Kondisi Pengungsi Pergerakan Tanah Merasa Diabaikan Pemkab

0
25 views
Hamparan Sawah Cisompetr Rawan Tanah Bergerak.

Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Selasa, 15/11 – 2016 ).

Hamparan Sawah Cisompetr Rawan Tanah Bergerak.
Hamparan Sawah Cisompet Rawan Tanah Bergerak.

Terdapat ratusan penduduk korban terdampak bencana pergerakan/retakan tanah di Desa Sindangsari Cisompet selatan Garut, Jawa Barat, ternyata hingga kini masih dirisaukan belum adanya kepastian relokasi ke tempat aman seperti pernah dijanjikan Pemkab setempat.

Padahal mereka sejak berbulan-bulan lalu berdomisili di rumah hunian sementara, maupun tenda di pengungsian menghindari kemungkinan terjadinya pergerakan tanah lebih meluas, dan membahayakan keselamatan jiwa juga kian terus-menerus menghantuinya.

Apalagi pada musim hujan berkondisi cuaca ekstrim seperti sekarang. Pergerakan tanah di daerah mereka terdeteksi terjadi sejak sekitar 2010, dan kian meluas pada awal 2016 ini. Pergerakan tanah tersebut juga masih terus berlangsung. Mereka menjadi rentan terganggu kesehatannya.

Warga mengungsi bertambah semula 146 kepala keluarga (kk) menjadi 151 kk. Lantaran semakin banyaknya rumah rusak akibat pergerakan tanah. Baik rumah permanen maupun rumah panggung.

Hanya 6 kk masih mencoba bertahan di masing-masing rumah tinggalnya. Ini terpaksa dijalani sebab kurangnya fasilitas tempat mengungsi.

Selain di lokasi pengungsian berkondisi serba darurat, warga pun kekurangan logistik. Sehingga mereka menyesalkan sikap Pemkab terkesan tak serius menangani bencana pergerakan tanah mereka alami. Beda jauh dengan penanganan bencana banjir bandang Sungai Cimanuk yang sangat menyedot perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Barat hingga Pemerintah Pusat.

“Kita pun heran, mengapa penanganan pengungsi korban pergerakan tanah di Sindangsari ini tak beres-beres. Padahal berlangsung berbulan-bulan. Jangankan kepastian relokasi, kini saja, kebutuhan fasilitas mengungsi, dan logistik pun kekurangan,” ungkap relawan Taruna Tanggap Bencana Garut, Jajang, Senin (14/11-2016).

Dikemukakan, di lokasi pengungsian kini terdapat 146 unit tenda pengungsian. Tak ada dapur umum. Sesuai keinginan warga pengungsi. Memilih memasak di masing-masing tempatnya mengungsi.

“Untuk air bersih, Alhamdulillah tak kesulitan. Tetapi terpal masih kurang,” ujarnya.

Meski tak secara spesifik menyebut Desa Sindangsari, dalam laman resminya, Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi mengeluarkan peringatan dini, Kecamatan Cisompet merupakan zona berpotensi gerakan tanah menengah-tinggi pada Nopember 2016 ini.

Berkaitan penanganan bencana pergerakan tanah di Desa Sindangsari Cisompet itu, Pemkab mengalokasikan dana anggaran belanja tidak terduga sekitar Rp500 juta. Jumlah sama juga digelontorkan penanganan bencana banjir dan longsor di Kecamatan Bungbulang.

Wabup Garut Helmi Budiman katakan, dana Rp500 juta dialokasikan bagi bencana alam di Cisompet itu diarahkan pembebasan lahan relokasi.

“Dan Rp500 juta lagi tanggap darurat bencana alam Bungbulang diarahkan penanganan darurat infrastruktur rusak akibat bencana,” kata  Helmi saat menyampaikan Nota Bupati Garut pada Rapat Paripurna DPRD tentang Penyampaian Jawaban Pemkab atas Pendapat Anggota DPRD Garut melalui Fraksi-fraksi di DPRD Garut, Senin (14/11-2016).

********

(nz, jdh).