Kilas Balik, Amuk Cimanuk Bisa Tenggelamkan Garut

0
72 views

“Membedah Ragam Indikasi Penyebab Sangat Dahsyatnya Banjir Bandang”

aa190Karya Jurnalistik berupa “Reportase Lengkap” tragedi amuk Sungai Cimanuk di Garut, Jawa Barat, dikemas apik pada buku membedah ragam indikasi penyebab banjir bandang sungai tersebut, yang puncaknya berlangsung Selasa malam (20/09-2016) silam.

Selain itu, juga ditampilkan pelbagai implikasi lantaran terdampak prahara itu. Dipastikan bisa anda telisik pada buku setebal 179 halaman lebih, kini diterbitkan. “Amuk Cimanuk Bisa Tenggelamkan Garut”.

Produk setiap seluruh reportase media online www.garutnews.com ini, ditampilkan pula ragam peristiwa yang terekam pada produk proses pemotretan langsung di lapangan.

aa192Sejak peristiwa itu berlangsung, hingga diselenggarakannya persiapan proses “rehabilitasi, dan rekonstruksi” (Rehab Rekon).

Buku ini pun, sangat diharapkan bisa dijadikan rujukan maupun bahan kajian mendalam, menyeluruh, serta terencana dan terukur guna menentukan langkah berikutnya.

“Agar peristiwa serupa tak terulang di kemudian hari”. Bahkan dengan terbitnya buku tersebut, tertumpu harapan sebagai bahan renungan kita bersama.

Berisi liputan investigasi , liputan berita bencana , serta foto-foto esklusif yang belum pernah di tayangkan di media nasional manapun .

Silahkan untuk pemesanan hub Kang Arif di nomor : 0858 46946651
Atau datang ke sekretariat penerbit di Jalan Pembangunan No.164
( Samping Indomaret Bumi Asri )

Cetak terbatas.

Dilengkapi tulisan kolom dr H. Helmi Budiman, berikut ini : 

BERSAMA MEWUJUDKAN SUNGAI CIMANUK MENJADI BERKAH

Oleh : dr H. Helmi Budiman, Wakil Bupati Garut.

Contoh Soal Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Memungut Sampah Plastik. (Foto : John Doddy Hidayat).
Contoh Soal Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman Memungut Sampah Plastik. (Foto : John Doddy Hidayat).

Korban jiwa beserta ragam hak milik penduduk, serta porak-porandanya asset milik pemerintah, akibat terdampak amuk Sungai Cimanuk yang puncak terjangannya berlangsung hingga menjelang tengah malam yang “simpe” pada, Selasa (20/09-2016) lalu.

Hendaknya kita maknai bersama dengan “tawaqal”, juga dengan pola pikir yang jernih, bernas juga dengan pola pikir yang cerdas.

Lantaran, Kata Steven Covey, ”Kalau kamu melihat semua masalah sumbernya ada di luar dirimu, maka kamu adalah orang yang paling bermasalah.”

Maka yang harus kita ubah adalah cara kita melihat sesuatu. Ketimbang menjadi reaktif, menganggap diri kita adalah produk dari pelbagai situasi di sekitar kita, Covey menyarankan sikap proaktif.

Orang proaktif memilih sikap yang dia ambil sebagai respons terhadap situasi yang dia hadapi, berdasarkan nilai yang dia anut. Ia mengendalikan situasi, bukan dikendalikan situasi.

Karena itu, tak sepantasnya jika menyikapi sepanjang lintasan Sungai Cimanuk itu sebagai “monster” yang menakutkan.

Melainkan sebagai “amanah” yang bisa kita wujudkan bersama menjadi “berkah”, menjadi denyut nadi pemicu ragam aktivitas sosial perekonomian masyarakat pada sepanjang yang dilintasinya.

Mewujudkan potensi bencana menjadi berkah, bisa direalisasikan dengan peran serta pelbagai elemen dan komponen masyarakat sesuai dengan kapasitasnya masing-masing.

Membangun komunikasi dengan alam sekaligus bersahabat dengannya, memerlakukannya dengan arif, memelihara dan menjaga, serta merawat lestari ragam vegetasi yang dilintasi sungai terpanjang di kabupaten ini.

Maka diterbitkannya produk reportase Garut News, tertumpu “asa” guna bercermin bersama.

Kerap sumber prahara berawal dari produk perilaku kita sendiri.
*******

Kolom : dr H. Helmi Budiman, Wakil Bupati Garut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here