Kuliah Nyambi Cari Penghasilan

Heri Kuswara*

Garut News ( Kamis, 03/04 – 2014 ).

Heri Kuswara. (Ist).
Heri Kuswara. (Ist).

“Jika Allah yang menjadi tujuan, kenapa harus dikalahkan oleh rintangan-rintangan yang kecil di hadapan Allah?

Jika mencari nafkah merupakan ibadah, semakin kerja keras kita, insya Allah semakin besar pahala yang akan diberikan oleh Allah.

Jika nafkah yang didapat merupakan bekal untuk beribadah, maka semakin banyak nafkah yang didapat, semakin banyak ibadah yang bisa dilakukan.” (http://www.motivasi-islami.com)

Bagi sebagian mahasiswa,  memutuskan untuk kuliah bukan berarti mampu dari sisi finansial, namun karena niat dan kemaun kuat memperkaya ilmu, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman, juga tentunya guna memerbaiki karir ke depan.

Mereka berani melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, meski kudu sambil mencari penghasilan menutupi biaya kuliahnya.

Bagi mereka, mampu dari sisi finansial, kuliah sambil mencari penghasilan semangat motivasi belajar dewasa, dan mandiri.

Berikut aktifitas bisa dilakukan mahasiswa mencari penghasilan :

  1. 1.      Kuliah Nyambi Kerja

Kuliah nyambi bekerja bukan berarti Anda tak fokus pada kuliah.

Ini lebih pada bagaimana memercepat kemandirian kita, sebagai mahasiswa mempunyai tanggungjawab, terhadap status kita emban, atawa terhadap masyarakat sekitar.

Selama kita bisa mengatur waktu, tenaga dan pikiran, maka baik kuliah maupun kerja bisa fokus dijalankan berbarengan.

Tak sedikit perguruan tinggi memberikan banyak alternatif kuliah pada mahasiswa karyawan ini, seperti Absen Jalan, kelas karyawan, kelas eksekutif, kelas Sabtu-Minggu, atawa lebih umum kita dengar kelas malam.

Kelebihan mahasiswa ini, selain bisa membiayai kuliahnya sendiri atawa mungkin dapat membantu orangtua/keluarganya, juga sisi perkembangan karir lebih cepat mendapatkan karir bagus, dibandingkan mereka bekerja setelah lulus kuliah.

Sekalipun pekerjaannya tak sesuai bacground pendidikan dijalankan, mahasiswa karyawan ini lebih matang pada pelbagai hal, terutama menghadapi karir masa depan.

Namun, jika pertimbangannya belum bisa mengatur waktu, tenaga dan pikiran, atawa mungkin orangtua menginginkan Anda fokus kuliah agar mendapat prestasi akademik terbaik, maka bersungguh-sungguhlah menjalaninya.

Curahkan seluruh perhatian kuliah, sehingga berapapun besarnya biaya kuliah dikeluarkan, maka orang tua pasti bangga, dan kagum pada diri Anda.

  1. 2.       Part Time/Freelance

Kerja paruh waktu atawa tak terikat dengan jam/hari kerja, juga bisa dijadikan pilihan mahasiswa ingin mengimplementasikan ilmu pengetahuan, dan keterampilan, juga tentunya ingin mendapat penghasilan.

Pilihan ini cocok bagi mahasiswa tak ingin kuliahnya terbengkalai.

Pekerjaan paruh waktu atau freelance, bisa digeluti seperti tergabung di event organizer, pameran, memberikan kursus private, mengelola software/hardware house, penyiar, wartawan, translater, magang pada perusahaan, menjadi asisten dosen, pembuat web, programmer, dan lain-lain.

Seperti mahasiswa nyambi bekerja, mahasiswa nyambi part time freelance pun, punya kelebihan.

Selain bisa membantu orangtua membiayai kuliah, sisi perkembangan karir mendapatkan pekerjaan pun bisa lebih mudah mendapat karir lumayan bagus, dibandingkan mereka bekerja setelah lulus kuliah.

Sekalipun pekerjaan tak sesuai bacground pendidikan dijalankan, mahasiswa nyambi freelance ini lebih berpengalaman pada dunia kerja.

Jadi tak ada salahnya, jika Anda mencoba pilihan ini.

Pastikan kuliah nyambi freelance tersebut, sama sekali tak mengganggu kuliah Anda, selama bisa mengatur  waktu, energi dan pikiran.

Terpenting, kuliah menjadi prioritas utama mendapatkan ilmu pengetahuan, dan keterampilan untuk masa depan Anda.

3.  Kuliah Nyambi  Bisnis

Nah ini dia!

Kuliah nyambi bisnis itu, apabila dalam tipe mahasiswa termasuk ke dalam klan mahasiswa bisnisman.

Namun meski sambil berbisnis, saya tetap menyarankan kuliah prioritas utama.

Banyak bisnis bisa kita jalankan selagi kuliah; mulai dari bisnis kecil-kecilan hingga bisnis agak gedean.

Contohnya bisnis pulsa elektrik/voucher tak perlu pake counter,  bisnis ketikan tak perlu sewa tempat (cukup dengan modal satu unit komputer/laptop/netbook), bisnis jual beli pakaian (tak perlu pake tempat, toko atawa bermodal besar).

Bisnis makanan kecil (kue-kue, nasi uduk, gorengan, dan lain-lain) tak perlu sewa tempat, bisnis alat-alat/obat-obat kesehatan dan kecantikan, bisnis percetakan, bisnis cucian mobil, rental komputer, jualan CD/VCD/Casette.

Serta banyak lagi bisnis lain sesuai Anda sukai, dan kuasai.

Mudah bukan?

Tak perlu pikirkan modal.

Terpenting kemauan, dan kerja keras.

Okeee? Action…do it…….mendapatkan duit halal.

Kuliah nyambi bisnis, bisa mengurangi beban orangtua.

Bahkan, mungkin jika bisnis berkembang dan berhasil, tak mustahil menjadi pengusaha sukses selagi mahasiswa, bisa membahagiakan orangtua Anda.

Kenapa tidak? 

Saran saya: Seberapa besar pun bisnis Anda jalankan, kuliah tetap kudu menjadi prioritas utama.

Jangan sampai kuliah Anda terbengkalai.

Jadikan keputusan bisnis Anda jalankan selagi kuliah, solusi menjadi mahasiswa mandiri, bertanggungjawab, dan bisa memicu semangat Anda menyelesaikan kuliah sesuai waktu ditentukan.

Jika Anda jalankan kini menyebabkan kuliah terbengkalai, saran saya kurangi  intensitas bisnis Anda.

Mulailah mengevaluasi diri, di mana letak kesalahan, dan kekurangannya.

Saya yakin selama Anda bisa mengatur waktu, energi dan pikiran, maka kuliah sambil bisnis bisa menjadi solusi.

Namun jika tak demikian, akan menjadi bumerang atawa kuliah berantakan bisnis pun gulung tikar.

Kuliah sambil mencari penghasilan (bekerja/berwirausaha) mungkin tak mudah bagi sebagian mahasiswa, terutama dalam hal membagi waktu (takut terbengkalai kuliahnya atawa pekerjaannya malah menjadi amburadul).

Dengan begitu mereka berpendapat bukan sukses diraih namun berantakan karirnya.

Namun ketahuilah, jika kita mulai belajar membagi waktu baik, mengatur agenda aktifitas keseharian, mendahulukan skala prioritas, maka tak ada terbengakali.

Baik kuliah maupun bekerja berjalan seiring, sinergis dan saling menguntungkan.

Banyak manfaat bisa dipetik dari kuliah sambil bekerja/berwirausaha.

Di antaranya, ilmu pengetahuan didapatkan di bangku kuliah bisa langsung diimplementasikan di dunia kerja.

Sehingga, Anda lebih terampil dibandingkan mereka kuliah tak sambil bekerja/berwirausaha.

Seseorang kuliah sambil bekerja/berwirausaha tumbuh semakin dewasa, mandiri dan mempunyai pola pikir visioner, lantaran mereka memahami betul pentingnya perencanaan karir masa depan.

Selain itu, kelebihan kuliah sambil bekerja/berwirausaha tentunya mampu meringankan biaya kuliah semakin tahun semakin tinggi pula.

Saya berkesimpulan, orang kuliah sambil bekerja/berwirausaha bisa lebih cepat sukses dibandingkan orang hanya kuliah.

Jadi ayooo… kuliah sambil nyambi cari penghasilan.

Penulis : *Kepala Pusat Pengembangan Karir BSI (BSI Career Center)

Editor : John Doddy Hidayat.

Related posts

Leave a Comment