Kualitas Air DAS Cimanuk Terus Menurun

0
18 views

Garut News ( Rabu, 24/09 – 2014 ).

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Penurunan atawa degradasi kualitas air pada lintasan “Daerah Aliran Sungai” (DAS) Cimanuk di Kabupaten Garut, Jawa Barat, selama ini lantaran pencemaran limbah biologis dan kimiawi, juga mendesak membutuhkan perhatian serius pemerintah.

Sebab banyak masyarakat menggantungkan kehidupan dari pemanfaatan air Cimanuk. Terutama untuk keperluan perikanan dan pengairan ke areal-areal pertanian.

Kepala Seksi Penataan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) kabupaten setempat, Solih katakan pencemaran membebani mutu air sungai Cimanuk saat ini didominasi limbah biologis domestik rumah tangga mencapai sekitar 60%.

Foto : John Doddy Hidayat.
Foto : John Doddy Hidayat.

Karena antara lain masih banyak rumah tangga, terutama pada sepanjang lintasan bantaran sungai, tak  memiliki septic tank. Sisanya pencemaran akibat limbah pertanian dan industri.

Ini bisa diketahui berdasar hasil pengukuran dilakukan terhadap aliran sungai Cimanuk pada tiga titik, mulai arah hulu di kawasan Kecamatan Bayongbong, tengah di kawasan Copong Kecamatan Garut Kota, dan hilir di kawasan Sasak Beusi Cibatu.

Meski begitu, pihaknya menilai pencemaran di Cimanuk masih di bawah ambang baku mutu air, katanya.

“Sementara ini mutu air Cimanuk masih masuk katagori kelas dua. Artinya, bisa digunakan pengairan lahan pertanian, tapi tak sebagai air baku air bersih bisa dikonsumsi langsung.

Memang seharusnya pengukuran lebih diintensifkan frekuensinya sebab hasil pengukuran pencemaran ini juga bergantung pada interval limbah masuk ke sungai, dan titik-titik diukur.

“Tetapi ini butuh biaya cukup besar,” ujarnya, Selasa (23/09-2014).

Kondisi debit air sungai Cimanuk juga memengaruhi tingkat pencemaran terjadi. Semakin kiritis kondisi airnya seperti kemarau saat ini, pencemaran pun kian pekat.

Menurut dia, DLHKP kini menyiapkan master plan pengolahan limbah domestik kawasan perkotaan sebagai salah satu upaya menangani pencemaran sungai Cimanuk mulai 2015.

Di dalamnya antara lain memuat soal perlunya dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal.

“Kita berharap master plan ini tak hanya digunakan penanganan limbah domestik rumah tangga melainkan juga pihak lainnya, termasuk industri kecil keberadaannya tersebar pada sejumlah lokasi,” katanya.

********

Noel, Jdh.