Klinik Yasifa’ Siapkan Advokasi Bahaya Penularan TBC

“Ny. Helmi Budiman : bahaya penularan TB perlu semakin gencar disosialisasikan agar diraih kepedulian masyarakat luas, terutama kalangan anak-anak dan remaja”

Garut News ( Sabtu, 24/05 – 2014 ).

Antara Lain Berkomitmen Cegah Penularan bahaya TB Paru. (Foto: John Doddy Hidayat).
Antara Lain Berkomitmen Cegah Penularan bahaya TB Paru. (Foto: John Doddy Hidayat).

Klinik Kesehatan Yasifa’ tak hanya diperuntukan bagi penduduk sakit, melainkan juga bagi mereka hendak berkonsultasi atawa advokasi, agar senantiasa berkondisi sehat wal afiat.

Promotif, Kuratif dan Rehabilitatif, juga diperuntukan bagi pemberantasan penyakit Tb Paru.

Di antaranya bertujuan, jika lebih dua pekan terus-menerus batuk, maka segeralah memeriksakan diri, atawa segera orang terdekatnya melaporkan diri.

Lantaran jika hanya seorang penderita TB Paru, maka seisi rumah kudu segera dilakukan pemeriksaan medis.

Sebagian Kader Tangguh Penanggulangan Bahaya penularan TB Paru. (ist).
Sebagian Kader Tangguh Penanggulangan Bahaya penularan TB Paru. (SB).

Demikian dikemukakan Penanggungjawab Medis Klinik Kesehatan Yasifa’, Yanti Widamayanti, Sp.Pd kepada Garut News, saat menggelar bhakti sosial pengobatan gratis bagi sekurangnya 300 penduduk Kota Garut, Sabtu (24/05-2015).

Menyusul, kini beragam kalangan berpendapat belum maksimal penyebaran informasi bahaya penularan Tuberculosis.

Sehingga masyarakat butuh secara masiv diberikan pengarahan, serta penyuluhan.

Sosialisasi Tuberculosis Sambil Bermain. (Foto: SB).
Sosialisasi Tuberculosis Sambil Bermain. (Foto: SB).

Termasuk kalangan pelajar, banyak murid penderita TB tak mau berobat lantaran malu, dan takut diasingkan, selain itu ketidaktahuannya bisa menularkan pada orang lain.

“Pada Sabtu dan Ahad, 10-11 Mei 2014 lalu diadakan aneka perlombaan bertemakan TB bagi siswa SD hingga SMA dan mahasiswa, pemenangnya dikumumkan pada puncak acara peringatan Hari TB Sedunia 18 Mei lalu,” ungkap dr Sakinah Ginna R Kordinator Pelaksana Program Penanggulangan TB di Garut.

Lomba Mewarnai.
Lomba Mewarnai. (SB).

Kata dia, lomba ini diharapkan para pelajar mengerti bahaya penularan Tuberculosis minimal pencegahan bagi dirinya dan di lingkungan  sekolahnya, selain itu mampu menginformasikan pada keluarga, dan temannya.

“Bagi siswa SD kelas 1 dan 2 digelar lomba mewarnai, kelas 3-6 lomba ular tangga, sedangkan lomba mendongeng tentang TB untuk siswa SMP,” beber Kordinator Lomba Ukar Abdul Idris.

Sosialisasikan Bahaya Penularan TB Paru.
Sosialisasikan Bahaya Penularan TB Paru. (SB).

Kemudian siswa tingkat SMA, dan Mahasiswa mengikuti lomba membuat poster, Penyuluhan dan Jingle TB , sehingga diperoleh penyuluh-penyuluh muda agar lebih tersosialisasikan informasi seputar TB di kalangan remaja, katanya.

“Sosialisasi TB melalui musik juga diharapkan bisa lebih dikenal kaula muda penikmat musik bersyairkan mengajak kepedulian terhadap penderita TB, serta mengajak berobat hingga tuntas dan sembuh,” ungkap Dian Ramdhan, Kordinator Lomba Jingle TB.

dr Hani Helmi Budiman Serukan Gencar dan Masiv Sosialisasikan Bahaya penularan TB Paru.(SB).
dr Hani Helmi Budiman Serukan Gencar dan Masiv Sosialisasikan Bahaya penularan TB Paru.(SB).

Pemenang pertama diraih peserta Grup Aiostream dari AMIK Garut, diharapkan bisa direkam dijadikan jingle TB nasional, lanjutnya penuh harap.

“Diselenggarakannya Lomba Penyuluhan ini diharapkan pula peserta menjadi penyuluh ulung, lantaran masih langka generasi muda mau menjadi tenaga penyuluh atawa kader kesehatan masyarakat, masih didominasi ibu-ibu berumur,” kata dr Hani Helmi Budiman ketika menjadi juri Lomba Penyuluhan TB.

Permainan Ular Tangga Simulasi Pencegahan Bahaya Penularan TB Paru. (SB).
Permainan Ular Tangga Simulasi Pencegahan Bahaya Penularan TB Paru. (SB).

Kata dia, bahaya penularan TB perlu lebih gencar lagi disosialisasikan agar diraih kepedulian masyarakat  secara luas, terutama di kalangan anak-anak dan remaja.

Minimal mereka bisa melindungi diri dari penularannya, berkeinginan memerbaiki daya tahan tubuhnya menangkal segala ancaman penyakit, imbuh Istri Wakil Bupati tersebut.

“Sosialisasi Program Penanggulangan TB diharapkan lebih gencar lagi melalui perhelatan Peringatan Hari TB Sedunia di Garut ini, agar bisa meminimalisir pasien gagal berobat, mampu memutus mata rantai penularan, masyarakat terbebas dari TB,” kata Tatang, M.Kes Kepala Bidang Pengendalian Penyakit pada Dinkes setempat.

****

(SB, JDH).

Related posts