Korban Tewas Tragedi Kemanusiaan Garut Bertambah Menjadi 17

0
178 views

Garut News ( Jum’at, 05/12 – 2014 ).

Korban Tewas di UGD RSU dr Slamet Garut. (Foto John Doddy Hidayat).
Korban Tewas di UGD RSU dr Slamet Garut. (Foto John Doddy Hidayat).

Korban tewas tragedi kemanusiaan di Garut, Jawa Barat, diduga kuat lantaran menenggak “minuman keras” (miras) oplosan  bertambah lagi menjadi 17, dari seluruh 21 korban.

Korban terbaru diketahui berinisial Uc(17) penduduk Kecamatan Cibatu, sempat dirawat di Puskesmas Cibatu, kemudian meninggal ketika hendak dirujuk ke RSU dr Slamet Garut.

Sehingga, korban tewas hingga kini mencapai 17 terdiri 16 korban tewas saat perawatan di RSU dr Slamet, serta satu korban tewas di Puskesmas Cibatu.

“Korban Uc mulai dirawat di Puskesmas Cibatu Selasa (02/12-2014) sekitar pukul 22.40 WIB. Korban meninggal dunia keesokan harinya sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkap Kabid Pengendalian Penyakit Dinkes kabupaten setempat, Tatang Wahyudin, Jum’at (5/12-2014).

Dikatakan, seperti korban lainnya, Uc menderita gejala keracunan usai menenggak miras oplosan. Uc tak sempat dibawa ke RSU dr Slamet Garut sebab pihak keluarga menolak.

Belakangan, pelbagai laporan mengenai bertumbangannya para peminum miras oplosan di Garut terus mengalir, kendati kebenarannya masih belum bisa dipastikan.

Diduga jumlah korban lebih banyak dari terdata saat ini.

Bagian Humas RSU dr Slamet Garut Ade Sunarya katakan, dirinya menerima laporan adanya tiga korban lain mengalami gejala keracunan seusai menenggak miras oplosan.

Ketiganya dikabarkan meninggal pada masing-masing rumahnya di wilayah Kecamatan Leles.

Namun, kata Ade, informasi itu baru sebatas laporan biasa, belum tertulis. Pihak rumah sakit pun belum mengecek kebenarannya ke lapangan.

“Beredar juga kabar ada meninggal di sekitar Ciawitali (Terminal Guntur Ciawitali Tarogong Kidul). Tetapi semuanya belum jelas. Yang pasti, data resmi di rumah sakit 21 korban, 16 di antaranya meninggal dunia,” kata Ade.

Sedangkan empat korban lainnya selamat dan masih dirawat di RSU dr Slamet Garut, kata Ade, kondisinya mulai membaik. Salah seorang di antaranya sempat dirawat di ruang IGD karena kondisinya kritis, kini diperbolehkan pulang, katanya.

Satu korban lain juga sempat kritis melewati masa observasi, namun masih dirawat di ruang IGD.

“Dua korban lainnya masih dirawat di ruang inap Jamrud. Mudah-mudahan tak ada korban lagi,” imbuh Ade.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here