Korban Kebakaran Desak Segera Dibangun Pasar Darurat

“Iwapa Sangat Dambakan Kepedulian Kalangan Legislatif Garut”

Garut News ( Senin, 22/09 – 2014 ).

Hanya Menyisakan Puing atawa Barangkal.
Hanya Menyisakan Puing atawa Barangkal.

Sedikitnya 514 pedagang korban kebakaran Pasar Andir di Kecamatan Bayongbong, Garut, Jawa Barat, mendesak Pemkab setempat agar segera membangun pasar darurat.

Lantaran pasca diranggas kobaran api, Rabu (17/09-2014) malam, sejak sekitar pukul 20.00 WIB itu, hingga kini masyarakat pasarnya masih tak bisa berdagang.

Ketua Iwapa Tunjukan Barangkal Belum Diangkut Dinas Lingkungan dan Kebersihan, Senin (22/09-2014) Siang.
Ketua Iwapa Tunjukan Barangkal Belum Diangkut Dinas Lingkungan dan Kebersihan, Senin (22/09-2014) Siang.

Sehingga sekurangnya selama lima hari absen berjualan, bisa menelan kerugian ratusan juta rupiah hingga miliar rupiah, ungkap Ketua “Ikatan Warga Pasar” (Iwapa) setempat, Arif Syarifudin kepada Garut News, Senin (22/09-2014).

Koordinator Pasar Andir Bayongbong, Parhan Laksana katakan pasar darurat hendak dibangun di lokasi terminal, namun kalangan pedagang menolaknya dengan alibi rawan gangguan keamanan.

Mereka malahan menghendaki segera dibangun pasar darurat pada lokasi bekas pasar terbakar, memanfaatkan alokasi bantuan dana dari Pemkab Garut.

Parhan Laksana.
Parhan Laksana.

Dikemukakan Parhan Laksana, beragam aspirasi warga pasar itu senantiasa difasilitasinya, kemudian disampaikan pada jajaran atasannya.

Menyusul terbakarnya 103 kios pada Blok A, kemudian 324 kios Blok B, 36 kios Blok C, serta 51 los PKL, menelan kerugian sekitar Rp25 miliar.

Termasuk terdapat 41 kios korban kebakaran terpaksa dievakuasi, ungkapnya.

Sedangkan total kios di pasar ini mencapai 732 unit, serta 180 los PKL, ujar Parhan Laksana, antara lain menambahkan.

Pada bagian lain keterangannya, Arif Syarifudin juga sangat mengharapkan kepedulian kalangan legislatif atawa para anggota DPRD Garut.

Diingatkan, mereka hendaknya turun ke lapangan melihat jeritan masyarakat pasar yang kondisi perekonomiannya kini lumpuh total.

Para anggota DPRD, ungkapnya kudu turun ke bawah saat rakyat menderita, seperti ketika mereka rajin mendekati masyarakat pasar menjelang proses pemilihan legislatif, tandasnya, lantang.

Pengurus dan Pedagang Pasar Andir Bayongbong.
Pengurus dan Pedagang Pasar Andir Bayongbong.

Sebab, selain kios para pedagang porak-poranda diamuk kobaran api, juga kini menyisakan penderitaan panjang.

Di antaranya 60 persen para pedagang masih memiliki utang piutang pada lembaga perbankan, seperti pada BRI, Mandiri, bjb, Danamon, Bank Pundi, Mentari, BPR, juga pada ULaM.

Sedangkan sekitar 25 persen pedagang PKL juga memiliki utang piutang pada jasa-jasa rentenir.

Karena itu, sangat diharapkan terdapat beragam keringanan dari pihak perbankan, bahkan sebaiknya utang para pedagang itu tak dikenakan bunga perbankan.

Meski proses cicilan ditangguhkan hingga para pedagang kembali beroperasi, kata Arif Syarifudin.

Ungkapan dan harapan senada dikemukakan pula kalangan pedagang korban kebakaran, termasuk Saefullah.

Namun Ketua Iwapa juga mendesak Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, segera merealisasikan janjinya mengangkut “barangkal” atau sisa puing kebakaran.

Lantaran hingga kini masih bertebaran seputar bekas lokasi kebakaran, diperkirakan mencapai volume 400 kubik, atawa empat truk.

Pada Pasar Andir Bayongbong terdapat pula dua pedagang grosir seluruh omsetnya terbakar, padahal setiap hari nilai jual komoditinya masing-masing bisa mencapai ratusan juta rupiah.

Diperoleh informasi, Senin (22/09-2014), terdapat institusi teknis terkait menyelenggarakan proses pengukuran pada seluruh areal pasar terbakar ini.

******

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

Related posts