Kisah Memilukan, Jelang Ajal Menjemput Perempuan Garut Terinsfeksi HIV

0
100 views

“Pasangan Resti Perempuan Faktor Utama Peningkatan HIV/AIDS, Terinsfeksi Virus Mematikan di Garut Kembali Bertambah, Hingga Akhir Februari 2016 Menjadi 440 HIV/AIDS”

Esay/Fotografer : John Doddy Hidayat

Garut News ( Rabu, 02/03 – 2016 ).

Kader PIKM, Neng Rita Aminah.
Kader PIKM, Neng Rita Aminah, Senantiasa Membangun Komunikasi.

Inilah, kisah miris juga sangat memilukan. Mewarnai  suasana menjelang ajal menjemput seorang perempuan berusia sekitar 26 tahun, yang dinyatakan positip terinsfeksi HIV.

Penduduk berstatus janda di seputar Kota Garut tersebut, bernama samaran “Bunga”. Wafat dengan sangat “tenang” pada Senin (29/02-2016) sekitar pukul 19.00 di ruang tengah rumah kedua orang tuanya.

“Tolong lah, bantu saya membaca Istighfar dan Syahadat, Astaghfirullohaladzim, Ashadu Alla Ilaaha Illalloh, Waashaduanna Muhammadarrosuululloh” ungkap Bunga berulangkali memohon pada kedua orang tua serta kedua kakak, dan anak kandungnya laki-laki kini murid kelas empat SD, saat  menunggui Bunga di tengah rumah mereka.

Denden Supresiana.
Denden Supresiana.

Sebelumnya, Bunga juga dengan suara parau berulangkali menuturkan keinginan bisa sembuh dan tegar berdiri, meski beberapa menit menjelang wafat, menyatakan “pasrah” lantaran tak kuat menahan sakit pada sekujur badannya.

Semula sama sekali tak berdaya terbaring lemah di kamar tidur, kemudian dengan sekuat sisa tenaganya tertatih-tatih berpindah ke ruangan tengah rumah, dengan alasan “keueung” ( takut) sendirian di dalam kamar.

Di tengah rumah pun, sempat minta bantal untuk bersandar hingga ajal menjemputnya diwarnai ungkapan Istighfar serta Syahadat, yang sangat lirih terbata-bata terucap dari mulut Bunga. Almarhumah Bunga dikebumikan di Garut pada Selasa (01/03-2016).

Demikian lirih dituturkan Kader “Pusat Informasi Kesehatan Masyarakat” (PIKM) pada “Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia” (PKBI) kabupaten setempat, Rita Aminah(56) akrab disapa Eneng.

Ulfa.
Ulfa.

Bersama Direktur Eksekutif PKBI, Ir Denden Supresiana serta personil PKBI Ulfa, Eneng katakan pertama kali mengetahui kemudian menemukan Bunga terinsfeksi HIV, selanjutnya melakukan pemeriksaan bersama personil lain PKBI sekaligus mengadvokasinya, pada Senin (22/03-2016).

Bunga positip terinsfeksi HIV bahkan terindikasi kuat didera komplikasi penyakit Tb paru, sehingga proses pemeriksaannya masih terus berlanjut, sebelum mendapatkan therafi.

Bunga juga sebelumnya sempat berobat ke RSU dr Slamet Garut, malahan menjalani rontgen. Namun tak mendapatkan penjelasan kepastian jenis penyakit dideranya. Kedua orang tua Bunga pun memproses bisa memiliki BPJS, yang bakal diterimanya pada 8 Maret 2016.

Sehingga diagendakan pada Selasa (01/03-2016) pagi,  bakal didampingi kader PIKM beserta institusi lain, membawa Bunga ke Puskesmas Haurpanggung kemudian segera dirujuk ke Rumah Sakit Guntur.

Ragam persiapan dilakukan, bahkan Bunga sempat berkomunikasi melalui telepon genggam dengan Eneng pada sekitar pukul 18.00 atawa sejam sebelum Bunga meninggal dunia.

Sejak bercerai dengan suaminya, sejak itu pula sekitar tujuh tahun lalu. Bunga merantau ke Pulau Bali mengikuti kakak perempuannya.

Di bali, dia berpacaran dengan Penduduk setempat, kemudian diketahui sang pacar terinsfeksi HIV, dan mengaku setiap berhubungan menggunakan piranti pengaman, pacar bunga meninggal dunia sekitar Juli 2015, setelah empat tahun didera kondisi sakit-sakitan.

Sedangkan Bunga pulang dari Bali sekitar tujuh bulan lalu, lantaran kerap didera firasat dirinya pun terinsfeksi HIV, menyusul antara lain kerap menderita diare maupun penyakit flu, yang ternyata tak sembuh-sembuh. namun bingung hendak berobat kemana.

Beberapa bulan lalu saat berada di Kota Garut, Bunga pun sempat berkondisi badan sehat namun sulit menghilangkan kebiasan menenggak minuman keras, bahkan juga terindikasi kuat acap mencari pasangan ketika mabuk berat.

Malahan diindikasikan pula sejak bersama pacarnya bersama-sama pemakai narkoba, sehingga sebulan terakhir menjelang meninggal dunia, kondisi kesehatan Bunga benar-benar ambruk, dengan banyak tato pada sekujur badannya.

Sedangkan berdasar pemeriksaan, kedua kakak almarhumah Bunga, dinyatakan negatip HIV.

Beberapa pekan menjalang wafat, Bunga pun selalu meminta permohonan maaf terutama pada kedua orang tuanya.

Kader PIKM, Neng Rita Aminah mengemukakan, Rabu (02/03-2016), sangat mengharapkan bakal semakin banyak yang bisa tertolong, sehingga Kabupaten Garut bisa terbebas dari yang terinsfeksi HIV/AIDS, imbuhnya sangat mengharapkan.

*******

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here