Kholid Asaduddin Prioritaskan Peningkatan Kualitas Aparatur Desa

0
141 views

Garut News ( Selasa, 09/12 – 2014 ).

Kholid Asaduddin.
Kholid Asaduddin.

Kholid Asaduddin berobsesi memprioritaskan upaya pembenahan dan peningkatan kualitas termasuk kapasitas aparatur desa.

Lantaran berdasar  Undang-Undang RI Nomor 6/2014 Tentang Desa, Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan NKRI.

Sehingga kualitas SDM aparatur desa mutlak diperlukan, menyusul selama ini pun antara lain masih lemah dalam pengelolaan keuangan.

Karena itu, Kholid Asaduddin pria kelahiran Kampung Bantarjati pada Sabtu 10 Nopember 1971 di Desa/Kecamatan Bagendit, Garut, Jawa Barat tersebut, berobsesi pula bisa memproduk “Rencana Program Jangka Menengah Desa” atawa RPJMDes, ungkapnya kepada Garut News, Selasa (09/12-2014).

Situ Cileubuk Bagendit Banyuresmi.
Situ Rancakukuk Bagendit Banyuresmi.

Sebelumnya rancangan RPJMDes itu, terhimpun dari prioritas beragam aspirasi masyarakat mulai dari lingkungan RT, RW dan Dusun, kemudian dievaluasi setiap tahunnya.

Sedangkan kegiatan prioritas lain, di antaranya membangun komunikasi dan kerjasama dengan desa tetangga, mewujudkan pembangunan lintasan jalan tembus sejauh sedikitnya seribu meter dari Desa Bagendit.

Indah Memesona.
Indah Memesona.

Sebab masih menurut Kholid Asaduddin, dia sependapat dengan Purnawan Andra, staf Direktorat Sejarah & Nilai Budaya Kemdikbud, memaknai jalan penanda penting peradaban, wahana segala mobilitas berlangsung di atasnya.

Tak hanya berfungsi sebagai sarana lalu lintas barang dan manusia, jalan juga merepresentasikan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Pemaknaan atas jalan berkembang dari konstruksi fisik, politik pemerintahan, hingga simbolisme nilai berada pada dan di wilayah sekitar jalanan.

Asaduddin juga berpendapat, potensi Situ atawa Danau Rancakukuk aset carik desa seluas sekitar 7,5 hektare, seluas 2,5 hektare di antaranya carik Desa Bagendit bisa dijadikan wahana wisata yang prosfektif.

Wajah Danau di Desa Bagendit.
Wajah Danau di Desa Bagendit.

Lantaran dilintasi jalur alternatif mobilitas Jakarta – Surabaya dan sebaliknya.

Selain itu, Desa Bagendit pun sentra tanaman dan produktivitas jagung pipilan, selama ini hanya dijual mentah dengan harga berkisar Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram.

Sehingga ke depan tak hanya menjual bahan baku, melainkan bisa dijadikan komoditi setengah jadi bahkan mata dagangan siap saji berkemasan eklusif yang dipastikan bernilai ekonomi tinggi, serta menyerap tenaga kerja setempat, katanya.

Juga tak kalah pentingnya, menyiapkan serta mewujudkan kualitas SDM masyarakat desa, antara lain berformula manajemen masjid.

Menjala Ikan.
Menjala Ikan.

Termasuk penataan diwujudkannya panduan penentuan atawa pemilihan Pengurus DKM, termasuk deskripsi tugas pokok dan fungsi DKM.

Sehingga menjadikan masjid benar-benar sebagai pusat kebudayaan, ekonomi serta pengembangan IPTEK.

Didorong dengan bantuan stimulan dari desa bagi setiap DKM masjid berprestasi.

Kholid Asaduddin beristrikan Anita Cintaresmi(35), dinikahinya pada 15 Juli 2000, dan kini dikaruniai tiga anak, yang paling sulung perempuan.

Kholid Asaduddin, pria bermotokan “Sebaik-baiknya Manusia Adalah yang lebih bermanfaat Untuk Sesama”, menyatakan siap mencalonkan diri pada prosesi pemilihan Kepala Desa Bagendit pada April 2015 mendatang.

Menarik disimak, di antaranya pada BAB VI produk hukum Undang-Undang tentang Desa, mengenai Hak dan Kewajiban desa dan Masyarakat Desa sebagaimana diatur pada Psl. 67 berikut ini ;

Prosfektif.
Prosfektif.

(1) Desa berhak:

a. mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan hak asal usul, adat istiadat, dan

nilai sosial budaya masyarakat Desa;

b. menetapkan dan mengelola kelembagaan Desa; dan

c. mendapatkan sumber pendapatan.

(2) Desa berkewajiban:

a. melindungi dan menjaga persatuan, kesatuan, serta kerukunan masyarakat Desa dalam rangka

kerukunan nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;

b. meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa;

c. mengembangkan kehidupan demokrasi;

d. mengembangkan pemberdayaan masyarakat Desa; dan

e. memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Desa.

********

Esay/Foto : John Doddy Hidayat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here