Kota Garut Kerap Dilintasi Mobil “Heubeul”

by
Mobil Heubeul Asal Bandung Lintasi Kota Garut.

Esay/Fotopgrafer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 23/08 – 2016 ).

Mobil Heubeul Asal Bandung Lintasi Kota Garut.
Mobil Heubeul Asal Bandung Lintasi Kota Garut.

Ruas badan jalan seputar Kota Garut, Jawa Barat, selama ini kerap dilintasi ragam jenis mobil “heubeul” atawa kendaraan lawas produk tahun 1960-an, bahkan sebelumnya.

Namun ironis, sepanjang tahun saban diguyur hujan masih banyak terdapat lintasan ruas jalan berkondisi tergenang banjir.

Lantaran meluapnya drainase pada kiri dan kanan badan jalan tak berfungsi maksimal, seperti halnya pada lintasan jalan wisata Unggulan Cipanas.

Lintasan Jalan Wisata Cipanas Dilintasi Mobil Antik Asal Surabaya, Jawa Timur.
Lintasan Jalan Wisata Cipanas Dilintasi Mobil Antik Asal Surabaya, Jawa Timur.

Padahal, potensi wisata unggulan tersebut merupakan teras atau wajah Kota Garut. Kota ini pun sejak dahulu dikenal dengan sebutan “Swis van Java”.

Tetapi banyak kondisi drainase di sekitarnya, acap sarat tersumbat ragam jenis sampah.

Selain menghambat arus lalu lintas beragam jenis kendaraan bermotor, juga bisa membahayakan para pengguna jasa jalan.

Sebab, lintasan pada titik lokasi genangan cileuncang itu pun, apabila diguyur hujan deras, menjadi berarus cukup deras dengan ketinggian mencapai puluhan centimeter.

Melaju Mulus.
Melaju Mulus.

Dalam pada itu, upaya pembersihan jaringan drainasenya meski kerap dilaksanakan Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat, namun bisa bebas banjir Cileuncang tak berlangsung lama.

Sedangkan akar permasalahannya, tingkat kesadaran masyarakat khususnya penduduk Kota Garut dan sekitarnya untuk membuang sampah pada tempatnya, ternyata hingga kini pun masih pula sangat rendah.

Sangat rendahnya kesadaran tersebut, di antaranya mengakibatkan lintasan ruas badan jalan menjadi tergenang luapan air got, karena jaringan drainase di seputarnya tersumbat banyak ragam tumpukan sampah.

Bernostalgia Lintasi Kota Garut.
Bernostalgia Lintasi Kota Garut.

Sehingga jajaran Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga kabupaten setempat “turun gunung” membersihkan serta membenahinya, pada sepanjang Sabtu (07/11-2015) lalu.

Menyusul tumpukan sampah bersumber dari perilaku membuang sampah sembarangan sangat mengganggu lintasan ruas badan jalan.

“Bahkan bisa menimbulkan beragam jenis penyakit membahayakan kesehatan”

Demikian antara lain dikemukakan Kepala Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga tersebut, Efendi di lapangan bersama Kepala UPTD Wilayah II Tarogong, A’us Wahyudin.

Masih Bisa Kinclong.
Masih Bisa Kinclong.

Jajaran Bidang Pemeliharaan pada Dinas Bina Marga itu, juga sejak beberapa hari sebelumnya semakin meningkatkan intensitas monitoring lapangan.

Agar bisa melaksanakan tanggap darurat perbaikan drainase sepanjang kiri dan kanan ruas lintasan badan jalan, jika ternyata mengalami banyak gangguan sumbatan tumpukan sampah, yang bisa menyebabkan luapan air pada badan jalan raya.

Efendi menyerukan, agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya. Sebab saluran drainase jalan bukan tempat pembuangan sampah, imbuhnya pula.

Tumpukan Sampah Bukan Pada Tempatnya Sangat Memprihatinkan. Juga diingatkan membuang sampah sembarangan bisa menyusahkan masyarakat pula, imbuhnya.

********