Kubangan Sampah Cikajang Ujung Jalur KA Indonesia

by
Seorang Warga Menunjukan Kubangan Tumpukan Ragam jenis Sampah, Merupakan Bekas Wahana Pemutaran Lokomotif Bermesin Uap, Lokasinya Beberapa Ratus Meter dari Stasiun Cikajang, Juga Merupakan Ujung Terakhir Pembangunan Jalur KA Jaman Kolonial Belanda.

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Ahad, 01/10 -2017 ).

Seorang Warga Setempat Menunjukan Kubangan Tumpukan Ragam Jenis Sampah, Pada Bekas Wahana Pemutaran Lokomotif Bermesin Uap, Lokasinya Beberapa Ratus Meter dari Stasiun Cikajang, Juga Merupakan Ujung Terakhir Pembangunan Jalur KA Jaman Kolonial Belanda.

Kubangan raksasa yang kini semakin sarat dipenuhi bertebarannya tumpukan ragam jenis sampah di Kecamatan Cikajang Garut, Jawa Barat, merupakan ujung jalur terakhir “Kereta Api” (KA) di Indonesia.

Lantaran lokasi tersebut, pernah menjadi wahana berputarnya lokomotif KA bertenaga mesin uap jenis CC 50, sebagai sarana penghubung pulang – pergi mobilitas transfortasi angkutan penumpang umum, dan barang sejauh 46 kilometer antara Stasiun Cibatu – Stasiun Garut, hingga berakhir pada Stasiun Cikajang.

Stasiun Cikajang Garut, Jawa Barat, Pada Ketinggian Lebih 1.246 mdpl.

Sedangkan lintasan rel Garut-Cikajang itu, juga merupakan jalur KA terakhir yang dibangun kemudian dioperasionalkan di Pulau Jawa pada masa pemerintahan Hindia Belanja oleh perusahaan KA Staatsspoorwegen (SS) tahun 1930.

Juga merupakan salah satu bagian dari total sepanjang tujuh ribu kilometer jalur rel KA yang pernah secara masif dibangun, sejak Gubernur Jenderal Baron Sloet van de Beele meresmikan pembangunan jalur pertama KA di Hindia Belanda pada 1864.

Menjadi Onggokan bangunan Bernilai Sejarah Tinggi.

Stasiun Cikajang ini pun berlokasi pada ketinggian lebih 1.246 mdpl, pernah menjadi Stasiun Kereta Api tertinggi di Asia Tenggara.

Namun kini hanya menyisakan seonggok bangunan yang kian terancam ambruk, lantaran sangat lama dibiarkan sejak ditutupnya operasional KA sepanjang jalur Cibatu- Garut- Cikajang pada 1982-1983.

Padahal sepanjang lintasan jalur tersebut, hanya bisa ditempuh dengan lokomotif berenergi besar seperti CC 50.

Sinyal Lintasan Jalur Kereta Api di Cikajang, yang Kian Dikepung Bangunan dan Kebun Masyarakat.

Menyusul dengan jenis lokomotif bertenaga Diesel pada waktu itu, ternyata tak sanggup melintasi jalur ini.

Sebab medan lintasan dari Garut menuju Cikajang terbilang berat,  bergradian tinggi di Bayongbong menuju Cipelah hingga 36 per mil. Atau dalam satu kilometer ada tanjakan hingga 36 meter.

Stasiun Cikajang yang dibangun 1926 kemudian dinonaktifkan antara 1982 – 1983, memiliki tiga jalur, terdiri jalur pertama merupakan sepur badug, jalur dua merupakan sepur belok ujungnya terdapat banyak percabangan mengarah ke pabrik, serta jalur tiga merupakan sepur lurus .

Masih Dibiarkan Terlantar.

Pada September 1982 lintas Garut-Cikajang ditutup, kemudian lintas Cibatu-Garut pada 9 Desember 1983. Sebelum dinonaktifkan, jalur ini pernah dilayani dengan lokomotif diesel namun karena tak mampu, akhirnya dinonaktifkan pula.

Meski jalur ini, andalan sarana angkutan bagi penduduk Garut saat itu, dengan ragam komoditi seperti sayur-sayuran, beras, buah-buahan, dan minyak tanah yang akan dijual ke Garut dan sekitarnya.

Stasiun KA Cibatu.

Sehingga jalur ini merupakan jalur KA populer pada jamannya, di bawah pengendalian PT KAI Daerah Operasi II Bandung.

Berikut stasiun dan halteu yang dilintasinya meliputi, Stasiun Cibatu (CBT), Halte Cikoang (PSJ), Halte Pasirjengkol (PSJ), Halte Citameng (CTG), Stasiun Wanaraja (WNR), Halte Cinunuk (CNN), Halte Tungilis (TNL), Halte Cibolerang (CBG), Halte Cimurah (CMR), Halte Pasiruncal (PAC), dan Halte Sukarame (SKR).

Mengatur Perjalanan KA.

Stasiun Garut (GRT), Halte Pamoyanan (PMO), Halte Cireungit (CIG), Halte Ciroyom (COY), Halte Kamojang (KMJ), Halte Cioyod (CY), Halte Dangdeur (DDR), Stasiun Bayongbong (BYO), Halte Cipelah (CIL), Stasiun Cisurupan (CSN), Halte Cisero (CIS), Halte Cidatar (CID), Halte Patrolgirang (POR), serta berakhir di Stasiun Cikajang (CKG).

 

*********

 

Pelbagai Sumber.