Korban Cimanuk Kembali Berprofesi Sebagai Pemecah Batu

by
Ipan Masih Menunggu Budi Baik Pemerintah.

“Diharapkan Pemkab Selenggarakan Pelatihan Keterampilan dan Beri Modal Usaha”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Sabtu, 23/09 – 2017 ).

Ipan Masih Menunggu Budi Baik Pemerintah.

Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (23/09-2017), memotret denyut nadi kehidupan selama ini membelenggu Ipan, lelaki kelahiran 1976 ayah empat anak dan kakek tiga cucu tersebut, salah satu penduduk Kampung Cimacan.

Korban puncak amuk Sungai Cimanuk tersebut, juga salah-satu yang tergerus banjir bandang namun bisa berhasil menyelamatkan diri dari kepungan gerusan air yang menghanyutkan rumah beserta seluruh harta benda miliknya, pada menjelang tengah malam 20 September 2016 silam.

Korban banjir di Kampung Sindang Reret Juga Kembali Geluti Profesi Penambang Pasir Sungai.

Dia mengaku hingga kini masih menunggu budi baik pemerintah bisa segera direlokasi pada hunian tetap.

Lantaran sejak peristiwa tragis pernah menimpanya sekeluarga sampai sekarang masih terpaksa mengontrak rumah, masih pula di seputar Perkampungan Cimacan.

Tetapi katanya, identitasnya telah tercatat sebagai korban yang kehilangan rumah beserta seluruh isinya, ungkap Ipan kepada Garut News, Sabtu (23/09-2017).

Cimanuk Sebagai Ancaman Juga Tumpuan Harapan Hidup.

    Dia mengaku sejak remaja hingga bercucu tiga bermukim di kawasan ini.

Sehingga setelah pulih dari trauma nyaris lenyap digerus banjir.

Kembali menggeluti profesi sebagai pemecah batu sekaligus penambang batu dan pasir di sepanjang lintasan Cimanuk, yang menjadi ancaman juga tumpuan harapan kehidupan keluarga.

Penderita Struk Pascabanjir Bandang.

             Harapan bisa segera menempati hunian tetap atau direlokasi, juga mengemuka dari para pengungsi lainnya yang selama ini mendiami Gedung Balai Paminton.

Sekitar 36 kepala keluarga pengungsi di gedung itu, umumnya berprofesi kerja serabutan, dan beberapa di antaranya menjadi pedagang.

Mereka sangat berharap agar Pemkab setempat sering menyelenggarakan pelatihan keterampilan, juga memberikan bantuan modal usaha.

Pembangunan Tanggul Baru.

“Jangan biarkan kami sepenuhnya sebagai pengungsi, melainkan berdayakan sehingga dapat berusaha mandiri yang berketerampilan,” ungkap Eman, salah seorang pengungsi korban terdampak puncak amuk Sungai Cimanuk.

Diperoleh informasi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan 720 rumah korban banjir, bakal dibangun awal 2018 mendatang bertarget penyelesaian Maret 2018.

Pengungsi di Gedung Balai Paminton.

          Prioritas bantuan rumah bertipe 36 untuk korban banjir ini, ditargetkan pula bisa dibangun mencapai pemenuhan kebutuhan 1.300 unit rumah.

 

*******

 

Pengungsi Bersama Cucu.
Wahana Hiburan Pengungsi.