Korban Cimanuk Garut Terlantar Tempati Ruang Posyandu

0
40 views
Terpaksa Tempati Ruang Bangunan Posyandu.

“Masih Menyisakan Duka Berkepanjangan”

Garut News ( Sabtu, 28/10 – 2017 ).

Terpaksa Tempati Ruang Bangunan Posyandu.

********* Foto berita Garut News pada akhir pekan ini, Sabtu (28/10-2017), memotret sosok Ketua RT.02/12 di Kampung Kikisik Kelurahan Sukakarya Tarogong Kidul Garut, Jawa Barat, Nanang Heru (51).

Ternyata dia pun korban terdampak banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk pada 20 September 2017 silam, yang sempat terlantar sehingga kini terpaksa menempati ruang bangunan Posyandu berukuran 3 x 5 meter beserta rekan senasibnya Eman Damas (48).

Menempati Ruang Posyandu Bersama Rekan Senasib, Berdesakan Dengan Tumpukan Barang Milik Posyandu.

********* Lantaran rumah permanen dua lantai miliknya yang dibangun di atas tanah seluas 56 m2 ludes menjadi rata dengan tanah.

Termasuk seluruh isi berikut dokumen penting yang dimilikinya pun lenyap disapu luapan puncak amuk sungai tersebut, dengan total kerugian mencapai Rp99 juta.

Kepada Garut News di Kampung Kikisik, Sabtu (28/10-2017), ayah empat anak itu juga katakan bencana alam yang menderanya berdampak pula terhadap terganggunya keharmonisan dengan keluarganya.

Nanang Heru Menunjukan Lokasi Bekas Rumahnya Didirikan, Kemudian Lenyap Beserta Seluruh Isinya Digerus Banjir.

********* Istrinya beserta anak yang masih kecil hingga kini masih mengungsi pada rumah orang tuanya di Kecamatan Leles.

Sedangkan modal usaha yang juga ikut lenyap tergerus banjir masih menjadikan kondisi sosial ekonomi Nanang Heru sekeluarga menjadi murat-marit.

“Sehingga terpaksa pula bekerja serabutan, guna memenuhi kewajiban suami menafkahi keluarga,” ungkap Nanang Heru dengan nada pilu, seraya mengemukakan pernah mengontrak rumah Rp350 ribu setiap bulan, namun tak diteruskan sebab pendapatannya sangat tak memadai.

Ketua RW.12.

********** Kembali dengan lirih dikemukakan, Menempati Ruang Posyandu Bersama Rekan Senasib, Berdesakan Dengan Tumpukan Barang Milik Posyandu.

Dia pun mengaku bisa pulang ke Leles memberi nafkah keluarganya, jika uang sudah terkumpul dari hasil kerja serabutan.

Termasuk apabila ada pemberian warga yang merasa tertolong dibantu memproses urusan administrasi kependudukan ke kelurahan, kecamatan, maupun ke dinas instansi teknis terkait, ujarnya pula.

Banyak Korban Terdampak Kembali Tempati Bantaran Sungai.

*********** Karena itu, hingga kini masih memiliki banyak harapan bisa mendapatkan bantuan pelatihan keterampilan sekaligus bantuan modal usaha dari Pemkab setempat.

Bantuan serupa juga diharapkan warganya, yang selama ini telah lengkap dilakukan pendataan. Terutama kalangan masyarakat berusia lanjut maupun jompo, ungkapnya.

Ketua RW. 12 Kelurahan Sukakarya, Sugianto pun menyatakan, warganya sangat mengharapkan kelanjutan penanganan pascabencana, yang hingga kini terhimpit kesulitan memenuhi desakan kebutuhan hidup sehari-hari.

“Masih Menyisakan Duka Berkepanjangan”

Korban Terdampak.

************* Dari sedikitnya 2.525 penduduk atau 787 “kepala keluarga” (KK) korban terdampak banjir bandang puncak amuk Sungai Cimanuk pada 20 September 2016 silam tersebut, hingga kini lebih satu tahun pascabencana ini. Ternyata masih terdapat 1.756 penduduk atau 596 KK di antaranya tercerai berai domisilinya.

Lantaran berdasar produk pendataan diselenggarakan Kepala Seksi Perlindungan Sosial Korban Bencana pada Dinsos kabupaten setempat, Budiyana menunjukan kondisi terakhir pengungsi yang berada pada empat “hunian sementara” (Huntara), Selasa (17/10-2017), hanya 191 KK atau 769 pengungsi.

Berkeinginan Segera Direlokasi, dan Mendapatkan Permodalan Usaha.

********** Terdiri pada Huntara LEC ada 14 KK atau 70 pengungsi, Gedung Islamic Center 45 KK atau 160 pengungsi, Gedung LPSE 28 KK atau 127 pengungsi, Gedung Balai Paminton 10 KK atau 36 pengungsi, serta di Rumah Susun milik PU terdapat 94 KK atau 376 pengungsi.

Sedangkan yang telah menempati rumah tapak di Blok Kopi Lombong 42 KK pengungsi, namun yang kini menempatinya masih bisa dihitung dengan jari, lantaran selain menunggu tuntasnya sambungan aliran listrik. Juga banyak rumah di antaranya sedang direhabilitasi para pemiliknya.

Bekas Asrama Tarumanagara, Berkondisi Nyaris Menyerupai Sarang Hantu.

********* Dalam pada itu sekitar 1.756 penduduk atau 596 KK korban terdampak tragedi banjir bandang itu, mereka tercerai berai selain banyak di antaranya menempati rumah kontrakan, rumah sanak saudara, juga banyak pula di antaranya menempati rumahnya semula di lokasi rawan bencana.

Seluruh korban terdampak bencana tersebut, sangat mengharapkan bantuan permodalan dari pemerintah, juga bisa diperolehnya pemberian keterampilan.

 

********

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat.