Lantaran Terdesak Kebutuhan Keluarga Terpaksa Menipu

Garut News ( Sabtu, 11/01 – 2014 ).

Ilustrasi, Lima Ton Kapasitas Ruas Jalan Pembangunan Garut, Kerap Dilintasi Pengemudi Tanker LPJ Berbobot 15 Ton. (Foto : John Doddy Hidayat).
Ilustrasi, Lima Ton Kapasitas Ruas Jalan Pembangunan Garut, Kerap Dilintasi Pengemudi Tanker LPG Berbobot 15 Ton. (Foto : John Doddy Hidayat).

Upaya pencarian selama nyaris dua tahun, korban penipuan pencari tenaga kerja bisa berhasil menemukan terduga pelaku, bahkan langsung menciduknya sendiri, Jumat (10/01-2014).

Sedangkan proses pertemuan korban dengan terduga pelaku penipuan berlangsung tak sengaja.

Hari itu, korban Dian(40), memfotokopi surat sekitar kantor Disdik Kabupaten Garut, bersua terduga pelaku, MS(41) penduduk Kampung Ciburuy, Pamalayan Kecamatan Bayongbong.

MS juga memfotokopi sesuatu.

Tak lagi menyia-nyiakan kesempatan, Dian menangkap MS tanpa perlawanan terduga.

MS kemudian sempat ditahan di Pos Keamanan Disdik sebelum dibawa ke kantor Satpol PP.

Tuntas diperiksa, MS diserahkan pada Polsek Tarogong.

Dian katakanb, MS pada 2012 lalu menipu ayah korban dengan meminta uang Rp1,5 juta, menjanjikan ayah korban dimasukkan bekerja sebagai sopir di Pertamina.

Namun usai menerima uang muka Rp1 juta, MS raib menghilang tanpa kabar apapun.

“Setelah pelaku menerima uang muka, dia menghilang. Dicari ke sana ke mari enggak ketemu. Ketemu-ketemu di tempat foto kopi. Ya langsung saja saya tangkap,” ungkap Dian.

Dikemukakan, sewaktu ditangkap ternyata MS menunggu janji ketemu dengan calon korban lain.

“Modusnya sama, dia menawarkan pekerjaan pada korban dijadikan sopir pada salah satu perusahaan bergerak di bidang batu bara,” katanya.

Di depan petugas, MS katakan dirinya terpaksa melakukan penipuan lantaran terdesak kebutuhan rumah tangga.

“Sesudah berhenti kerja di Bogor tahun 2008, sampai sekarang saya enggak punya pekerjaan. Sementara keluarga kudu tetap dihidupi. Ya, akhirnya melakukan perbuatan ini sebab terdesak kebutuhan keluarga,” kata MS, berkilah.

MS juga mengaku belum pernah melakukan penipuan terhadap calon PNS, meski selama ini dirinya keerap beroperasi pada lingkungan perkantoran pemerintah.

“Jujur Pak. Saya baru nipu lima orang. Uang saya terima juga baru Rp5 jutaan. Itu terdesak kebutuhan keluarga,” katanya.

****** Zainul, JDH.

 

Related posts