You are here
Kuliner dan Cinderamata Lantaran Peningkatan Kunjungan Wisata Pariwisata 

Kuliner dan Cinderamata Lantaran Peningkatan Kunjungan Wisata

Garut News ( Ahad, 15/12 ).

Miniatur sangkar burung, kerajinan dari RW 09 Sukajaya. (Foto:SB)
Miniatur sangkar burung, kerajinan dari RW 09 Sukajaya. (Foto:SB)

Bermunculannya beragam produk kuliner termasuk cinderamata, lantaran terjadi peningkatan kunjungan sejumlah konsumen pada suatu tempat wisata.

Demikian diungkapkan Frans pada pelatihan Cinderamata di gedung MTs Muhammadiyah Panawuan Tarogong Kidul Garut, Ahad (15/12).

Kegiatan digelar BKM PWK Sukajaya memersiapkan masyarakat pengrajin cinderamata mampu menggali potensi lebih maksimal,” kata Ajang Syaripudin, M.MPd  kordinator BKM setempat.

Menindaklanjuti pelatihan sebelumnya meningkatkan kesiapan pengelola desa wisata diemban kelurahan itu.

Program ini terutama kudu menyentuh sasaran masyarakat miskin penerima manfaat, agar meningkat taraf perekonomian, tak hanya menunggu bantuan pemerintah berupa nominal kontan tetapi berkreasi, berinovasi serta maju bersama-sama,” beber Yusran Hanif fasilitator PNPM Pariwisata Sukajaya.

Desa Wisata, kampung atawa desa memiliki kekhasan spesifik, dipelopori, digerakkan terus dihidupkan masyarakat setempat,” papar Frans pemilik galery cinderamata khas Garut Zoscha.

Asli orang Garut, bercita-cita kembangkan daerah kelahiran menjadi tujuan wisata lantaran kerajinan, kecerdasan, juga ketekunannya menggali potensi daerah ini.

Galerynya kerap mengikuti beragam pameran mempromosikan produk unggulan kota Dodol ini, hingga ke luar negeri.

Ciri desa wisata lainnya bisa dikunjungi, dinikmati dan diikuti wisatawan, didukung masyarakat sekitar dengan baragam kreatifitas dan inovasi,” katanya.

Sedangkan terbentuknya desa wisata sebab produk desanya seperti kerajinan, seni budaya, sejarah, kata dia, contohnya Kampung Naga (Tasikmalaya), Kampung Pulo (Leles, Garut), Kampung Aksutik (Cicadas, Bandung), Kampung Metal (Ujungberung, Bandung).

Atawa religiusitas seperti Masjidil Haram (Mekah, Arab Saudi), Gereja Vatican Roma (Itali), termasuk Makam Godog (Garut).

Biasanya desa wisata bertujuan meningkatkan ekonomi, eksistensi, pertahanan budaya lokal, memerluas wawasan, memerbaiki kualitas hidup, memerbaiki kebanggan dan rasa percaya diri masyarakat desa tersebut.

Dikatakan, produk kerajinan biasanya berbentuk souvenir, fungsional, dekoratif, fashionable (bisa dipakai) misal pakaian, topi, bisa juga berupa benda seni (bernilai seni tinggi) berpangsa pasar tertentu.

Produk kerajinan bisa dihasilkan lantaran hobby sekaligus berkemampuan mengeksplorasi mulai bahan serta cara pemasaran.

Sedangkan pemasaran bisa melalui pameran, e-commerce (menggunakan teknologi internet), mengundang calon pembeli, bahkan dengan titip jual ke pedagang lain, demikian kata Frans.

***** (SB, JDH).

Related posts

Leave a Comment