Kuncen Makam Keramat Garut “Kebanjiran” Para Caleg

“Aya – Aya Wae…… Nya, Namun Tak Diperoleh Info Mereka Mau Mendatangi “Dukun Beranak” Atawa “Paraji”

Garut News ( Ahad, 23/03 – 2014 ).

Ilustrasi. Ruang Bebas Merokok Ini pada Lingkungan Disdik Garut Ini, Tak Didatangi Caleg, Meski Nyaris Menyerupai Makam.(Foto: John Doddy Hidayat).
Ilustrasi. Ruang Bebas Merokok pada Lingkungan Disdik Garut Ini, Tak Didatangi Caleg, Meski Nyaris Menyerupai Makam.(Foto: John Doddy Hidayat).

Kian mendekatnya Pileg 2014, ternyata tak hanya pemuka masyarakat, dan tokoh agama kerap didatangi para Caleg.

Melainkan sejumlah makam dianggap keramat, juga dukun pun semakin didatangi para calon wakil rakyat yang terhormat itu.

Namun tak diperoleh informasi mereka mau mendatangi “dukun beranak” atawa “paraji”.

“Kalau di daerah Garut Utara sejak sebulan terakhir makam-makam keramat dikunjungi para Caleg dari pelbagai daerah. Umumnya mereka berziarah pada makam Sunan Cipancar, Mbah Ketib, Mbah Salinggih, dan Mbah Wali Cibiuk,” ungkap Nugraha(40), tokoh masyarakat Desa Limbangan Timur Kecamatan Balubur Limbangan, Ahad (23/03-2014).

Menurut dia, selain makam-makam keramat, para Caleg juga menjadi “getol” menemui sejumlah paranormal tersebar pada beberapa titik lokasi.

“Aneh memang. Mungkin mereka tak begitu percaya diri meminta langsung pada Allah SWT. Sehingga dianggap perlu meminta nasihat para dukun,” katanya.

Di antara banyak makam keramat di Kabupaten Garut, kompleks makam Prabu Kian Santang alias Sunan Rahmat Suci Godog di Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan paling ramai didatangi.

Para kuncen pun bisa mendadak sontak menerima kedatangan mereka.

“Tiap malam, tak kurang 500 orang datang ke sini. Bukan hanya dari Garut, tetapi juga dari Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Sumedang, Bogor, Cianjur, dan dari luar Jawa Barat. Banyak juga dari kalangan masyarakat umum,” kata seorang juru kunci makam keramat Godog, Apipudin.

Dikemukakan, berdatangan itu tak hanya Caleg DPRD kabupaten/kota, melainkan pula DPRD Provinsi, DPR, dan DPD.

Termasuk di antaranya para pengurus partai politik.

“Mereka biasa datang ke sini malam hari. Kemarin malam baru datang dari Jakarta seorang Caleg DPR RI. Kalau pengurus partai, semuanya juga pernah ke sini,” katanya pula.

Dikatakan, umumnya para Caleg datang dengan harapan bisa terpilih menjadi anggota dewan.

Mereka menyebar, menemui hampir semua kuncen pada kompleks makam jumlahnya lebih 20.

Kepala Desa Lebakagung, Aef Saepudin, menilai fenomena itu hal biasa.

Lantaran termasuk juga para calon kepala daerah pada masa-masa Pilkada.

“Wajarlah. Jangankan datang ke kuncen, saya juga sebagai kades banyak yang datang. Ya, jelaslah, mereka minta dukungan. Baik Caleg untuk Garut, provinsi maupun pusat,” kata Aef.

Disebutkan, sebagian besar pengunjung datang ke makam Godog pada malam hari, selepas waktu shalat Isya.

Kemudian mereka pulang menjelang pagi.

Karena itu, tak heran jika suasana komplek makam terlihat sunyi jika dilihat siang hari.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment