Kini Berkemah Hanya Dibolehkan Seputar Lingkungan Sekolah

0
145 views

Garut News ( Kamis, 13/08 – 2015 ).

Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.
Ilustrasi Muhammad Erwin Ramadhan.

Lantaran kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS ) tahun ajaran baru 2015-2016 menelan korban jiwa, sehingga lembaga pendidikan sekolah di Kabupaten Garut dilarang menggelar kegiatan perkemahan di luar lingkungan sekolah/kampus.

Pelarangan tersebut dikeluarkan Dinas Pendidikan (Disdik) kabupaten setempat melalui surat edaran disampaikan ke setiap sekolah. Guna mencegah terjadinya kasus serupa menimpa siswa SMK al Hikmah Tarogong Kidul sebelumnya, maupun hal tak dinginkan lainnya.

Memasuki masa awal kegiatan belajar mengajar (KBM) tahun ajaran baru, kegiatan berkemah merupakan agenda rutin bagi kebanyakan lembaga pendidikan, mulai tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, hingga Sekolah Menengah Atas, dan sederajat.

Sekolah biasa menggelar acara perkemahan di luar lingkungan, khususnya di daerah-daerah berpotensi wisata alam atawa tempat-tempat areal perkemahan.

Apalagi Agustus terbilang bulan peringatan kepanduan atau kepramukaan. Sehingga pada bulanperingatan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan RI ini, banyak tempat ramai kegiatan kepanduan dan perkemahan dari berbagai sekolah.

Tetapi rupanya Disdik Garut tak mau ambil risiko. Sekolah-sekolah pun dilarang menggelar kegiatan berkemah di luar lingkungan sekolah.

Akibat pelarangan tersebut, banyak siswa, guru maupun pengelola lembaga pendidikan kecewa, dan hanya bisa gigit jari. Tak sedikit di antara mereka sejak jauh hari melakukan persiapan acara perkemahan, maupun kegiatan serupa studi lapangan, danĀ  tadabbur alam.

“Kecewa sih pasti. Beberapa teman pun langsung pasang status duka di media sosial. Tapi ya kita tak bisa apa-apa. Lagipula, kita tak tahu mungkin ini lebih baik,” kata seorang siswa MTs Pesantren al Furqon Cibiuk, Mumtaz (14), Kamis (13/08-2015).

Ungkapan senada dikemukakan seorang Pembina Siswa Awal. “Anak-anak kelihatan sekali kecewa. Apalagi persiapan kita sudah 75%. Surat dari Disdik pun datangnya tiga hari menjelang keberangkatan,” katanya.

Semula, pihak al Furqon berencana menggelar kegiatan rihlah tadabbur alam dilengkapi berkemah di daerah Samarang Garut. Adanya pelarangan dari Disdik, acara rutin awal tahun ajaran baru pada 2015 itu pun dibatalkan.

Guru lainnya di SMA Muhammadiyah Kadungora Dadang AR mengatakan pihaknya juga mendapatkan surat dari Disdik terkait pelarangan berkemah di luar sekolah tersebut.

Sekretaris Disdik Garut Dede Sutisna membenarkan pihaknya mengeluarkan edaran mengenai pelarangan sekolah-sekolah di Kabupaten Garut menggelar kegiatan perkemahan di luar lingkungan sekolah.

Ditegaskan, itu sebagai buntut dari meninggalnya siswa SMK al Hikmah pada rangkaian kegiatan MPLS di luar lingkungan sekolah beberapa waktu sebelumnya.

“Kalau tidak seperti itu (dilarang), apa mau menanggung risikonya kalau terjadi seperti siswa al Hikmah itu? Kalaupun mau ada acara berkemah, ya masih bisa kan dilakukan di lingkungan sekolah?,” ujarnya.

Dikatakan pelarangan tersebut berlaku hingga waktunya dinilai tepat bagi sekolah-sekolah memungkinkan kembali dapat menggelar acara berkemah atau kegiatan di luar lingkungan sekolah.

Sebelumnya, siswa kelas 1 SMK al Hikmah, Fajri Fauzi bin Ajidin (15) tenggelam terseret arus Sungai Cimanuk ketika mengikuti kegiatan berkemah dalam rangka rangkaian kegiatan MPLS di Kampung Kereman Desa Maripari Kecamatan Sukawening pada Selasa (04/08-2015).

Korban ditemukan tewas keesokan harinya, Rabu (05/08-2015) sekitar pukul 08.30 WIB.

********

Noel, Jdh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here