Korsleting Listrik Dominasi Penyebab Kebakaran di Garut

0
9 views
Upaya Pemadaman Kebakaran Rumah Padat Penduduk.
Evakuasi Sarang Tawon.

“Telan Kerugian Rp9,939 Miliar Lebih”

Garut News ( Kamis, 09/01 – 2020 ).

Korsleting listrik yang terjadi selama ini mendominasi penyebab kebakaran di Kabupaten Garut, Jawa Barat. 

Dari 251 peristiwa kebakaran yang ditangani jajaran Mako Disdamkar kabupaten setempat selama 2019, masing-masing diduga akibat 49 kasus korsleting listrik, dan 202 kasus juga diduga lantaran korsleting listrik serta pembakaran sampah.

“Bertotal kerugian mencapai Rp9.939.620.000,- namun nilai harta benda yang bisa terselamatkan Rp13.683.850.000,” ungkap Kabid Operasi dan Penyelamatan pada Disdamkar kabupaten setempat, Wawan Sobarwan, S.IP.

Dikemukakan, Kamis (09/01-2020), dari 251 kebakaran tersebut terdiri terbakarnya 111 rumah, sembilan pasar/kios, sepuluh gudang/sejenisnya, 84 lahan/kebun, dua hutan, enam pohon, tujuh bak sampah, empat TPA, sepuluh lio bata, satu gunung, tiga gardu PLN, serta empat kendaraan.

Sedangkan upaya penyelamatan non kebakaran ada 170, meliputi 146 sarang tawon, tiga ular, empat kucing, satu biawak, satu burung hantu, satu penduduk tersetrum, dua warga tercebur ke sumur, satu warga tenggelam di laut, tiga banjir, delapan pohon tumbang, dan satu kendaraan.

Pada peristiwa itu tiga meninggal dunia, juga terdapast tiga meninggal dunia akibat peristiwa kebakaran.

Pada 2018 silam pun dari 189 peristiwa kebakaran, masing-masing ada 46 akibat korsleting listrik, beserta 143 akibat korsleting listrik dan pembakaran sampah dan gas.

Dari 189 peristiwa kebakaran pada 2018 silam, menelan kerugian mencapai Rp12.443.391.000,-

Diperoleh pula informasi, pada Mako Disdamkar tersedia delapan unit mobil pemadam kebakaran dengan 12 personil jaga setiap 24 jam sehingga dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran di UPT kecamatan total personil yang diperlukan 66 orang.

Karena itu, Disdamkar kian mendesak segera memerluka penambahan jumlah personil guna memenuhi kebutuhan ‘standar pelayanan minimum’ (SPM).

*******

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here