Kumandang Gema Takbir Syahdu Bersahutan

Garut News ( Sabtu, 04/10 – 2014 ).

Anak-Anak Betakbir Pada Salah Satu Mushala di Kampung Panawuan, Garut. (Foto; John Doddy Hidayat).
Anak-Anak Betakbir Pada Salah Satu Mushala di Kampung Panawuan, Garut. (Foto; John Doddy Hidayat).

Pada Jumat (03/10-2014) malam, kumandang gema takbir terdengar syahdu bersahutan pada sejumlah masjid juga mushala di Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Khususnya dalam lingkungan warga Muhammadiyah yang melaksanakan ibadah shalat Idul Adha, Sabtu (04/10-2014).

Menyusul, Muhammadiyah menetapkan Idul Adha 10 Dzulhijjah 1435 H/2014 jatuh pada 4 Oktober 2014. Sedangkan Pemerintah menetapkannya pada Ahad (05/10-2014).

Adanya perbedaan penetapan, memaksa sebagian penduduk di lingkungan tak ada jamaah berpaham sama mesti pergi mencari lokasi pelaksanaan Shalat Id.

“Memang saya sempat bingung mesti salat Id di mana. Keluarga saya ikut pemerintah yang Iduladha-nya Minggu. Tapi saya sendiri lebih yakin Iduladha jatuh hari Sabtu. Setelah cari-cari informasi, ketemu juga lokasi untuk salat Id besok,” kata Jihad(14) penduduk Kelurahan Margawati Garut Kota.

Beda dengan Tri Nurtanti(32), warga Margamulya Tarogong Kidul, mengaku perbedaan penetapan Id tak membuatnya kebingungan.

Dia, katanya terbiasa dengan hal itu. Meski juga dirinya bukan anggota Ormas Muhammadiyah, dan tak berada di lingkungan banyak warga Muhammadiyah.

“Beda tanggal Id seperti sekarang bukan aneh, dan untuk ikut shalat Id juga tak sulit. Ada banyak tempat bisa dipilih. Asalkan kita berangkat saja dari rumah, di jalan juga biasanya bakal langsung ketemu dengan jamaah pergi shalat Id,” katanya.

Penyembelihan hewan kurban, dia mengaku dilaksanakan keesokan harinya, menghargai warga lain melaksanakan salat Id keesokan hari, katanya pula.

“Kita sepakat kurbannya dilaksanakan Minggu saja. Supaya bareng dengan yang lain. Juga menghormati mereka Id-nya Minggu,” ungkapnya.

******

Noel, Jdh.

Related posts

Leave a Comment