Kualitas Jasa Layanan Bisa Jaring Banyak Konsumen

0
9 views

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 01/03 – 2016 ).

Karyawati Lembaga Perbankan di Kota Garut, Saksikan dan Nikmati Jasa Layanan Produk Kacang Ijo, Kang Dedi.
Karyawati Lembaga Perbankan di Kota Garut, Saksikan dan Nikmati Jasa Layanan Produk Kacang Ijo, Kang Dedi.

Meningkatkan kualitas produktivitas jasa layanan dengan ragam kreativitas yang inovatif.

Dipastikan bisa menjaring banyak konsumen.

Termasuk bagi para pelaku usaha kecil, yang merupakan sektor perekonomian riel.

Apalagi jika ditunjang dengan produk makanan dan minuman yang bersih, hygine juga halal, serta kemasan memikat dengan citra rasa enak dinikmati, sehat, dan perlu.

Jangan Grogi Kang, Hadapi Konsumen Cantik.
Jangan Grogi Kang, Hadapi Konsumen Cantik.

Demikian antara lain kiat cerdas kudu menyertai kinerja pedagang bubur kacang ijo, seperti dijalani Dedi lelaki berusia 30 tahun yang berkesempatan bisa mangkal pada pelataran halaman lembaga perbankan di Kota Garut, Selasa (01/03-2016).

Ayah satu anak ini, mengaku berjualan kacang ijo bermediakan roda dorong sejak lima tahun lalu, sebelumnya sempat “kelimpungan” mencari peluang usaha dan lapangan pekerjaan.

Sehingga sempat pula menjadi anak jalanan.

Kang, Jangan Biarkan Konsumen Lama Menunggu.
Kang, Jangan Biarkan Konsumen Lama Menunggu.

Namun setelah menekuni usaha berdagang bubur kacang ijo didorong motivasi bertanggungjawab menafkahi anak dan istri.

Maka Dedi pun semakin intens menekuni profesinya itu, sebagai pedagang bubur kacang ijo.

Meski disadari, agar bisa berdaya saing tinggi sehingga omset penjualan kulinernya berkembang pesat, ternyata bukan pekerjaan gampang.

Diperlukan kesiapan sumber daya manusia serta investasi memadai.

Selain tentunya senantiasa bertutur ramah pada setiap seluruh konsumennya.

Siapapun Konsumennya, Akang Kudu Senantiasa Ramah.
Siapapun Konsumennya, Akang Kudu Senantiasa Ramah.

Senyum, sapa dan salam, ternyata juga dapat dijadikan wahana mengembangkan usaha, lantaran senyum, sapa dan salam tersebut, merupakan unsur penting dalam berkomunikatif.

Apalagi jika ditunjang pula dengan upaya “kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, didorong dengan “duit” (do’a, usaha, ikhtiar, serta tawakal)”.

 

Amien.

 

********