Lantunan Gema Takbir, Tahlil, dan Tahmid Berkumandang

“Penduduk Kampung Panawuan Sukajaya Tarogong Kidul, Juga Selenggarakan Shalat Id, dan Pemotongan Hewan Kurban, Sabtu (04/10-2014) Pagi”

Garut News ( Sabtu, 04/10 – 2014 ).

Anak-Anak Kampung Panawuan Bertakbir Sejak Jum'at (03/10-2014) Pada Salah Satu Mushola. (Foto : John Doddy Hidayat).
Anak-Anak Kampung Panawuan Bertakbir Sejak Jum’at (03/10-2014) Pada Salah Satu Mushola. (Foto : John Doddy Hidayat).

Sebagian Penduduk Garut, Jawa Barat, melaksanakan shalat juga menyimkam khutbah Idul Adha 1435 H/2014 M, Sabtu (04/10-2014) pagi.

Berlangsung pada beberapa tempat, antara lain diwarnai lantunan gema takbir, tahlil, dan tahmid berkumandang dari seluruh penjuru mata angin.

Ternyata mereka bukan hanya warga Muhammadiyah, melainkan juga masyarakat lainnya yang merayakan hari raya kurban hari ini.

Namun proses penyembelihan hewan kurban, hanya sebagian memulai pelaksanaannya pada hari sama.

Seperti di lingkungan Panti Asuhan Muhammadiyah Lio Kelurahan Ciwalen Garut Kota. Sedangkan lainnya pada keesokan hari, atawa hari kedua dan ketiga pasca Shalat Id.

“Untuk penyembelihan hewan kurban kan selain pada hari H Shalat Id, juga bisa pada tiga hari tasyrik, yaitu tiga hari terlarang bagi umat Islam berpuasa,” ujar Sa’adah(65) pengurus Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Garut.

Pada khutbahnya, imam dan khatib Salat Idul Adha di halaman Masjid Darul Muttaqien, Ahmad Hidayat, mengingatkan perlunya keseimbangan kemajuan ilmu pengetahuan dengan kekokohan iman serta ketinggian akhlak.

Agar Umat Islam bisa meraih kebahagiaan hakiki sekaligus tampil memimpin kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara dengan baik.

Sehingga bukan hanya sekadar menjadi penonton, bahkan obyek perbudakan pihak lain.

Menurutnya, kebahagiaan hakiki diperoleh ketika manusia memposisikan dan memfungsikan pengabdian secara seimbang antara dunia dengan akhirat.

Dunia dan hal keduniawian hanya merupakan jembatan amal menuju kehidapan akhirat.

Mementingkan kehidupan dunia dengan segala kemajuan intelektualnya tanpa diimbangi kualitas moral, akhlak, dan iman hanya mampu menyelesaikan sebagian persoalan hidup, bahkan bisa menimbulkan bencana dan malapetaka baru, imbuhnya mengingatkan.

“Karena itu, kemajuan iman, ketinggian akhlak, serta kemajuan intelektual dan teknologi harus bergerak bersama-sama dengan seimbang. Seperti diingatkan Allah SWT dalam surat Almujadalah ayat sebelas. Derajat dan keunggulan hidup manusia hanya bisa dicapai ketika iman dan ilmu terintegratif, berkembang bersama dalam kehidupan manusia itu sendiri,” ungkapnya, menyerukan.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment