Kondisi Cuaca Jadikan Kerap Berfluktuatifnya Harga Sayuran

0
12 views
Akhmad Wahyudin, SE

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Senin, 17/10 – 2016 ).

Akhmad Wahyudin, SE
Akhmad Wahyudin, SE

Lantaran kondisi cuaca selama ini sering terjadi hujan disertai angin kencang, menjadikan kerap berfluktuatifnya harga sayuran di Pasar Induk Guntur Ciawitali Garut, Jawa Barat.

Demikian dikemukakan Kepala UPTD Pasar tersebut, Akhmad Wahyudin, SE menyikapi terjadinya kenaikan harga sejumlah komoditi di pasar tradisional tersebut.

Dikemukakan, tomat yang semula bisa diperoleh dengan harga Rp4.000 per kilogram, kini malahan menjadi Rp7.500 per kilogram khususnya di tingkat eceran.

aa1034Cabe merah gepeng juga harganya melesat naik, dari semula Rp45 ribu per kilogram menjadi bertengger di tingkat eceran Rp53 ribu per kilogram, ungkapnya kepada Garut News di ruang kerjanya, Senin (17/10-2016).

Sedangkan cabe merah keriting semula Rp39 ribu per kilogram menjadi Rp45 ribu per kilogram, juga di tingkat eceran, disusul mata dagangan cabe rawit merah semula Rp30 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu per kilogram.

Kemudian masih mendingan harga daging sapi bisa diperoleh dengan harga Rp100 ribu per kilogram, menyusul kini banyaknya penduduk yang menyelenggarakan pesta pernikahan, katanya.

aa1035Selanjutnya harga gula merah kembali menurun dari Rp21 ribu per kilogram kini menjadi Rp19 ribu per kilogram, meski pada kondisi normal maupun sebelumnya bisa diperoleh dengan harga Rp16 ribu per kilogram.

Kacang kedelai produk dalam negeri, harga pada tingkat eceran semula Rp8.200 per kilogram menjadi Rp9.000 per kilogram, serta kacang kedelai import semula Rp7.800 per kiologram mejadi Rp9.200 per kilogram.

Akhmad Wahyudin mengemukakan pula, kendati terjadi fluktuatif harga sayuran termasuk beberapa komoditi lainnya, namun bisa dimaklumi sebagian besar konsumen.

Lantaran mereka pun, sangat memahami kondisi cuaca yang sering berubah termasuk sering terjadi mendung disertai hujan rintik, ungkap Wahyudin, antara lain menambahkan.

 

*********