KWT Nangorak Tingkatkan Imunitas Konsumsi Produk HNI

0
91 views

Garutnews ( 07/12 – 2020 ).

“Kelompok Wanita Tani” (KWT) pada Posyandu ‘Mandiri’ di Kampung Nangorak RW.03 Desa Sukahati Kecamatan Cilawu, berupaya meningkatkan imunitas dengan mengonsumsi ragam produk “Halal Network International” (HNI). 

Mereka mendapat pemahaman dari pengelola Halal Mart Panawuan, Ny. Susi Budiani (WA 085315246650), detail menjelaskan upaya meningkatkan kualitas daya tahan tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat, antara lain mengonsumsi produk halal.

Kelengkapan Posyandu Mandiri.

Di antaranya  mengonsumsi suplemen, obat-obatan juga kosmetika yang tak mengandung  unsur kimia, bahkan dijamin “halal”. Produk PT.HPAI – Halal Network International (HNI).

Kalangan ibu rumah tangga pun berpeluang menjadi pengelola “Halal Mart”, yang  sekaligus aktif mengedukasi masyarakat lingkungannya masing-masing agar berpola hidup bersih, dan sehat.

Edukasi Perilaku Hidup Sehat.

Lantaran  pola hidup bersih dan sehat dengan dimilikinya imunitas tubuh yang prima, sebagai upaya mencegah penularan ragam wabah penyakit termasuk mencegah penyebaran predator corona, ungkapnya kepada Garut News, Senin (07/12-2020).

Ketua Posyandu Mandiri, Ny. Elis Linda H katakan, selain menyelenggarakan tugas dan fungsi organisasinya. Juga selama ini kalangan ibu-ibu KWT saban pekan menyelenggarakan kegiatan Jum’at Berkah.

Berupa membagikan sedikitnya 160 nasi bungkus dengan lauk-pauk bergizi setiap selesai Shalat Jum’at di Masjid Al Kautsar, sedangkan kegiatan lainnya berupa kegiatan opsih Kamis setiap pekannya.

Kerap pula menyelenggarakan jalan sehat bersama keluarga masing-masing hingga ke perbukitan kaki  Gunung Cikuray, serta kawasan perkebunan teh Dayeuh  Manggung.

Namun kegiatan menanam sayuran termasuk apotik hidup serta tanaman obat di pelataran seputar Sekretariat Posyandu Mandiri, acap terkendala kesulitan air untuk menyiraminya.

“Cegah Covid-19”

Tingkatkan Kualitas Imunitas Dengan Produk Sehat, dan Halal.

Ragam upaya penduduk tersebut, juga sebagai upaya mewujudkan warga sejahtera dan sehat sekaligus mencegah penularan Covid-19.

Lantaran penularan Covid-19 di Kabupaten Garut kembali melonjak mencapai 2.301 kasus, menyusul ditemukannya 122 kasus baru positif Covid-19 dalam sehari, Ahad (06/12-2020).

Penambahan 122 kasus baru positif tersebut merupakan volume harian tertinggi dalam perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten setempat selama ini.

Sebelumnya, volume harian tertinggi kasus positif mencapai 111 kasus pada 24 oktober 2020.

Koordinator Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Muksin katakan, dari 122 kasus baru positif Covid-19, berasal dari 25 Kecamatan. Yakni Tarogong Kidul (15 kasus), Wanaraja (13 kasus), Garut Kota (12 kasus), Banjarwangi (12 kasus).

Kemudian Cikajang (12 kasus), Karangpawitan (7 kasus), Sukawening (6 kasus), Tarogong Kaler (5 kasus), Kersamanah (5 kasus), Samarang (5 kasus), Cisompet 5 kasus), Bayongbong (4 kasus), Cibatu (3 kasus), Banyuresmi (2 kasus).

Cigedug (2 kasus), Leuwigoong (2 kasus), Balubur Limbangan 2 kasus), Pangatikan (2 kasus), Pasirwangi (2 kasus), Cikelet (1 kasus), Cilawu (1 kasus), Cisurupan (1 kasus), Kadungora (1 kasus), Singajaya (1 kasus), dan Sucinaraja (1 kasus).

Mereka terdiri 54 laki-laki dan 68 perempuan berusia antara dua tahun hingga 83 tahun.

Terdapat pula penambahan sebanyak empat kasus positif Covid-19 dinyatakan sembuh, maka  totalitas mereka dinyatakan sembuh dari Covid-19 di kabupaten ini bertambah menjadi 1.300 orang.

Hingga Ahad pukul 23.55 WIB, ada 942 pasis positif Covid-19 masih dalam isolasi perawatan dan dua pasien positif menjalani isolasi mandiri.

******

Abisyamil, JDH/Foto : Abah John.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here