. Untuk lebih mengoptimalkan persiapan peserta agar diperoleh hasil lebih berkualitas.

“Dibandingkan 2017, juga kali ini ada peningkatan jumlah peserta kategori Muatan Balon Atmosfer semula 16 tim menjadi 24 tim,” ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya pada 2018, dilakukan seleksi tahap I (proposal) meloloskan Tim Muatan Roket (30), Wahana Sistem Kendali (32), dan Muatan Balon Atmosfer (30). Kemudian seleksi Tahap II berupa workshop menyeleksi Tim Muatan Roket (20), Wahana Sistem Kendali (25), dan Muatan Balon Atmosfer (24). Hasil seleksi tahap kedua itulah diikutkan uji fungsi, dan uji terbang di Garut.

********

(Abisyamil/Fotografer : John Doddy Hidayat).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here